iTalk (Innovation Talk): Preserving Cultural Heritage of Majapahit

featureBertemakan “Preserving Cultural Heritage of Majapahit”, UC Library kembali melaksanakan iTalk (Innovation Talk) pada Kamis lalu (23/11) yang kali ini kembali bekerja sama dengan Bpk. Akhmad Ryan Pratama (pengampu mata kuliah ISBD-UC) serta komunitas Timur Lawu  dan bertempat di Student & Service Lounge lantai 2 UC. Acara yang dilaksanakan dalam rangka memperingati 724 tahun Majapahit ini mengajak Bagoes Septyan Tri Pamungkas [Aktivis Save Trowulan, mahasiswa HTB-UC], dan Awang Firmansyah, S.Or., M.Kes [Penggiat Wisata Cagar Budaya Komunitas Timur Lawu] sebagai pembicara.

Diacara yang dimulai sekitar pkl 08.00 wib ini, peserta belajar tentang Begitu dahsyatnya kerusakan lingkungan budaya maupun alam yang menimpa peninggalan Kerajaan Majapahit. Kemegahan ibu kota Majapahit yang kini nyaris tak berbekas dan berburu dengan waktu untuk lenyap sama sekali. Salah satu ancaman terhadap sisa-sisa warisan Majapahit adalah industrialisasi yang berkembang sejak abad XIX. Industri yang masih terus berlanjut hingga kini misalnya adalah pabrik batu bata yang jumlahnya ribuan di wilayah ini.

Penemuan berbagai macam artefak, struktur, hingga bangunan warisan Majapahit hingga hari ini masih berlangsung. Bukanlah hal yang luar biasa, jika anda memiliki sebidang tanah atau rumah di wilayah ini kemudian hendak melakukan pembangunan tiba-tiba menemukan suatu warisan yang besar kemungkinan peninggalan Majapahit.

Upaya penyelamatan dan pelestarian peninggalan Kerajaan Majapahit telah dilakukan oleh banyak pihak sejak abad XIX. Arkeolog, sejarawan, arsitek, dan para sarjana dari berbagai ilmu telah melakukan berbagai ekskavasi dan penelitian lainnya guna menyelamatkan warisan Majapahit yang tersisa. Candi dan monumen yang masih ada terus dirawat oleh pemerintah hingga kini.

Masyarakat Trowulan dan sekitarnya juga ikut serta menyelamatkan warisan Majapahit dengan beragam cara. Salah satunya adalah dengan menyelenggrakan industri kerajinan berbasis tradisi dan artefak peninggalan Majapahit. Inisiator industri kreatif ini muncul dari Pak Sabar, seorang pegawai museum yang telah bekerja dengan pendiri Museum Majapahit, Henry Maclaine Pony sejak masa Hindia Belanda.

Diberbagai desa dan dusun di wilayah Trowulan masih kita dapati bentuk-bentuk festival tahunan yang diyakini juga merupakan warisan Majapahit. Festival tahunan berupa ruwat desa juga merupakan wajisan Majapahit. Festival tahunan berupa ruwat desa atau dusun telah dicatat oleh para peneliti Belanda sejak lebih dari 100 tahun yang lalu. Perayaan ini merupakan ungkapan rasa syukur masyarakat luas atas kemakmuran yang mereka dapatkan dari sang Maha Kuasa.

Kini, industri lainnya yang ramah terhadap pelestarian lingkungan alam maupun budaya seperti pariwisata telah menggeliat di Trowulan. Beragam pelatihan dan pengembangan kapasitas sumber daya masyarakat lokal diadakan berbagai pihak demi kemajuan bersama. Peran serta kita dalam industri semacam ini diharapkan akan mengalihkan terserapnya sumber daya manusia dalam industri berat yang akan mengancam kelestarian Trowulan. Maka peran serta kita bersama merupakan hal yang mutlak untuk menyelamatkan warisan Majapahit.

collage 3Untuk foto-foto yang lain, silahkan  klik disini.

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *