Pameran Asesoris Interior karya INA Student batch 2017

DSC04943

Bekerja sama dengan Ibu Maureen Nuradhi (pengampu mata kuliah EINAS 1 INA UC), saat ini di UC Library lounge diadakan Pameran Asesoris Interior karya INA Student batch 2017.
INA Student Batch 2017 memamerkan karya desain asesoris interior dari mata kuliah Entrepreneurial Interior Architecture Studio semester 1. Mata kuliah ini memfasilitasi para mahasiswa untuk belajar dasar-dasar desain dan menerapkannya dalam karya dua dan tiga dimensi.
Pameran ini bisa dinikmati di UC Library Lounge hingga 22 Desember ini, dan akan dilanjutkan pada Januari 2018 nanti. Karya ini adalah tugas terakhir mahasiswa EINAS 1 setelah sebelumnya menghasilkan 9 jenis karya yang bisa dinikmati di gallery online di instagram: @ina_aksen.

 

collage

collage 2

iTalk (Innovation Talk): Preserving Cultural Heritage of Majapahit

featureBertemakan “Preserving Cultural Heritage of Majapahit”, UC Library kembali melaksanakan iTalk (Innovation Talk) pada Kamis lalu (23/11) yang kali ini kembali bekerja sama dengan Bpk. Akhmad Ryan Pratama (pengampu mata kuliah ISBD-UC) serta komunitas Timur Lawu  dan bertempat di Student & Service Lounge lantai 2 UC. Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati 724 tahun Majapahit ini mengajak Bagoes Septyan Tri Pamungkas [Aktivis Save Trowulan, mahasiswa HTB-UC], dan Awang Firmansyah, S.Or., M.Kes [Penggiat Wisata Cagar Budaya Komunitas Timur Lawu] sebagai pembicara.

Diacara yang dimulai sekitar pkl 08.00 wib ini, peserta belajar tentang Begitu dahsyatnya kerusakan lingkungan budaya maupun alam yang menimpa peninggalan Kerajaan Majapahit. Kemegahan ibu kota Majapahit yang kini nyaris tak berbekas dan berburu dengan waktu untuk lenyap sama sekali. Salah satu ancaman terhadap sisa-sisa warisan Majapahit adalah industrialisasi yang berkembang sejak abad XIX. Industri yang masih terus berlanjut hingga kini misalnya adalah pabrik batu bata yang jumlahnya ribuan di wilayah ini.

Penemuan berbagai macam artefak, struktur, hingga bangunan warisan Majapahit hingga hari ini masih berlangsung. Bukanlah hal yang luar biasa, jika anda memiliki sebidang tanah atau rumah di wilayah ini kemudian hendak melakukan pembangunan tiba-tiba menemukan suatu warisan yang besar kemungkinan peninggalan Majapahit.

Upaya penyelamatan dan pelestarian peninggalan Kerajaan Majapahit telah dilakukan oleh banyak pihak sejak abad XIX. Arkeolog, sejarawan, arsitek, dan para sarjana dari berbagai ilmu telah melakukan berbagai ekskavasi dan penelitian lainnya guna menyelamatkan warisan Majapahit yang tersisa. Candi dan monumen yang masih ada terus dirawat oleh pemerintah hingga kini.

Masyarakat Trowulan dan sekitarnya juga ikut serta menyelamatkan warisan Majapahit dengan beragam cara. Salah satunya adalah dengan menyelenggrakan industri kerajinan berbasis tradisi dan artefak peninggalan Majapahit. Inisiator industri kreatif ini muncul dari Pak Sabar, seorang pegawai museum yang telah bekerja dengan pendiri Museum Majapahit, Henry Maclaine Pony sejak masa Hindia Belanda.

