Jangan Rusak Gaun Mahal

Jangan Rusak GAun Mahal. Jawa Pos 6 Januari 2014.Hal.40

SURABAYA – Banyak orang mampu membeli gaun mahal. Tetapi sedikit yang benar-benar ngeh soal cara merawat gaun tersebut. Padahal, cara perawatan itu cukup sederhana.

”Bagi saya, ada empat cara,” ungkap Natalia Seotipto, desainer yang lulusan Melbourne School of Fashion. Pertama, simpan gaun didalam lemari bersuhu ruangan. Jangan terlalu lembap, jangan pula kena sinar matahari langsung. Tujuannya, kata Natalia menjaga kualitas warna. “Jika gaun kena sinar matahari lagsung, warna bisa memudar. Kecendrungannya menguning,” tambahnya.

Posisi penyimpanan gaun juga harus diperhatikan. Jangan dilipat. Sebab, itu bisa membentuk bekas garis pada gaun. Karena itu, usahakan agar gaun disimpan dalam posisi tergantung.

Kecuali, gaun berbahan dasar katun justru harus dilipat. Jika digantung gaun itu justru bisa melar. “Tentu, sebelum dipakai gaun harus disetrika dulu agar tetap rapi,” ujar desainer yang menyumbangkan tiga karyanya pada Miss World lalu. Nah, ketika gaun digantung, sebaiknya gunakan hanger berlapis busa. Hanger berbahan besi rawan menimbulkan noda karat pada busana.

Natalia juga mewanti-wanti agar gaun tidak terlampau lama ngendon didalam lemari. Sesekali, gaun juga harus “menghirup nafas” dengan keluar dari tempat penyimpanan. Tujuannya adalah me-refresh dan menghindari gaun dari bau tidak sedap.

Tan Han Goen, desainer sekaligus make-up artist, punya  tip indem ditto. Dia menambahkan bahwa gaun sebaiknya tida terlalu sering dicuci. Apalagi pakai deterjen biasa. Selain kualitas warna yang rusak, serat kain dapat terpengaruh. “Kalau kita tidak paham dan salah mencuci, akibatnya bisa fatal. Gaun bisa menyusut. Sebaiknya, Tanya pada disainer sebelum membeli,” kata peria yang berkecimpung di dunia fashion dan kecantikan sejak 20 tahun lalu tersebut.

Solusinya, mengangin-anginkan gaun. “Ini dilakukan kalua gaun tidak digunkan dalam waktu lama dan berada di ruangan ber-AC. Jadinya, jangan langsung dicuci ya,” tuturnya mewanti-wanti.

Selain itu, jangan bayangkan bahwa gaun mahal harus dirawat secara mahal pula. Tak melulu perlu mesin cuci digital untuk mencuci. Beberapa gaun berbahan lembut, misalnya sutera atau lace, harus dikucek dengan tangan dan air dingin.

Perhatikan juga penggunaan zat kimia yang biasanya digunakan untuk berdandan. Seperti hair dryer dan parfum. Sebab ada bebrapa bahan gaun yang justri anti dengan zat-zat seperti itu.

Sumber: Jawa-Pos-6-Januari-2014.Hal_.40

Sporty Feminin dengan Sneaker Wedges

Sporty Feminim dengan Sneaker Wedges.Jawa Pos 5 Januari 2014.Hal.40

SURABAYA – Kaum hawa Kota Pahlawan sedang nyaman dengan sepatu jenis sneaker wedges. Dari anak SMP sampai dengan ibu-ibu, ada yang mengenakan sepatu jenis tersbut. Salah satu penggemarnya adalah Joanne Andreas.

Siswi kelas VII Mawar Sharon Christian School itu mempunyai dua pasang sneaker wedges. Joanne membelinya karena ingin terlihat lebih tingi dengan dandanan sporty.” Satunya saya beli di Surabaya, sedangkan satunya saya beli di luar kota,”ungkap Joanne.

Di Surabaya yang juga pengamat fashion, Elizabeth Njo May Fen, mengungkapkan bahwa sneaker wedges menjadi salah satu alternatif bagi perempuan yang ingin tampil sportu sekaligus feminin. Khususnya untuk perempuan yang tidak begitu tinggi.

“Banyak brand sepatu terkenal dari luar negeri yang mengeluarkan produk sneaker wedges. Salah seorang artis luar negeri ang sering mengenakannya adalah Beyonce Knowles. Untuk dalam negeri juga tidak kalah, ada Agni Pratistha yang memakai sneaker wedges saat pernikahan.

Jadi kelihatan bagus karena pemilihan warna dan ornamen sepatunya cocok dengan gaun pengantin,” papar ownr Pison Art dan Fashion Foundation tersebut.

Untuk rumus padu padannya, bila ingin terlihat feminin, para perempuan bisa menggabungkan polo shirt dengan pleat shirt. Untuk tampilan kasual, penggunaan sneaker wedges bisa digabungkan dengan celana capri dan cropped jacket.

“Pake jins juga oke, asalkan nggak dipadukan dengan tampilan glamor seperti gaun bling-bling, “ ujarnya.(ina/c14/dos)

Sebelum Beli Sneaker Wedges

  1. Pilih warna netral.

Hitam, cokelat tua, putih, atau warna khaki bisa dipilih. Warna itu mudah dipadupadankan dengan baju aneka warna.

  1. Jangan pilih bahan kulit imiasi.

Bahan kulit asli mudah dirawat. Tinggal dilap atau disemir. Kekurangannya, pilihan memadupadankan bahan itu agak terbatas.

  1. Coba bahan kanvas atau denim.

Bahan itu menguntungkan untuk tampil kasual. Tapi, perawatannya sedikit lebih rumit.

Sumber: Jawa-Pos-5-Januari-2014.Hal_.40

Senang Diundang Fashion Week

Senang Diundang Fashion Week.Jawa Pos 1 Januari 2014.HAl.32

SURABAYA – Bergelut dengan hobi memang sangat menyenangkan. Misalnya, yang dilakukan Christian Belvin yang hobi menulis blog tentang fashion. Kekonsistenan dia menekuni hobi membuahkan hasil.

Terakhir, Belvin berkesempatan menghadiri pergelaran Singapore Fahion Week yang dihelat di Marina Bay Sands, Singapura, November lalu. “Saya nggak nyangka diam-diam banyak yang memperhatikan blog saya,” ujarnya lantas tertawa.

Kesenangan remaja 18 tahun tersebut bermula tiga tahun lalu. Sekitar pertengahan 2011, dia mulai terinspirasi para fashion blogger seperti Bryan Boy dan Rummi Nelly. Remaja yang baru lulus dari SMAK Santa Maria itu pun memutuskan untuk membuat blog sedniri. Awalnya, dia hanya memposting foto-foto sendiri dengan gaya yang sedang disukai.

Pada tahun yang sama, Belvin bertambah girangsaat mengetahui Surabaya bukan hanya dirinya yang punya hobi tersebut. Dia bertemu Maria Lene dasn Rima. Mereka pun mengadakan kopi darat, lalu membentuk komunitas pecinta fashion yang juga fashion blogger bernama Surabaya Vogue.

Belvin menyatakan, banyak keuntungan yang didapat selama menjadi fashion blogger. Misalnya, semakin dikenal di lingkungan pecinta fashion, di endorse dengan beberapa brand lokal Surabaya, punya banyak teman, dan yang paling menyenangkan adalah diundang untuk menghadiri ajang fashion week bergengsi.

“Undangannya bukan atas nama komunitas, tapi atas nama pribadi sebagai fashion blogger,” ujar Belvin lantas tertawa.(ina/c5/ayi)

Sumber: Jawa-Pos-1-Januari-2014.HAl_.32

Rasa Modern Bahan Lokal

Rasa Modern Bahan Lokal. Jawa Pos 23 Januari 2014.Hal.40

SURABAYA – Desainer khusus batik dari Jakarta, yakni Novita Yunu, mencoba membuat karya dari kain Nusantara itu dengan rasa modern. Ditemui kemarin saat pembukaan gerai miliknya di Surabaya, Novi mengungkapkan bahwa semua desainnya berawal dari prinsip think globally, dress locally. Artinya, berpikir global, berpakaian dengan bahan lokal.

Ide membuat item fashion yang stylish dari batik itu muncul ketika Novi jalan-jalan ke luar negeri. Dia muncul batik-batik Indonesia yang digunakan dengan modis. “Nah , kenapa yang didalam negeri sendiri tidak dibikin keren juga? Saya bermain cutting baju dan pemilihan kain,” kata perempuan peraih UNESCO Award of Excellence for Handicrafts 2012 tersebut.

