Petakan Potensi Kampus

Petakan Potensi Kampus.Kompas.10 Maret 2017.Hal.11

Tak semua perguruan tinggi harus berbasis riset

Jakarta, Kompas-keunggulan setiap perguruan tinggi perlu dipetakan agar dapat berkembang optimal sesuai dengan potensinya. Tidak semua perguruan tingggi harus diarahkan menjadi universitas riset jika potensi dan sumber dayanya tidak mendukung.

Saatnya pemerintah membuat kebijakan yang lebih tegas untuk mendorong perguruan tinggi memilih dan memosisikan dirinya untuk unggul dalam pengajaran, riset ataupun kewirausahaan. Rector Universitas Trilogi , Jakarta, Asep Saefuddin, Kamis (9/3), di Jakarta, mengatakan perguruan tinggi milik pemerintah dengan status badan hukum (PTN-BH) lebih tepat diarahkan untuk menjadi PT berbasis riset, bahkan entrepreneurial. Demikian pula PTS yang memang memiliki kapasitas untuk menjadi PT berbasis riset.

Rabu lalu, dalam sebuah diskusi, coordinator pengembangan keterampilan, pendidikan dan tata kelola pendidikan Analytical Capacity Development Partnership (ACDP) Abdul malik mengatakan mustahil membuat semua PT di Indonesia yang jumlahnya sekitar 4.500 institusi mengerjakan hal yang sama dalam mengemban tridarma PT. Tridarma PT mencakup pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Malik mengingatkan, kapasitas tiap institusi berbeda. Ada yang maju, tetapi banyak pula yang masih tertinggal. Di Amerika Serikat yang PT nya berjumlah sekitar 5.000 institusi, tidak semuanya mampu jadi universitas riset. jumlah PT yang unggul dalam riset hanya 105 institusi.

Rencana induk

Menurut Asep, mayoritas PT di Indonesia masih fokus dalam pengajaran. Tuntutan terhadpa mayoritas PT itu jangan dipaksakan sama dengan universitas riset. “Sebab, untuk mendapatkan hibah-hibah riset bersaing, PT yang masih kecil ini kalah terus dengan yang besar, “ujarnya. Menurut Asep, pemerintah harus memanfaatkan pemetaan PT untuk bisa menyusun rencana induk tentang penugasan PT. Pemerintah dapat menetapkan PT potensial menjadi universitas riset agar mampu menghasilkan banyak riset fenomenal yang mendukung penyelesaian masalah bangsa. Demikian pula, perlu ditetapkan PT yang memiiliki keunggulan di bidang tertentu untuk dapat menghasilkan solusi-solusi lewat riset yang sesuai kebutuhan.

Ia menegaskan, cakupan tridarma PT ini perlu ditinjau ulang sesuai dengan kondisi setiap PT. perlu upaya merancang pengembangan strategis PT sesuai dengan kondisi masing-maisng. Yang mampu dalam pengajaran bisa menjalankannya secara optimal. Yang ditugasi sebagai PT berbasis riset juga dapat menghasilkan penelitian yang melebihi target publikasi. “Intinya, bangsa ini harus memperkuat kehadiran PT yang bermanfaat untuk kemajuan bangsa,”kata Asep. Sementara itu, wakil rector Telkom University, Bandung, M Yahya Arwiyah mengatakan, perguruan tinggi dengan potensinya menghasilkan ilmu pengetahuan, teknologi dan riset dapat berperan untuk memberdayakan masyarakat di sekitar kampus ataupun wilayah.

Salah satu yang dilakukan universitas ini adalah memberdayakan masyarakat desa Cangkuang Wetan, Bandung, Jawa Barat. Petani setempat diberi pelatihan untuk mengolah limbah menjadi pupuk organic. Direktur jenderal pembelajaran dan kemahasiswaaan kementrian riset, teknologi, dan pendidikan tinggi intan Ahmad mengatakan memang belum ada pemetaan secara jelas yang dapat membandingkan kapasitas institusi perguruan tinggi. (ELN).

Sejumlah kain batik hasil rancangan GKBRAY Adipati Paku Alam X di pamerkan di gedung donoworo pura pakualaman, Yogyakarta, Kamis (9/3). Pameran tersebut bertujuan melestarikan batik khas pakualaman serta untuk memperingati 205 tahun berdirinya kadipaten tersebut.

Sumber: Kompas, 10 Maret 2017 halaman 11

 

 

Petualangan Remaja Menyerempet Bahaya

Petualangan Remaja Menyerempet Bahaya.Kompas.19 Maret 2017.Hal.5

Remaja, khususnya laki-laki adalah menantang diri. Mencoba segala termasuk hal-hal yang menyerempet Penaklukan atas tantangan itulah membuat mereka percaya diri dan merasa dihargai orang lain.

Oleh M Zaid Wahyudi

Dua pekan terakhir, dunia media sosial digegerkan soal permainan skip chalnge (SC). Permainan fisik yang dimainkan para remaja itu menantang mereka untuk merasakan sensasi pingsan sesat setelah bagian dada ditekan keras.