Diberbagai desa dan dusun di wilayah Trowulan masih kita dapati bentuk-bentuk festival tahunan yang diyakini juga merupakan warisan Majapahit. Festival tahunan berupa ruwat desa juga merupakan wajisan Majapahit. Festival tahunan berupa ruwat desa atau dusun telah dicatat oleh para peneliti Belanda sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Perayaan ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat luas atas kemakmuran yang mereka dapatkan dari sang Maha Kuasa.

Kini, industri lainnya yang ramah terhadap pelestarian lingkungan alam maupun budaya seperti pariwisata telah menggeliat di Trowulan. Beragam pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat lokal diadakan berbagai pihak demi kemajuan bersama. Peran serta kita dalam industri semacam ini diharapkan akan mengalihkan terserapnya sumber daya manusia dalam industri berat yang akan mengancam kelestarian Trowulan. Maka peran serta kita bersama merupakan hal yang mutlak untuk menyelamatkan warisan Majapahit.

collage 3Untuk foto-foto yang lain, silahkan  klik disini.

 

i’Talk (Innovation Talk) | Basic Design Implementation

collage - Copy

Bekerja sama dengan Fakultas Industri Kreatif, i’Talk (Innovation Talk) UC Library kembali hadir dengan tajuk “Basic Design Implementation” pada Kamis lalu (16/11). Acara yang berisi sharing knowledge dari buku ‘Dasar-Dasar Desain’ ini mengundang sang penulis buku langsung, Bpk. Drs. Bambang Irawan sebagai narasumber di acara yang dilaksanakan di Ruang Theatre lt. 7 UC.

Pak Panji Yohanes (Staf UC Library) membuka acara yang dihadiri oleh 155 peserta yang terdiri dari mahasiswa jurusan INA (Interior & Architecture), VCD (Visual Communication Design), FDB (Fashion & Design Business), dan beberapa dosen dan staff yang hadir.

Sebagai moderator ditunjuklah Ibu Soelistyowati (Dosen FDB) memandu acara yang dimulai sekitar Pkl 13.00 wib ini. Di acara ini dijelaskan oleh Bpk. Drs. Bambang Irawan bahwa dalam kegiatan mendesain, desainer mempermasalahkan kebutuhan konsumen, daya beli, seleranya, proses produksinya, lalu merumuskan gagasan bentuk produksinya dalam bentuk sebuah model. Proses desain dimulai dengan tuntutan atau kebutuhan yang  bisa timbul dari pribadi seseorang atau masyarakat luas. Contohnya saat ini perubahan jaman yang semakin berubah membuat tempat minum saja pun dibuat bukan hanya sekedar nyaman dipakai, tetapi juga supaya menarik apalagi jika diproduksi secara masal. Bagaimana membuat orang menyukainya sehingga terjadilah pemikiran-pemikiran dicari solusinya bagaimana cara membuatnya.

Untuk mencari solusi atas kebutuhan tersebut, desainer harus mengerti dan menentukan langkah-langkah  kerjanya agar gagasannya dapat diwujudkan, yaitu dengan menelusuri apa, siapa, mengapa, kapan, dan di mana, kemudian melakukan analisa untuk  mencari bagaimana gagasannya dapat diwujudkan. Dalam tahap mencari “bagaimana” itulah dituntut kreatifitas yang tinggi.

Persyaratan terakhir adalah dibutuhkannya peranan estetika, sehingga semua produk desain tersebut di atas tampak indah atau setidak-tidaknya tampak menarik bagi masyarakat penggunanya. Dengan estetika, suatu bentuk dapat memberikan pengalaman estetis yang berupa greget, perasaan senang, berbagai macam sensasi, aspirasi dan motivasi bagi manusia pemakainya.

Untuk menjadi seorang desainer, ibaratnya menaiki anak tangga maka dia harus melangkahnya mulai dari yang paling awal. Dalam hal ini dia harus mempelajari dan menguasai dasar-dasar desain.

Sekitar pkl. 14.30 wib acara selesai dan ditutup oleh penampilan dari UKM Band Resonance dengan lagu “Hari Bersamanya” dari Sheila on 7.

collage 2

Untuk foto-foto yang lain, silahkan klik disini.

 

 

Photo Exhibition “Majapahit: The Natural Environment & Cultural Heritage”

collage

Rusaknya beberapa situs cagar budaya yang terjadi akhir-akhir ini merupakan sebuah kehilangan besar bagi kita semua. Cagar budaya di Indonesia sangat banyak jumlahnya, butuh peran aktif dari pemerintah dan juga masyarakat untuk bisa merawat serta melindungi cagar budaya tersebut. Dalam lingkup Jawa Timur sendiri jumlah cagar budaya sangat banyak, namun tidak semuanya mendapatkan perhatian yang baik dari pemerintah ataupun masyarakat. Tidak adanya upaya konservasi ini dan ditambah dengan rasa ketidapedulian serta rasa kepemilikan yang rendah, membuat bangunan-bangunan cagar budaya ini semakin tersingkirkan secara perlahan.
Karena itu, UC Library bekerjasama dengan Bpk. Akhmad Ryan Pratama (pengampu mata kuliah ISBD-UC) dan komunitas Timur Lawu mengadakan pameran foto bertajuk “Majapahit: The Natural Environment & Cultural Heritage” dari tanggal 13-30 November 2017 bertempat di Library Lounge UC, lt. 2.
Dalam exhibition ini dipamerkan mengenai kondisi faktual beberapa situs cagar budaya kerajaan Majapahit yang terdapat di Jawa Timur. Situs Majapahit kami pilih karena situs-situs ini terletak di Jawa Timur, dan secara geografis sangat dekat dengan Surabaya. Majapahit juga merupakan salah satu kerajaan terbesar di Nusantara dan selain itu, pada bulan Nopember ini merupakan bulan peringatan kelahiran Kerajaan Majapahit yang ke 724 tahun. Karenanya dengan memanfaatkan momentum tersebut, kami berupaya untuk memberikan akses informasi mengenai situs-situs tersebut dengan mengadakan kegiatan ini.
Diharapkan melalui pameran foto ini, dapat memberikan informasi yang akhirnya mampu menggugah rasa bangga akan kepemilikan cagar budaya yang ada di Nusantara, sehingga dengan rasa kebanggaan dan rasa kepemilikan tersebut, akan meningkatkan kepedulian untuk menyelamatkan dan melindungi situs-situs cagar budaya yang ada di Indonesia.
Lestari alamku, lestari budayaku.
“The world is getting more connected through technology and travel. Cuisines are evolving. Some people are scared of globalization, but I think people will always take pride in cultural heritage.” 
– John Mackey

i’Talk (Innovation Talk) | THALASSEMIA: How to Prevent it

IMG_3600

Suara merdu Awdella (finalis Rising Star RCTI 2017) mengiringi awal jalannya acara iTalk (Innovation Talk) yang kembali hadir pada Jumat lalu (3/11) bertempat di Student Lounge & Service lantai 2 UC. Mahasiwa IBM bernama lengkap Alda Wiyekedella A.S. ini menjadi vokalis band Resonance (UKM Band) yang bertugas menjadi band pembuka dan penutup acara yang kali ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UC dan Rotary Club. Dimulai sekitar pkl. 11.00 wib, tema yang diangkat di acara yang dihadiri oleh 65 peserta ini, adalah “THALASSEMIA: How to Prevent it”. Thalassemia sendiri adalah penyakit kelainan darah bawaan yang diturunkan oleh kedua orang tua ke anaknya dan disebabkan oleh berkurangnya atau tidak terbentuknya protein pembentuk hemoglobin dan akibatnya eritrosit mudah pecah dan mengakibatkan anemia. Perlu diketahui 1:10 orang Indonesia adalah pembawa gen Thalassemia dan penyakit ini TIDAK MENULAR serta DAPAT DICEGAH.

dr. Andy Cahyadi, Sp.A, sebagai pembicara kala itu menjelaskan, di Indonesia yang paling banyak adalah Thalassemia Beta Mayor (sekitar 3-10%), dan wilayah yang paling tinggi presentase Thalassemianya adalah di Aceh dan di DKI. Hal yang perlu diketahui adalah Thalassemia belum dapat disembuhkan tetapi dapat dicegah, pengobatan yang diperlukan juga mahal karena durasi pengobatan adalah seumur hidup dan komplikasinya banyak. Pertama kali ditemukan di Amerika Serikat, pada tahun 1927. Sebagian besar penderita Thalassemia hanya memiliki usia hidup sampai berusia 30 tahun.
Beberapa hal yang bisa kita lakukan sebagai bentuk pencegahan:
– Sebaiknya orang tua senantiasa memperhatikan kesehatan anaknya
– Perlu dilakukannya penelusuran pedigree/garis keturunan untuk mengetahui adanya sifat pembawa thalassemia pada keluarga penderita thalasemia.
– Sebaiknya calon pasutri sebelum menikah melakukan konsultasi untuk menghindari adanya penyakit keturunan, seperti pada thalassemia.
– Perlu dilakukannya upaya promotif dan preventif terhadap thalassemia kepada masyarakat luas yang dilakukan oleh pelayan kesehatan.

6

7

Movie Time: “Ransel Lusuh” (Collaboration with komunitas Love Suroboyo & HTB-UC)

1

‘Ransel Lusuh’ menjadi film yang diputar di Movie Time @ UC Library pada Jumat lalu (27/10) hasil kerja sama bareng program studi HTB-UC (Hospitality and Tourism Business-UC) dan komunitas Love Suroboyo. Acara yang berlangsung di Library Lounge ini dipandu oleh ibu Clarissa Listya Susilo, S.E., M.M. sebagai dosen pendamping mahasiswa program studi HTB. Acara yang dibagi dalam 2 sesi ini dihadiri sekitar 50 peserta di masing-masing sesinya dan tampak peserta antusias melihat film dengan bahasa Suroboyoan-nya ini.

collage

6

Foto bersama UC Library dengan Ibu Clarissa Listya Susilo, S.E., M.M. (Dosen HTB) dan komunitas Love Suroboyo.

 

i’Talk (Innovation Talk) with Prof. Dr. Yoes Prijatna Dachlan, dr., M.Sc., Sp.Par(K)

feature

UC Library kembali mengadakan i’Talk pada Jumat lalu (20/10) yang kali ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran UC dengan narasumber guru besar dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya dan diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari 45 mahasiswa kedokteran, dan 5 mahasiswa Hotel & Tourism Business (HTB-UC). Bertempat di Student & Service Lounge, sekitar pukul 07.30 acara dimulai dan dibuka oleh Ibu Kathy Mamahit selaku Library Head dan sebelum Bu Kathy menyerahkan kepada narasumber, peserta dihibur oleh penampilan UKM Band Resonance. Acara yang mengambil tema “Ancaman Malaria dalam Dunia Wisata” ini hadir dengan narasumber dari Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Yoes Prijatna Dachlan, dr., M.Sc., Sp.Par(K) (Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya).

Dijelaskan dalam acara ini, dalam dunia pariwisata, kita kenal juga beberapa daerah, khususnya di Indonesia yang merupakan endemik malaria. Dalam paparan Prof. Yoes, angka kematian akibat malaria di Indonesia sudah menurun sebanyak 17% pada tahun 2000-2010. Meskipun begitu, wisatawan harus tetap berhati-hati dan melakukan pencegahan. Sebelum berwisata, wisatawan diharapkan dapat mencari informasi bagaimana pola malaria di tempat yang akan dikunjungi serta membawa obat yang diperlukan. Gejala dari malaria itu sendiri seperti back pain, sakit kepala, diare, mual, muntah dan dilanjutkan dengan demam tinggi.
Untuk itu kita harus lebih berhati-hati ya. Lakukan konsultasi kesehatan dengan dokter sebelum melakukan perjalanan ke daerah endemis malaria dan lakukan tindakan pencegahan. Kegiatan-kegiatan pemberantasan penyakit malaria yang dilakukan berupa menghindari gigitan nyamuk anopheles, membunuh nyamuk anopheles dewasa dengan insektisida, membunuh jentik nyamuk, mengurangi tempat perindukan nyamuk, mengobati penderita malaria serta pemberian pengobatan pencegahan. Jika tindakan pemberantasan dan  pengobatan  penyakit malaria dilakukan dengan baik, diharapkan dapat menurunkan angka kematian, angka kesakitan dan angka infeksi akibat malaria. Sebagai anggota masyarakat yang peduli terhadap kesehatan  diharapkan menjaga kebersihan diri maupun lingkungan rumah.

Untuk menghindari penyakit malaria diharapkan masyarakat melakukan pencegahan seperti memakai obat anti nyamuk dan kelambu pada malam hari untuk mencegah penyakit malaria.

collage 1

collage 2

i’Talk (Innovation Talk) with Ferdy Herdi Hartanto (Manager Markplus Consulting Marketeers Surabaya)

IMG_3927

Bertemakan ‘Understanding Consumer Behavior Through Consumer Research’, UC Library kembali melaksanakan iTalk (Innovation Talk) pada Senin lalu (16/10) yang kali ini kembali menggandeng Program Studi Psychology dan bertempat di Student & Service Lounge lantai 2 UC. Tim dari Markplus Consulting Marketeers Surabaya menjadi narasumber pada acara yang dimulai pada sekitar Pkl. 14.00 WIB ini dan menunjuk Pak Sakti dan Pak Ferdy Herdi Hartanto (Manager Markplus Consulting Marketeers Surabaya) sebagai pembicaranya.

Diacara yang dimoderatori Ibu Theda Renanita, S.Psi., M.A. yang juga dosen di jurusan Psikologi UC ini peserta belajar tentang perilaku konsumen ditinjau dari sisi psikologi. Dijelaskan pula tentang kenapa memahami perilaku pelanggan itu penting, dikarenakan saat ini pengambilan keputusan bisa didasari oleh banyak hal. Bicara tentang populasi di Indonesia terlebih dahulu. Ketika kita mau mempelajari perilaku, kita juga harus melihat segmen yang akan kita tuju. Saat ini tingkat pendidikan sering berpengaruh dalam pengambilan keputusan.

Penggunaan digital melesat termasuk di Indonesia. Indonesia berada di peringkat 1 pengguna internet pada tahun 2014, 181 menit setiap harinya dihabiskan untuk menggunakan internet. Iklan yang beredar juga mempengaruhi keputusan pelanggan dalam membeli, orang-orang mencari informasi melalui teman atau langsung mendatangi toko-toko. Hal ini berdampak pada:

  1. Perilaku berfikir dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Perilaku sosial atau interaksi dengan masyarakat.
  3. Perilaku pengambilan keputusan.

Perilaku konsumen adalah proses pengambilan keputusan dan kegiatan fisik individu-individu yang semuanya ini melibatkan individu dalam menilai, mendapatkan, menggunakan, atau mengabaikan barang-barang dan jasa-jasa. Banyak faktor yang mempengaruhi perilaku konsumen, diantaranya faktor budaya, social, psikologis, dan faktor marketing strategy.

Dalam memutuskan suatu pembelian, ada beberapa tahap yang dilakukan konsumen, diantaranya pengenalan masalah, pencarian informasi, evaluasi alternative dan keputusan pembelian.

Setiap orang-orang memiliki perilaku yang berbeda-beda, maka dari itu harus dilakukan pengamatan untuk tahu apa yang menjadi behaviour mereka ketika berbelanja.

Dan agar tahu ekspektasi yang diinginkan customer dan agar mendapat SOP yang ideal, kita  harus mengunjungi customer kita terlebih dahulu, menggali apa saja yang diinginkan oleh customer kita.

 

“Knowing who your customers are is great, but knowing how they be have us ever better” Jon Miller.

collage 1 collage 2

 

 

 

 

i’Talk (Innovation Talk) | Make Over: Tips & Trick

DSC05972

 

UC Library dan FDB-UC (Fashion Design & Business) bekerja sama dengan On Market Go+, pada Jumat (13/10) mengadakan kegiatan i’Talk (Innovation Talk) bertema Make Over: Tips & Trick. Sebagai narasumber ditunjuklah Hendy Monangin (Founder On Market Go+ & On Market Go! Event), Claudia Carolina (Store Manager On Market Go+), dan Arman Hifni Ramadhan di acara yang diadakan di Student & Service Lounge ini.
Dijelaskan dalam acara yang dimulai Pkl. 13.00 WIB ini, Make Over sendiri adalah perubahan dari diri sendiri mulai dari rambut, make up, busana, sepatu. Misalnya dari yang bergaya tomboy ingin berubah menjadi bergaya feminin. Dan agar make over yang kita lakukan bisa berhasil, kita harus bisa:
1. Kenali bentuk tubuh (kelebihan & kekurangan).
2. Temukan gaya yang diinginkan dalam hal berbusana.
3. Lakukan beberapa eksperimen dalam berbusana.
4. Putuskan, mana gaya berbusana nyang harus dijaga dan mana yang harus ditinggalkan.
Acara peragaan busana oleh perwakilan mahasiswa UC dan permainan memadukan busana dengan tema kreasi sendiri juga menjadi bagian dalam acara yang dimoderatori oleh bu Marini Yunita Tanzil (Dosen FDB-UC) ini.

collage

collage 2

Apa sih yang bisa kita pelajari dari tokoh-tokoh di film OKJA?

o4

Selama 10 tahun yang indah, Mija (Ahn Seo-Hyun) muda telah menjadi pengasuh sekaligus pendamping setia Okja – binatang sejenis Babi berukuran super besar – di rumahnya di pegunungan Korea Selatan. Tapi semuanya berubah ketika perusahaan Mirando Corporation membawa Okja untuk promosi produk perusahaannya dan membawanya ke New York, di mana sang CEO pengusaha konglomerat Nancy Mirando (Tilda Swinton) sangat terobsesi untuk menjadi pengusaha yang sukses memiliki rencana besar untuk Okja, teman tercinta Mija. Tanpa rencana yang jelas, tapi dengan tujuan yang bulat, Mija memulai misi penyelamatan Okja. Itulah premis film ‘OKJA’ yang diputar di Movie Time @ UC Library pada Jumat (22/9) lalu.

Apa saja sih yang bisa kita pelajari dari para tokoh film ini?

(Spoiler Alert)

  1. Mija (Ahn Seo-Hyun) & Okja.

Meskipun Okja memiliki berat ratusan kilo lebih besar dari Mija dan spesies yang sama sekali berbeda, namun mereka adalah Best Friend Forever! 2 sahabat yang tidak terpisahkan.

Di awal film, ditunjukkan bagaimana persahabatan mereka ditunjukkan ketika mereka bersenang-senang, bahkan ketika Mija tergelincir di tepi jurang, dan Okja ‘mengorbankan’ dirinya, mempertaruhkan nyawa menyelamatkan Mija. Giliran Okja dibawa oleh Dr. Johnny Wilcox (Jake Gyllenhaal), dengan perasaan marah dan tekad yang bulat, Mija bergegas meninggalkan peternakan menuju ke Seoul untuk merebut sahabat terkasihnya kembali. Ada tertulis, “Tidak ada kasih yang lebih besar dari pada kasih seorang yang memberikan nyawanya untuk sahabatnya.” 

  1. Jay (Paul Dano) dan Animal Liberation Front (ALF)

Ketika bertekad untuk mendapatkan Okja kembali, Mija mendapat bantuan serta juga hambatan dari Animal Liberation Front (ALF) yang dipimpin oleh Jay (Paul Dano), seorang pria bersosok necis dan tenang. Mempunyai niat yang baik untuk menyelamatkan Okja dan sekaligus membongkar konspirasi jahat perusahaan Mirado, namun mereka melakukan kesalahan ketika salah satu anggota, K (Steven Yeun) dengan sengaja salah menerjemahkan perkataan Mija (yang tidak bisa berbahasa Inggris), yang sekaligus mengkhianati kepercayaan Mija kepada Jay dan ALF. Hal tersebut ia lakukan karena beranggapan misi pribadi mereka lebih penting dari relasi antara 2 sahabat Mija, dan Okja.

Sangat penting untuk kita sadari bahwa janganlah sampai ambisi pribadi kita membuat kita menjadi pribadi yang egois dan melupakan teman-teman kita.

  1. Johnny Wilcox (Jake Gyllenhaal)

Sebagai dokter hewan dengan kumis tebal dan bersuara tinggi, diselingi engan tingkah yang konyol, Dr Johnny Wilcox menggambarkan seorang yang terpuruk karena dirinya tidak sesukses dirinya yang dulu. Sifat iri-nya muncul karena sang CEO Lucy Mirando lebih memilih Mija daripada dirinya menjadi bintang utama dalam parade puncak 10 tahun SuperPig Project membuat dirinya gelap mata mulai menyiksa Okja sebagai pelampiasannya.

Seorang pribadi yang masih bergelut dengan masa lalu dan tidak move on, tidak bisa dikatakan sebagai orang yang sukses. Seorang entrepreneur adalah seorang yang tahu saat ini dunia sedang bergerak maju, dan hanya orang kalah yang selalu mempermasalahkan masa lalunya yang kelam.

 4. Lucy and Nancy Mirando (Tilda Swinton)

Sosok antagonis dalam film ini adalah Lucy Mirando, CEO Mirando Corporation yang mengambil perusahaan warisan kakek dan ayahnya dari saudarinya Nancy dengan tujuan memperbaiki citra perusahaan yang dulu terkesan kontroversial dan kejam.

Menghalalkan segala cara, termasuk ‘membohongi’ publik dengan program ‘SuperPig’ yang dikatakannya adalah hewan dengan kelahiran alamiah yang ditemukan di Chile, namun kenyataannya babi-babi tersebut adalah hasil dari rekayasa genetika.

Nancy muncul di akhir film setelah parade acara puncak memamerkan Okja setelah 10 tahun ke publik hancur berantakan setelah ALF menayangkan video hasil investigasi mereka. Nancy dating dan dengan cepat mengambil alih Mirando Corporation, mempermalukan adiknya terakhir kali dan merebut kembali Okja dan menyuruh semua anggota ALF dipukuli dan ditangkap.

Walau kembar, Lucy berbeda dengan Nancy. Lucy masih menunjukkan sedikit kepedulian terhadap Mija (dengan memsukkannya ke acara parade dan semua fasilitas yang ditanggung), namun Nancy benar-benar berlawanan, dia sangat dingin, tidak berperasaan dan hanya fokus pada uang dan kemajuan perusahaan, Nancy adalah business-woman yang sangat serius.

Menjadi seorang entrepreneur sangat tidak mudah, banyak tantangan yang akan dijalani. Jangan pernah motivasi mendapatkan untung sebanyak-banyaknya dan kemajuan perusahaan menggantikan tujuan utama dari entrepreneurshiup itu sendiri, yaitu memberikan solusi bagai masyarakat yang membutuhkan. Tetap fokus pada tujuan utama, lakukan yang terbaik, niscaya bonus keuntungan akan mengikuti.

WhatsApp Image 2017-09-25 at 12.57.01 (2)