Untuk busana, Novi sering membuat blus yang dikombinasikan dengan bordir atau brokat. Batik yang dipilh kebanyakan punya motif tidak biasa. Misalnya,batik lurik merah putih dari Madura. Bawahannya adalah rok tumpuk dari batik solo. Ada juga batik tuban. “Karena sekarang ada di Suarabaya, saya mengeksplorasi batik-batik di Jawa Timur,” paparnya. Desainnya juga diaplikasikan pada beragam bentuk tas dan sepatu hak tinggi.(ina/c14/ayi)

Sumber: Jawa-Pos-23-Januari-2014.Hal_.40

Mengolah Si Pisang Raja

Mengolah Si Pisang Raja. Radar Surabaya.9 Desember 2014.Hal.8

PISANG raja dikenal rasanya enak. Baunya harum. Daging buahnya pun lembut dengan rasa manis yang kuat. Pisang ini cocok dijadikan sebagai aneka kudapan. Seperti, es pisang ijo, pisang goreng, cake pisang, crepes, dan pancake. Bisa juga, pisang cukup dikukus dan dijadikan kudapan yang nikmat untuk teman menyeruput teh manis atau kopi. (c2.opi)

MEMILIH PISANG

  • Pilihlah pisang yang warnanya kuning cerah dengan bagian ujungnya masih kehijauan,
  • Hindarilah pisang yang sudah cacat,cekung, dan terkoyak kulitnya.
  • Pisang yang kuat baunya juga sebaiknya dihinari. Sebab, jelas pisang itu terlalu matang.
  • Simoan pisnag dalam suhu ruangan.
  • Bercak-bercak kecil kecoklatan pada kulit pisang merupakan sesuatu yang normal. (sup/c2/opi)

CREPES PISANG RAJA

BAHAN KULIT:

  • 200 gr tepung terigu
  • 1 sdt baking powder
  • 1 butir telur
  • 50 gr gula pasir
  • 300 ml susu cair
  • ¼ sdt garam
  • 2 sdm margarin, lelehkan

BAHAN ISI:

  • 3 buah pisang raja, potong bulat1/2 cm
  • 30 gr meises cokelat
  • 100 gr keju cheddar, parut

CARA MENGOLAH:

  1. Kulit : campur telur dan gula pasir. Aduk hingga gula pasir larut. Tuang susu cair dan aduk rata. Masukkan ke dalam campuran tepung terigu dan baking p[owder yang diayak. Aduk rata. Tambahkan garam dan margarin. Aduk hingga rata. Diamkan selama 15 menit.
  2. Panasakan wajan dadar anti lengket. Tuang satu sendok sayur adonan. Ratakan hingga tipis. Masak dengan api keci; hingga matang. Lakukan hingga adonan habis. Sisihkan.
  3. Ambil selembar kulit. Tata pisang raja, meises cokelat, dan keju cheddar parut di satu sisi. Lipat dua dan lipat lagi jadi dua. Hidangkan saat masih panas.

Keterangan:

  • Untuk 2 porsi
  • Proses 60 menit
  • Biaya 15 ribu

PaANCAKE PISANG RAJA

BAHAN:

  • 3 buah pisng raja matang
  • 3 butir telur

CARA MENGOLAH:

  • Haluskan buah pisang.
  • Kocok ringan telur.
  • Masukkan pisang yang telah halus ke dalam adonan telur.
  • Panaskan penggorengan anti lengket dengan api sedang. Masukkan adonan secukupnya. Masak hingga berbusa dan balik adonan. Masak selama 1-2 menit. Angkat dan hidangkan. Tambahkan toping gula cair atau sirup keuskaan.

Keterangan:

  • Untuk 4 porsi
  • Proses 60 menit
  • Biaya 15 ribu

ES PISANG IJO RAJA

BAHAN KULIT:

  • 750 ml sanatn
  • 1 sdm mentega
  • 3 sdm minyak
  • 500 gr terigu
  • Daun pandan secukupnya
  • 10 pisang raja matang

PELENGKAP:

  • Bubur sum sum secukupnya
  • Sirup merah

CARA MENGOLAH:

  • Kukus pisang hingga matang. Kupas kulitnya dan sisihkan.
  • Blender beberapa lembar daun pandan bersama santan. Kemudian saring.
  • Campur santan, mentega, minyak, dan sedikit garam. Didihkan sambil diaduk-aduk supaya santan tidak pecah.
  • Tuang ke dalam tepung. Aduk hingga benar-benar rata.
  • Aduk adonan hingga kalis. Tambahkan sedikit santan agi kalau adonan keras.
  • Tipiskan adonan kira-kira 1,5 mili, bungkus permukaan pisang. Kukus kira-kira 10 menit sampai kulit cukup matang. Angkat, dinginkan, dan sisihkan.
  • Penyajian: iris pisang hijau. Siram dengan bubur sumsum dan sirup merah. Beri keprukan es batu. Santap dalam keadaan dingin.

Keterangan:

  • Untuk 4 porsi
  • Proses 60 menit
  • Biaya 15 ribu

PISANG RAJA PAI

BAHAN:

  • 125 gr tepung beras
  • 110 ml air
  • ½ sdt garam
  • 8 buiah pisang raja
  • 500 ml air
  • 2 lembar daun pandan
  • ½ sdt garam

BAHAN TABURAN KUKUS:

  • 150 gr kelapa parut kasar
  • ½ sdt garam

CARA MENGOLAH:

  • Aduk tepung beras, air, dan garam smapai rata. Sisihkan.
  • Rebus air, daun pandan, dan garam sampoai mendidih.
  • Celupkan pisang dlaam larutan tepung.
  • Masukkan dalam rebusan air pandan. Rebus sampai matang.
  • Angkat dan tiriskan. Gulingkan dalam kelapa parut kasar. Setelah tercampur rata, hidangkan.

Keterangan:

  • Untuk 3 porsi
  • Proses 60 menit
  • Biaya 10 ribu

Sumber: RADAR SURABAYA. 9 DESEMBER 2014. HAL 8

Menjajal Kenikmatan Laksa Tangerang

Menjajal Kenikmatan Laksa Tangerang. Kontan.24-30 November 2014.Hal.40

Mencicipi laksa khas Tangerang nan nikmat di Laksa Tangerang Bang Kumis Bewok.

Surtan Siahan

Di awal musim hujan kayak sekarang dengan udara yang lebih sejuk, memang asyik berburu makanan berkuah yang hangat lagi nikmat. Salah satu kuliner yang wajib masuk daftar buruan adalah laksa tangerang.

Mi berbahan tepung beras yang berendam dalam kuah merah nan hangat inimemamng oke punya. Mencari penjajanya juga enggah susah, Tangerang, sudah ada kawasan kuliner khusus yang menjual laksa.

Namanya: Kawasan Kuliner Laksa Tangerang. Letaknya di Jalan Moh. Yamin, Kota Tangerang, persis di areal taman Lmebaga Permasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Wanita Tangerang atau di samoping gerai Kentucky Fried Chicken (KFC).

Ada delapan penjual laksa tangerang di kawasan kuliner ini, yang menghuni bangunan menyerupai saung sepanjang 40 meter. Kapasitasnya besar, bisa menampung 200 orang sekaligus. Sejumlah pohon besar menaungi saung sehingga uara menjadi lebih segar.

Di dalam saung, tiap penjual punya meja dan kursi sendiri. Mereka masing-masing juga memiliki gentong pikulan dan papan nama kayu sebagai penanda. Dan, kawasan kuliner ini buka dari jam tujuh pagi sampai dua belas malam.

Nah, penjual yang menjadi favorit oengunjujg adalah Laksa Tangerang Bang Kumis Bewok. Atin, sang penjual, hanya buka hingga pukul sepuluh malam. Sebelumnya, ia berdagang di pinggir jalan depan Lapas. Setelah Pmerintah Tangerang empat tahun lalu,dia pun pindah.

Begitu anda memesan, tangan Atin pun lincah menarik mi laksa dari dalam bakul bambu. Habis itu, gentong tanah liat berisi kuah laksa pun dibuka. Kuahnya selalu panas lantaran api kompor gas di bawah gentong terus menyala.

Setelah kuah laksa menggenangi piring, pria yang sudah 15 tahun jualanj laksa tangerang ini pun mengeruk endapan kacang ijo dan menumpuknya  di atas mi. Sebagai pemungkas, sejumput rajangan daun kucai ditabur di atas laksa.

Anda bisa memilih teman makan laksa tangerang: ayam panggang atau telur. Istimewanya, sebelum disajikan, ayam panggang dicemplungkan sejenak ke dalam kuah. Alhasil, aromanya kian wangi dan menambah citrarasa kuah.

Atin tidak menggunakan susu, meski banyak juga pelanggannya yang meminta.

Tampilan laksa tangerang racikan Atin tidak beda dengan laksa tangerang lainnya. Mi tepungt beras putih, dan tumpukan kacang ijo dang kentang yang cukup banyak. Agar rasa lebih tajam, Anb=da bisa tambahkan sedikit sambal ke dalam laksa.

Tapi terkadang lidah memang punya penilainnya sendiri. Sesendok kuah laksa tangerang buatan Atin mampu bicara banyak. Begitu lidah kuah laksa, rasa manis yang pendek terasa. Begitu juga gurih santan yang memang ditambahkan sebagai bumbu.,

Sejatinya, kuah laksanya cukup halus dan ringan. Cuma, kehadiran kacang ijo dan kentang yang cukup banyak membuat kuah terasa kental dan berat. Begitu diseruput, teksturkacang ijo dan kentang menjadi kenikmatan tersendiri. Apalagi, setelah ikut lumer bersatu dengan kuah dan tertelan dalam tenggorokan. Rasanya  mantap. Kuah yang beraroma segar daun kucai pun makin ciamik karena tekstur mi tepung beras putih yang kenyal, tak seperti mi gandum yang lebih lembek.

Tidak pakai susu

Icip-icip pun kian seru dengan kehadiran ayam kampung panggang. Warnanya merah, terpapar kuah laksa. Begitu digit, serat ayam terasa semakin empuk akibat digodok dalam kuah panas. Bumbu ayam panggang makin terasa ramai lantaran menyerap kuah laksa. Rasa ayam panggangnya tidak hilanbg terlindas bumbu laksa. Rasanya gurih dan tidak menggunakan kecap, sebab rasa kuah laksa memang sudah manis.

Nah, ini yang membedakan laksa tangerang buatan Atin beda dengan laksa kebanykan. Maklum, banyak orang mengeluhkan rsa laksa tangerang yang belakangan seperti seragam biang keladinya. Untuk mendapatkan rasa manis dan kekentalan yang pas, banyak pedagang laksa memakai susus kental manis.

Namun, menurut Atin, pemakaian susu tidak pas lantaran merusak keaslian citrarasa laksa tangerang. Seharusnya, rasa laksa lebih beragam vbergantung pada takaran bumbu yang diyakini oleh peraciknya. Dan, laksa tangerang sebetulnya sudah manis karena menggunakan kacang ijo dan sedikit gula merah. Jika memakia susu, gurih santan akan tertutup dengan rasa manis yang panjang di lidah.” Susu tidak bikin gurih, hanya bikin butek,” katanya. Karena itu, Atin tidak menggunakan susu, meski banyak pelanggannya yang meminta.

Untuk ayam, Atin hanya menggunakan ayam kampung. Dia pun memanggang dengan racikan bumbu kuning tanpa kecap. Saat dipanggang, api pun tidak besar sehingga ayam hanya setengah matang. Agar dagingnya empuk, ia merendamnya dalam kuah laksa. “ Sisanya biar proses masak dalam kuali kuah laksa yang membuatnya kian matang,” ujarnya.

Nilam, warga tangerang, menggemari laksa buatan Atin gara-gara kuahnya yang gurih. Rasa manis kuah laksanya tidak terlalu tajam. Biasanya, dia mampir ke Kawasan Kuliner Laksa Tangerang saat jam makan siang. “ Tempatnya luas, jadi kita tidak takut enggak kebagian tempat,” katanya.

Anda juga kepingin kena tampar laksa tangerang buatan Atin yang gurih dan enak? Untuk mencicipi sepiring laksa yang hangat, Anda hanya perlu Rp 7.000. plus telur, harganya menjadi Rp 9.000 per porsi. Kalau tambah ayam panggang, jadi Rp 16.000.

Untuk menyegarkan kerongkongan sehabis mendaskan sepiring laksa tangerang, ada aneka minuman dnging seperti es kepala muda. Harganya, Rp 10.000 per buah.

 

Tempat Dagang Gratis

Sejak puluhan tahun jalan di depan Lapas Kelas IIA Wanita Tangerang memang menjadi pusat penjual lasksa khas Tangerang. Para penjaja laksa sudah turun termurun mangkal di Jalan Moh. Yamin ini.

Samapi sekitar empat tahun lalu kondisi itu berubah total. Lapak para penjual laksa digusur oleh si pemilik tanah. Untungny, Pemerintah Kota Tangerang menyelematkan keberadaaan mereka, dengan membangun pusat kuliner tidak jauh dari lokasi awal. Pemerintah tangerang melobi pengurus Lapas untuk mendirikan saung besar di areal taman mereka dan berhasil.

Para penjual laksa mengaku ketiban rezeki dengan keberadaan Kawasan Kuliner Laksa Tangerang. Satu satu alasannya, jam berjual;an menjadi lebih panjang. “ Sebelumnya, kami cuma bisa berjualan samoai petang saja,” kata Atin.

Keuntungan lainnya, para penjual laksa tidak perlu membayar sewa tempat itu. Mereka hanya patungan untuk membayar listrik bulanan.

Otomatis, sejak pindah ke tempat baru, penghhasilan para pendagang pun bertambah. Jika dulu hanya mampu menjual 100 porsi per hari. Saat ini mereka bisa meningkatkan dua kali lipat hingga tiga kali lipat bahkan lebih.

Para pengnjung pun lebih nyaman bersantap di kawasan kuliner ini. Mereka juga enggak pusing soal temoat parkir.

Sumber: Kontan.24-30-November-2014.Hal_.40