Meski ramai dimedia sosial, besarnya kewaspadaan banyak pihak yang mengingatkan bahayanya membuat SC ini tak populer dikehidupan nyata.

“Tak ada teman disekolah atau sekitar rumah yang memainkannya,” kata Ade Firdaus Almauladi (17), siswa kelas XII SMAN 1 Waringin Kurung, Serang, Banten, Rabu (15/3)

Ade malah mengunggah foto parodi SC di akun Instagramnya. Dalam SC sesungguhnya, seseorang akan ditekan dadanya hingga pingsan atau kejang. Namun, dalam parodi itu, yang menekan dada pingsan dan kejang terlebih dulu.

Respons pun bermunculan, mulai yang ikut tertawa hingga mengolok-olok, “Padahal itu hanya parodi untuk mengingatkan bahayanya SC,”ujarnya.

Data Google Trends menunjukan, SC hanya ramai dibicarakan di media sosial Indonesia. Di negara tetangga, seperti Brunei, Malaysia, dan Singapura, permainan ini tidak terlalu banyak dibahas.

Secara spesifik, daerah yang banyak mengunggah kata SC pada ketenarannya pada 10-14 Maret antara lain Bangka Belitung, Kalimantan Selatan, Banten dan Jawa Tengah.

SC diperkirakan sudah lama dikenal di Indonesia, bahkan di beberapa negara lainm walau variasi bentuk dan namanya berbeda. Namun, semua permainan itu punya kesamaan, yakni bertujuan menghambat aliran darah dan oksigen ke orak sehinga menimbulkan sesasi kepala ringan atau perasaan “high” secara cepat.

Di Inggris, permainan serupa dinamai pass out challenge yang dilakukan dengan menunduk dan bernapas dalam-dalam selama beberapa detik dan kemudian berdiri dengan cepat. Sementara di Amerika Serikat dikenal permainan choking game (CG), yakni mencekik diri menggunakan tangan sendiri atau alat bantu.

Di AS, CG sudah ada dipertengahan 1990-an dan masih ditemukan hingga kini. Data pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS menyebutkan, selama 1995-2007 ada 82 orang berumur 6-19 tahun yang tewas akibat memainkan CG. Sebagaian besar di antaranya laki-laki.

Hipoksia

Ketua Kardiologi Non-invasif Ekokardiografi dan Treadmill Rumah Sakit Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, Jakarta BRM Ario Soeryo Kuncoro, yang juga dosen Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, mengatakan tekanan pada dada bisa menghambat aliran darah ke otak. Bahkan, aliran darah bisa terhenti sama sekali, tergantung dari besar kecilnya tekanan.

Jantung bekerta memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh dan memompa darah kaya karbon dioksida ke paru-paru

Saat memainkan SC, tekanan pada dada akan menekan jantung bagian kanan (serambi kanan dan bilik kanan). Akibatnya, aliran darah yang kaya karbon dioksida dari bagian kanan jantung menuju paru-paru terganggu, bahkan bisa berhenti sejenak. Konsekuensinya, pertukaran karbon dioksida-oksigen di paru-paru ikut terhambat.

Dari paru-paru, darah akan mengalir ke bagian kiri jantung (serambi kiri dan bilik kiri). Dalam kondisi normal, darah pada tahap ini kaya oksigen dan akan dipompa keseluruh tubuh. Namun, karena sejak awal aliran dan karbon dioksida-oksigennya tergangu, darah yang diedarkan keseluruh tubuh jadi terganggu, bahkan sampai ke otak.”Kurangnya aliran darah dan oksigen ke otak itu bisa memicu hipoksida,”Katanya.

Kekurangan oksigen itu juga bisa merusak berbagai organ tubuh dan berakibat fatal. Kurang oksigwn berat pada otot jantung sama saja dengan menghentikan aliran darah ke jantung. Konsekuensinya, bisa muncul serangan jantung yang bisa membawa kematian. Kondisi itu akan lebih parah pada mereka yang punya masalah jantung.

Ario menambahkan, tekanan yang besar bisa membuat memar otot jantung. Kondisi ini akan menimbulkan gangguan irama fibrilasi ventrikel atau denyutan jantung yang sangat cepat. Dampaknya, pompaan darah menuju paru dan seluruh tubuh pun ikut terganggu hingga menurunkan tekanan darah. Gangguan irama jantung selama beberapa detik saja bisa membuat korban tak sadarkan diri.

Ahli neuroanatomi dab neurosains, yang juga Kepala Bagian Anatomi Histologi Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulani Manado, Taufiq Pasiak, menambahkan, hipoksia adalah kondisi fatal. Sary detik saja otak kekurangan oksigen, bisa memivu hipoksia. Jika kondisi ini berlangsung lebih dari 5 detik, seseorang akan koma dan mengalami kerusakan otak permanen.

Dibandingkan dengan semua organ tubuh manusia, otak menerima oksigen, gula, dan darah paling banyak, masing-masing sekitar 20 persen dari seluruh tubuh. Otak memiliki fungsi vital untuk mempertahankan kondisi sadar. Otak juga menentukan keberlangsungan hidup seseorang karena denyut jantung, kemampuan bernapas, dan suhu tubuh dikendalikan di batang otak.

Jika bagian otak depan yang kekuarangan oksigen, penderitanya akan pingsan dan terganggu fungsi eksekutifnya sampai kemampuan berpikirnya, termasuk dalam membuat rencana ata mengambil keputusan, hingga memicu gangguan kepribadian.

Sementara jika yang terganggu adalah otak bagian belakang akan mengganggu fungsi keseimbangan tubuh dan fungsi fisualnya. Namun, jika yang terganggu adalah batang otak, bisa menimbulkan kematian.

Taufiq menambahkan sensasi “hig” saat memainkan SC juga tak bisa disamakan dengan kondisi “high” saat mengonsumsi obat terlarang karena proses keduanya berbeda di otak. “SC membuat hipoksia, sedangkan konsumsi obat terlarang memengarugi keseimbangan kimiawi otak,”ujarnya.

Pribadi Unik

Namun, remaja tetaplah remaja. Sebagian dari mereka memainkan permainan berbahaya, termasuk SC, karena tak tahu bahayanya. Namun, banyak juga remaja yang melakukan permainan menantang bahaya karena didorong rasa ingin tahu atau takut tekanan sosial, seperti takut diangap “cemen” atau tak populer.

“Sikap membangkang itu khas remaja,” kata psikolog anak dan keluarga di Klinik Terpadu Fakultas Psikologi UI, Anna Surti Ariani. Remaja, khususnya laki-laki, suka tantangan yang nyerempet bahaya. Tantangan menjadikan mereka merasa hidup, keren, berani, dan lebih diperhatikan orang lain.

Sementara disisi perkembangan otaknya, sistem li- yang mengelola emosi pada remaja lebih berkembang ketimbang korteks prefrontal di bagian otak deoan yang mengelola nalar atau logika.

Karena itu, lanjut Anna, dilarang remaja melakukan mainan berbahaya tak bisa sekedar melarang “pokoknya tidak boleh”, apalagi memainkan dia. Remaja perlu dibangun pemahamannya melalui diskusi dan memberi mereka pertanyaan-pertanyaan untung menggali serta pola berpikirnya.

Sumber: Kompas. 19 Maret 2017. Hal. 5

Profesor dan PT

Profesor dan PT.Kompas.18 Maret 2017.Hal.7

Oleh: Hendra Gunawan (Guru besar Matematika, FMIPA ITB, Bandung)

Dunia perguruan tinggi kita heboh lagi. Untuk kesekian kalinya, kinerja para professor menjadi perbincangan. Yang memicunya kali ini adalah peraturan menteri riset, teknologi dan pendidikan tinggi nomor 20 tahun 2017 yang “mengancam” pemberhentian tunjangan ke hormatan bagi para professor yang tidak produktif.

Permenristekdikti itu menyatakan bahwa tunjangan akan di hentikan sementara jika sang professor tidak menghasilkan sedikitnya satu karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional bereputasi atau 3 karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal internasional terindeks dalam jurun waktu 3 tahun. Untuk bidang tertentu, karya ilmiah tersebu dapat digantikan dengan paten, karya seni atau desain monumental. Permenristekdikti ini sebetulnya tidak terbit tiba-tiba. Sebelumnya, ada Permenristekdikbud nomor 78 tahun 2013 yang mengatur pemberian tunjuangan profesi dan tunjangan kehormatan bagi professor beserta dengan “ancaman” pemberhentiannya. Dalam Permenristekdikbud itu, selain kewajiban menghasilkan karya ilmiah yang diterbitkan dalam jurnal ilmiah bereputasi, para professor diwajibkan pula menulis buku yang akan dievaluasi oleh ditjen dikti setiap 5 tahun.

Dirunut lebih jauh ke belakang, ada peraturan pemerintah nomor 41 tahun 2009 perihal tunjangan khusus guru dan dosen, serta tunjangan kehormatan professor yang diterbitkan untuk melaksanakan UU nomor 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen. Berdasarkan UU inilah guru dan dosen (PNS maupun non PSY) yang telah memenuhi persyaratan diberi tunjangan profesi tiap bulan. Selain itu, para professor yang memenuhi persyaratan sesuai peraturan perundang-undangan diberi tunjangan kehormatan. Dalam UU itu pula dinyatakan bahwa pemberian tunjangan kehormatan akan dihentikan jika sang professor tak mamenuhi persyaratan yang ditentukan.

Beberapa usulan

Lalu mengapa sekarang heboh? Dalam tulisan berjudul “Hantu Scopus” (Kompas 21/2/2017), Deddy Mulyana mempermasalahkan sedikitnya dua hal. Pertama, terkait dengan kriteria jurnal ilmiah bereputasi yang oleh Kermenristekdikti diidentikkan dengan jurnal yang terindeks oleh pemeringkat internasional seperti Web of Science dan scopus serta punya impact factor lebih besar dari nol menurut web of science atau serendah-rendahnya termasuk kuartil tiga (Q3) menurut Scimagojr.

Kedua,terkait bentuk output ilmiah yang dihasilkan. Menurut deddy, buku teks berkualitas harusnya diperhitungkan juga. Dalam permendikbud no 78/2013, professor memang diminta menuliskan buku. Namun, jika megacu pada Permenristekdikbud itu, kewajiban untuk menulis buku merupakan kewajiban tambahan selain menghasilkan karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal bereputasi. Menyoroti permasalahan ini, Terry Mart (kompas 28/2/2017) mengusulkan jalan tengah berupa kewajiban menghasilkan karya ilmiah yang diterbitkan di jurnal bereputasi atau buku yang berkualitas. Alih-alih menghentikan tunjangan kehormatan, Syamsul Rizal (kompas 2/3/2017) mengusulkan agar Kermenristekdikti memberi intensif tambahan bagi professor yang produktif.

Protes dan seruan dari sejumlah professor diperkuat oleh forum senat akademik perguruan tinggi negeri badan hukum dnegan beberapa usulan revisi yang perlu dilakukan Kermenristekdikti terkait pemberian tunjangan kehormatan bagi professor. Pertama, evaluasi tunjangan kehormatan professor dilaksanakan setiap 5 tahun dan dievaluasi untuk pertama kali pada 2018 dengan tetap memperhitungkan karya-karya ilmiah yang dihasilkan sejak 2013 sekaligus menyusun petunjuk teknisnya sesuai Permenristekdikbud nomor 78 tahun 2013 juncto nomor 89 tahun 2013.

Kedua, memberlakukan bentuk insentif berupa maslahat tambahan sesuai pasal 52 dan 57 UU No 14/2005, bukan berupa ancaman penghentian tunjangan profesi/tunjangan kehormatan. Insentif dapat diberikan kepada dosen yang menerbitkan kepada dosen yang menerbitkan/ menghasilkan: (a) karya ilmiah nasional, internasional dan internasional bereputasi (b)buku nasional dan internasional atau (c) karya teknologi atau seni yang bermanfaat bagi masyarakat sebagaimana tertuang dalam peraturan menteri keuangan nomor 106 tahun 2016.

Ketiga, menghapuskan keharusan menghasilkan karya ilmiah terpublikasikan pada jurnal nasional, paten atau karya seni monumental/desain monumental bagi lector kepala.

Keempat, kriteria jurnal internasional bereputasi merunjuk pada pedoman operasional penilaian angka kredit kenaikan pangkat/ jabatan akademik dosen dengan memberdayakan indeksasi ilmiah Indonesia.

 Misi perguruan tinggi

Melalui tulisan ini, saya hanya ingin mengajak kita semua, terutama pemerhati perguruan tinggi, untuk merenungkan kembali misi perguruan tinggi dan peran para professor yang berada di garis depan dalam melaksanakan tugas mulia sebagai agen transformasi dan pengembang iptek guna meningkatkan kualitas kehidupan bangsa. Barangkali hanya di Indonesia ruang gerak perguruan tinggi dan kewajiban dosen diatur demikian rinci dan seragam. Bagi saya, mengatur kewajiban professor serinci itu bak membuat peraturan bahwa para petani harus bertani. Dengan standar output yang begitu rendah (dibandingkan dengan tuntutan professor di Negara jiran sekalipun), sesungguhnya kita sedang mempermalukan diri sendiri. Namun, yang lenih menyedihkan adalah reaksi dari sejumlah professor yang menawar standar output yang rendah itu.

Dimana sumber permasalahan sesungguhnya? Di beberapa tulisan terdahulu (dimuat harian ini), saya mengungkapkan seputar perguruan tinggi kita. Terkait fungsi dan kinerja professor yang sedang mencuat kali ini, kita mesti menengok kembali sistem perekrutan dosen dan kriteria kenaikan jabatan akademik dosen, khususnya pengangkatan professor. Seorang professor semestinya diangkat karena ada misi perguruan tinggi yang diamanatkan kepadanya terkait pengembangan ilmu, bukan semata-mata karena yang bersangkutan telah memenuhi angka kum yang ditentukan. Namun, di negeri ini, ketika seseorang diusulkan menjadi professor, urusan kum menjadi fokus perhatian unit terkecil dimana yang bersangkutan bekerja hingga kementrian. Energy begitu banyak dicurahkan, tetapi hasilnya begitu-begitu saja. Singkat kata, sistem yang dianut selama ini sesungguhnya tidak efektif atau bahkan gagal.

Dalam benak saya, kermenristekdikti cukup mengatur peran dan output perguruan tinggi khusunya PTN yang berada di bawah kendali dan pengawasannya serta dukungan pembiayaannya. Selebihnya, biarkanlah perguruan tinggi mengatur strategi dan mengelola sumber dayanya serta berlomba dalam menjalankan peran dan mencapai output nya.

Sumber: Kompas 18 Maret 2017 halaman 7

Serunya Warna-warni Makanan Kita

Serunya Warna-Warni Makanan Kita.Kompas.23 Februari 2017.Hal.33

Alam punya cara Cerdas memberi kode tentang zat gizi dalam makanan. Nutrisi yang berbeda memberi warna tertentu pada bahan-bahan makanan.

UNTUK pemenuhan kebutuhan nutrisi per hari, para pakar menyarankan kita untuk menciptakan pelangi di piring kita. Mengisinya dengan varian makanan yang bewarna-warni. Ahli gizi sekaligus penulis buku What Color is Your Diet? Susan Bowerman mengatakan kita bisa mengelompokkan makanan yang berasal dari tumbuhan ke dalam tujuh kategori warna, yaitu merah, merah keunguan, oranye, oranye kekuningan, kunig kehijauan, hijau, dan putih kehijauan. Semua mewakili nutrisi yang dikandung masing-masing.

Warna ungu atau biru pada makanan menunjukkan kandungan antosianin yang tinggi. Antosianin adalah antioksidan yang berperan banyak terhadap kesehatan jantung dan membantu menjaga tekanan darah. Selain itu, antosianin juga menurunkan risiko kanker dan memperlambat penuaan. Manfaat ini bisa ditemukan anatar lain pada terung, buah naga, buah bit, dan bluberi.

Sayuran atau buah-buahan yang berwarna hijau memiliki pigmen klorofil yang kaya akan isotiosianat. Zat ini meransang enzim di dalam liver untuk menyaring zat-zat yang berpotensi karsigenik. Sayuran hijau juga sumber yang baik untuk vitamin K, asam folat, potasium, dan asam omega-3.

Makanan kuning kehijauan adalah variasi dari kategori makanan bewarna hijau. Jenis ini mengandung lutein yang kaya, bermanfaat untuk kesehatan mata. Alasan lain untuk mengosumsinya, kadar vitamin C yang tinggi. Ini bisa ditemukan pada alpukat, kiwi, bayam, dan sayuran berdaun lain.

Pada buah dan sayur yang bewarna kemerahan, likopen adalah pigmen dominannya. Likopen adalah antioksidan kuat yang dapat menurunkan resiko kanker, terutama kanker prostat, dan mengurangi risiko serangan jantung. Zat ini juga baik untuk kesehatan jaringan payudara. Buah yang mengandung banyak likopen seperti tomat lebih baik dikonsumsi setelah sedikit dipanaskan. Ini akan meningkatkan aktivitas kimia zat-zat likopennya. Buah atau sayuran kemerahan juga mengandung banyak vitamin C, asam folat, dan flavonoid yang mengurangi inflamasi.

Barangkali buah bewarna kuning atau oranyelah yang paling banyak disukai. Rasa jeruk, mangga, ubi jalar, atau wortel cenderung bersahabat dengan selera banyak orang. Jenis makanan ini mengandung banyak beta karoten, Vitamin A, dan vitamin C. Buah-buah ini baik untuk kesehatan mata dan bisa mengatur kadar gula darah. Beta karoten juga berperan untuk meningkatkan imunitas dan mencegah kanker, terutama kanker paru-paru, esofagus, dan perut.

Sementara itu, buah dan sayuran yang bewarna putih kaya akan flavonoid yang membantu tubuh menangkal radikal bebas. Jenis ini juga mengandung alisin yang mengontrol kolesterol dan tekanan darah seta menghambat pertumbuhan sel kanker. Mulai sekarang, jangan ragu untuk menjadikan makanan kita lebih bewarna!

Sumber : Kompas 23 Februari 2017 Hal 33

Standardisasi Kampus Selaras Industri

Standarisasi Kampus Selaras Industri. Jawa Pos. 23 Maret 2017. Hal.3

Laporan Juneka S. Mufid

Dari Thailand

Thanyaburi- Standardisasi pendidikan menjadi isu utama yang dibahas wakil presiden jusuf kalla (JK) dengan putri maha chakri sirindhorn di Universitas Teknologi Rajamangala di Thanyaburi, provinsi Pathum Thani, Thailand kemarin siang (22/3). JK menilai indusrialisasi di Negeri Gajah Putih itu maju karena penyiapan generasi muda dalam pendidikan yang matang, Indonesia perlu merealisasikan standardisasi yang sama. Selain membahas isu-isu pendidikan, putri ketiga mendiang raja Bhumibol Adulyadej itu bercerita tentang kunjungannya ke ternate saat gerhana matahari total. JK menyebut, universitas Teknologi Rajamangala mirip Institut Teknologi Bandung (ITB). “Ada Sembilan (Universitas Teknologi Rajamangala), tapi penduduknya seperempat dari kita. itu tandanya mereka meng-cover banyak,” ujar JK.

Meski begitu seluruh kampus punya standar kualitas yang sama. Termasuk, lebih banyak praktik daripada teori. Pada saat wisuda, misalnya, kampus itu dijadikan satu agar tahu sama lain. “Kenapa industry Thailand dan manufakturnya lebih maju, karena bergantung juga pada kualitas anak mudanya. Nah, mereka mempersiapkan hal itu dengan baik, “katanya. Langkah standardisasi seperti itu perlu juga dilakukan di Indonesia. Semangatnya adalah terus berkembang sesuai dengan industry. “kerja sama industry paling banyak, pemagangan,” tambah dia. Pagi harinya, pukul 09.10, JK menerima ijazah sebagai tanda pemberian gelar doktor honoris causa bidang bisnis administrasi dari putri Maha Chakri Sirindhorm. Upacara penyerahan itu di barengkan dengan wisuda dua ribu mahasiswa di Universitas Rajamangala Thanyaburi. Selaian JK, ada delapan orang lainnya yang mendapatkan gelar tersebut.

JK mengenakan cut kruy (baca:cutklui) semacam toga, sama dengan wisudawan lain bedanya di lengan kanan dan kiri baju jubbah itu ada 3 garis paduan oranye, merah, biru yang menandakan penerimaan ijazah selevel doktor. Wisudawan sarjana hanya satu garis. Berbeda dengan tradisi di Indonesia, JK tak menyampaikan pidato ilmiah. Tidak ada pula pemindahan tali toga. Sebab, tradisi di kampus tersebut, wisudawan tidak menggunakan toga. Pada selasa malam (21/3) JK disambut ketua dewan universitas rajamangala surakiart sathirathai dalam jamuan makan malam bersama delapan penerima gelar lainnya. Tapi, hanya JK yang mendapatkan kesempatan pidato. Surakiart menyatakan JK dinilai memiliki dedikasi tinggi dalam dunia pemerintahan dan bisnis selama berpuluh tahun. Misalnya pengembangan bisnis kalla group. Selain itu, JK punya peran dalam perdamaian, bukan hanya di dalam negeri seperti di kawasan ASEAN. Bapak JK juga berperan menjaga perdamaian di laut China Selatan, “ujar Surakiart dalam sambutannya seusai jamuan makan malam selasa (21/3). (c9/oki)

Sumber: Jawa pos. 23 Maret 2017 halaman 3

Targetkan Tambah Dosen Asing

Targetkan Tambah Dosen Asing.Jawa Pos.24 Maret 2017.Hal.31

Rektor Baru UC Yohannes Somawiharja

SURABAYA- Rektor universitas Ciputra (UC) resmi berganti. Kemarin (23/3) Yohannes Somawiharja resmi dilantik menjadi rector Universitas Ciputra periode 2017-2021. Yohannes menggantikan Tony Antonio yang menjabat rektor Universitas Ciputra periode 2006-2017.
Yohannes bersyukur bisa ditetapkan sebagai rektor kampus yang berlokasi di Surabaya Barat tersebut. Dia menyatakan, fokus kepemimpinannnya adalah tetap menekankan enterpreunership agar bisa membawa konstribusi yang lebih besar bagi bangsa dan negara. “Membangun alumni, menciptakan lapangan kerja,” katanya. Pihaknya akan membawa enterpreunership Universitas Ciputra pada global exposure. Alumni di usung ke dunia global. Jadi, mereka tidak hanya menjadi jago kandang. Hal itu sesuai dengan tagline Universitas Ciputra creating world class enterpreuners.
Caranya, dia menggandeng lebih banyak dosen ekspatriat. Jurusan International business management sudah memiliki sekitar tiga dosen asing. “Semangatnya ditambah, tapi tetap kami sesuaikan dengan aturan,” ujarnya. Ketua Dewan Pengurus Harian Ciputra Pendidikan Harun Hajadi menyebutkan, Universitas Ciputra memiliki keunikan tersendiri. Yakni, memperkenalkan enterpreuner dalam akademik. Universitas menjadi inkubator untuk menciptakan para enterpreuner. Jadi, saat lulus, mahasiswa mendapat skill enterpreuner yang baik. “Bisa digunakan untuk bisnis sendiri atau menanamkan mindset-nya,” tuturnya.

Pihaknya juga akan melakukan ekspansi pengembangan kampus baru. Lokasinya dipilih diluar Jatim. “Kalau Jatim sudah ada di Surabaya,” ucapnya. Diharapkan, ekspansi itu bisa memperluas kemungkinan masyarakat kuliah selain di Universitas Ciputra di Surabaya. “Masih didata, wilayah yang punya semnagat enterpreuner atau bahkan yang belum enterpreuner,” imbuhnya.

Membangun alumni, menciptakan lapangan kerja.” Yohannes Somawiharja (Rektor Universitas Ciputra)

Kemarin, selain Yohannes yang dikukuhkan sebagai rektor, Prof Jenny Lukito Seyiawan dikukuhkan menjadi wakil rektor I dan Victor Effendi menjadi wakil rektor II. Sementara itu, Tony yang hampir sebelas tahun menjabat rektor mengakui, belum ada kata selesai dalam memajukan Universitas Ciputra. Termasuk meningkatkan kualitas sumberdaya manusia di Universitas Ciputra. Meski begitu, dia bersyukur karena pengelolaan Universitas Ciputra termasuk cepat. “Universitas yang menghasilkan enterpreuner terus berinovasi dengan kualitas yang baik,” katanya. Universitas Ciputra sudah menghasilakan guru besar yaitu Jenny Lukito Setiawan MA PhD. Psikolog tersebut kini mnejabat wakil rektor I.

Dalam perjalanan selama lebih dari sepuluh tahun, ada beberapa keilmuan yang dimiliki Yniversitas Ciputra untuk ditularkan kepada Mahasiswa. Yakni, Family business, corporatepreneur dan intrapreneur. “Sekitar 65 persen alumnus mnejadi entrepreneur” jelasnya (puj/c18/nda)

Sumber: Jawa Pos.24 Maret 2017.Hal.31

Movie Time @ UC Library: “Hidden Figures”

091216-shows-breaks-taraji-p-henson-hidden-figures-movie-still

 

Perjuangan seorang wanita untuk mendapatkan hak yang setara dengan kaum pria dipelopori oleh Raden Ajeng Kartini. Bukan hanya di Indonesia yang memperjuangkan kesetaraan gender, namun wanita-wanita di belahan dunia lain pun juga pernah memperjuangkan hak mereka hingga akhirnya saat ini wanita dapat dikatakan setara dengan kaum pria.

Untuk memperingati hari Kartini tahun ini, bertempat di Library Lounge, UC Library mengadakan kegiatan Movie Time @ UC Library dengan memutar film “Hidden Figures” pada Jumat (21/4) lalu. Acara yang dimulai pkl. 13.00 WIB ini mengisahkan Katherine Johnson (Taraji P. Henson), Dorothy Vaughan (Spencer) dan Mary Jackson (Janelle Monae) tentang perjuangan tiga orang wanita keturunan Afrika-Amerika yang merupakan orang-orang dibalik layar suksesnya NASA dalam proyek pertama mereka dalam membawa manusia keluar angkasa.

Katherine merupakan ahli matematika yang melakukan perhitungan terhadap pesawat yang akan digunakan pada misi pertama menusia mengorbit ke luar angkasa. Meski tidak banyak diketahui oleh publik, namun perhitungan matematis yang dilakukan merupakan kunci penting dalam misi tersebut. Perjuangan mereka tidaklah mudah, karena di zaman itu, sekitar tahun 1960-an, sikap rasialis warga Amerika terhadap kaum Afrika masih sangat kental dan kuat, dan perempuan masih dipandang sebelah mata kemampuannya. Bukan hal yang mudah menjadi perempuan kulit berwarna, di lingkungan sains, serta pada era awal integrasi kulit putih dan hitam. Mereka harus mendobrak dan menjadi yang pertama.

Nah, nilai-nilai apa saja sih yang dapat kita pelajari dari film “Hidden Figures” ini?

  • EVERYONE’S EQUAL

Ada salah satu adegan yang memorable di film ini, saat Al Harrison (Kevin Costner) melepas tanda “Colored Ladies Room” di toilet kantor, dan dia bilang  Here at NASA we all pee the same color. Bagi Al Harrison, pimpinan NASA, yang terpenting adalah hasil kinerja, dan semua harus menyingkirkan prasangka rasis. Kita semua adalah manusia yang sama, jadi tidak seharusnya ada prasangkan membedakan suku/ras. Setiap orang itu punya perbedaan, dan belajarlah menghormati perbedaan tersebut.

  • PANTANG MENYERAH

Ketiga wanita ini memiliki karakter pantang menyerah dalam mewujudkan mimpi mereka. Katherine harus menghabiskan 40 menit untuk pergi ke kamar mandi, namun hal itu disebabkan karena ia harus berjalan sejauh 1 km untuk pergi ke toilet orang berkulit hitam dan ia harus mengenakan heels. Mary harus datang dari satu pengadilan  dan mengikuti sekolah kelas malam untuk memperjuangkan haknya supaya bisa mendapatkan kuliah tambahan di SMA khusus kulit putih sebagai salah satu syarat menjadi teknisi insinyur di NASA. Dorothy bahkan harus bekerja keras belajar otodidak membaca buku tentang mesin IBM terbaru agar ia bisa tetap bekerja untuk bisa naik pangkat sebagai seorang supervisor karena perkembangan teknologi.

  • KERJA KERAS

Kita harus berani mencoba sesuatu hal yang baru. Dorothy terancam karena NASA mulai menggunakan teknologi terbaru, mesin komputer IBM. Namun Dorothy terus belajar secara mandiri, sampai mengambil buku dari perpustakaan umum (karena buku yang ia cari tidak ada di bagian ‘Colored People’) untuk menguasai mesin-mesin tersebut, sehingga dengan penuh ketekunan, ia dapat menjadi seorang supervisor yang mengawasi langsung dalam departemen teknologi tersebut. Mary yang harus berjuang agar ia bisa menjadi insinyur wanita kulit hitam pertama di NASA. Katherine harus bersabar dan menguatkan dirinya saat ia harus menghadapi orang-orang disekitarnya yang mengasingkannya, bahkan termos untuk ia minum dilabeli dengan cap ‘Colored’. Tapi semua terbayar pada akhirnya. Tidak ada kesuksesan yang diraih secara instan, semuanya harus melalui kerja keras dan rasa lelah.

  • KELUARGA & SAHABAT; PENYEMANGAT NOMOR SATU

Jangan pernah melupakan teman dan keluarga. Saat salah satu dari Katherine, Dorothy dan Mary memiliki masalah, mereka selalu ada satu sama lain untuk memberikan dukungan. Bahkan ketika Dorothy akan dipromosikan dan dipindahkan ke bagian mesin komputer IBM, ia mengajukan syarat bahwa rekan-rekannya yang dulu bekerja sama dengan dia juga ikut bersama dia, yang tentunya mereka semua telah ia ajari bagaimana mesin komputer IBM bekerja. Anak-anak Katherine juga diperlihatkan memberikan semangat kepada Katherine saat ia dalam kondisi lelah karena pekerjaan. Suami Mary akhirnya mendukung pekerjaan istrinya walau sempat pesimis diawal. Keluarga Dorothy juga terlihat harmonis. Di film ini, walaupun ketiga wanita ini bekerja tetapi mereka juga adalah seorang ibu yang harus bisa membagi waktu antara keluarga dan pekerjaan, dan mereka bisa menjadi contoh buat kita semua. Keluarga adalah orang terdekat kita, dan penyemangat nomor satu buat kita semua.

  • NEVER COMPLAINING

Jangan mengeluh untuk hal-hal yang tidak sesuai dengan apa yang kita diharapkan. Saat rekan kerja Katherine melakukan hal yang membuat Katherine merasa terdiskriminasi, yang ia lakukan hanya diam, ia tidak mengeluh namun terus bekerja menyelesaikan setiap tugasnya secara professional walau sampai larut malam.

 

Besar harapan UC Library akan muncul Katherine, Doroty, dan Mary yang baru, yang bangkit dari generasi sekarang. Generasi yang tidak lupa akan perjuangan dari Ibu Kartini yang membuktikan bahwa wanita bisa berkarya, berjuang, dan berhasil. Bukan hanya berhasil bagi diri sendiri, namun juga bermanfaat bagi orang-orang sekitar kita, baik itu keluarga, sahabat, teman, rekan kerja, dan siapapun di manapun kita berada.

collage

Suasana nonton bareng di Movie Time @ UC Library; Hidden Figures

 

Laser Cutting Rapikan Detail

Laser Cutting Rapikan Detail. Jawa Pos.15 Mei 2016.Hal.36

Surabaya- Priscilla Listia berhasil memadukan sesuatu yang berkesan tradisional dan teknologi modern. Evening gown dan cocktail dress tidak lagi tampil biasa. Ornamen batik bermotif bunga kuntil dihadirkan dengan teknologi laser cutting. Busana tersebut ditampilkan dalam perhelatan Surabaya Fashion Parade 2016.

Laser cutting adalah teknik memotong kain menggunakan laser yang menjiplak gambar atau desain yang sudah diprogramkan secara otomatis dari komputer. Penggunaan teknik itu menghasilkan detail yang sangat rapi. Sebab, serabut benang ikut dimatikan. Langkah itu, menurut Priscilla, sulit diterapkan pada cutting manual. “Bahan kulit sintesis dipotong menggunakan laser sesuai gambar atau desain dan dipres ke kain tile. Seluruhnya computerized,” jelas desainer dari Jakarta itu saat ditemui di Tunjungan Plaza kemarin (14/5).

Bernuansa hitam dan off-white, Priscilla mengedepankan batik tulis dari Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur. Evening gown yang di pamerkan merupakan perpaduan dari brokat yang kemudian dipres ke bahan organza. Adapun cocktail dress menggunakan perpaduan bahan satin. Hasil laser cutting batik dipres di atas kain tile. Kesan simpel, seksi, dan elegan terpancar dari siluet rancangan tersebut. “Koleksi yang saya tampilkan secara umum cocok untuk kegiatan sehari-hari. Tidak harus ke pesta, dress ini juga bisa digunakan jalan-jalan,” ujar alumnus Bunka School of fashion Jakarta tersebut.

Memilih hitam dan putih, kata pemilik brand Mia Amica itu, berkaitan dengan tema Truthful. Hal tersebut mewakili pernyataan yang tulus dan spontan dari suatu karya seni. Demikian pula simbol pada bunga kantil yang mengadung filosofi sungguh-sungguh di lingkungan yang suka cita. Motif bunga kantil di pilih karena merupakan ciri khas batik Probolinggo.

Sumber: Jawa Pos Minggu 15 Mei 2017