Ibu dan Generasi Cinta

Ibu dan Generasi Cinta. Jawa Pos.22 Desember 2015.Hal.2

Oleh IDEWA GDE SATRYA*

SEJARAH mencatat, kongres perempuan Indonesia 1 di Jogjakarta pada22-25 Desember 1928 adalah cikal bakal Hari Ibu.Adapun penetapan 22 Desember sebagai perayaan Hari Ibu diputuskan dalamKongres Perempuan Indonesia III pada 1938

Hari ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarga. Baik untuk suami,anak-anaknya,maupun lingkungan sosial. Seorang ibu dan kaumperempuan memiliki kekhasan sebagai mahluk yang diciptakan dengan kodrat halus “merawat”, melestarikan,dan menumbuhkan kehidupan. Harmoni kehidupan itu juga identic dengan kehadiran dan hati seorang ibu.

Disitulah relevansi Hari Ibu dalam melahirkan,merawat, dan mendidik generasi bangsa Indonesia sebagai generasi cinta. Sebagai antithesis atas generasi yang menumbuhkan kekerasan,perpecahan dan kebencian yangdewasa ini kian merajalela.

Minggu (20/9) gerakan menumbuhkan cinta dipelopori dua ikon perempuan Indonesia, Agnes Monica dan Yenny Wahid. Mereka berkolaborasi dalam satu gerakan untuk menebar cinta di media soial (medsos) khususnya. Agnes Monica memulai gerakannya di medsos dengan I#AMgenerationOfLOVE, Yenny Wahid juga melakukan gerakan sosial dengan titel #BeraniDmai.

Benang merah dari gerakan sosial tersebut memiliki makna penting bagi peradaban bangsa saat ini. Mereka berdua memainkan peran dengan tepat,emengruhi massa untuk merubah keadan. Agnes Mo benar, di medsos bertebaran kebencian,cyberbullying, dan sejenisnya. Keadaan itulah yang akan diubah dalam gerakan “ I am generation Of Love”.

Gerakan  sosial itu dalam kerangka berpikir,social entrepreneurship dinilai mengagumkan. Penentuan sikap atas persoalan sosial serta program yang terencana  untuk memberikan dampak kemasyarakat merupakan hal yang masih dalam setiap gerakan sosial. Melalui gerakan tersebut, muncul optimism di tengah peliknya persoalan sosial di Indonesia, ada terang dan harapan.

Perempuan dan Ibu

Tanpa bermaksud gender,gerakan sosialyang khas dan tak dapat direlakan lahir dari naluri kaum ibu (dan kaum perempuan) itu memunculkan kembali peran penting kaum perempuan dan para ibu ditengah persoalan sosial.

Untuk hal tersebut, deretan nama social activist maupun social entrepreneur Indonesia tak dapat diremehkan. Bahkan, mereka menjadi inspirator dan pemimpin dalam lini bisnis sosial. Sebut, misanya, Veronica Colondam dengan gerakan sosial pemberdayaan (atau penyelamatan) kaum muda Indonesia lewat Yayasan Cinta Anak Bangsa,Elsa Santika yang bekerja menyelamatkan terumbu karang jauh dari hiruk-pikuk di Banda lewat Sea Ventures.

Di ranah itu, nama Saur Merlina Manurung atau dikenal Butet Manurung memiliki tempat tersendiri. Dia adalah perintis dan pelaku pendidikan alternatif bagi mayarakat terasing dan terpencil di Indonesia.

Sekolah rintiskan kali pertama dia terapkan bagi masyarakat orang Rimba (Suku Kubu) di Jambi. Pengajaran membaca,menulis,dan berhitung dilakukan  sambil tinggal bersama masyarakat didiknya selama beberapa bulan.

Dibelahan bumi yang lain”kedahsyatan” karakter kaum ibu untuk mengubah keadaan pernah dibuktikan Prof Muhammad Yunus. Ketika mengawali program kredit mikro di Desa Jobra,Bangladesh,Yunus mendebat seorang manajer bank yang bersikeras bahw bank tidak mungkin memberikan pinjaman tanpa jaminan kepada kaum miskin . sebab, risiko tak terbayarnya utang sangatlah besar.

Yunus membanth,”mereka sangat punya alasan utuk membayar anda kembali,yakni untuk mendapatkan pinjaman lagi dan lanjutkan hidup esok harinya! Itulah jaminan terbaik yang bisa Anda dapatkan : nyawa mereka!”

Mereka yang dimaksud adalah kaum perempuan yang miskin. Memang terbukti. Sejak 1976 hingga 2004, bank itu telah menyalurkan pinjaan mikro sebesar USD 4,5 miliar denga recovery rate sebesar 99 persen . kini grameen bank tekah beroprasi dilebih dari 46.000 desa di Bangladesh dan mempekerjakan sekitar 12.000 karyawan

Social Entrepreneurship

                Gerakan sosial “ saya generasi cinta “ adalah suara batin banyak orang Indonesia untuk berbuat demi menciptakan nilai di kehidupan yang semakin rumit ini. Tentu saja, simpati atau dukungan kepada gerakan tersebut mesti ditujukan pertama-tama lewat aksi stop melakukan kekerasaan mulai dari diri sendiri. Di ranah yang lebih kompleks, gerakan sosial mengundang simpati relawan maupun donator yang mendukung gerakan tersebut agar berkelanjutan.

Lewat skema itulah, program sosial akhirnya menjadi bisnis sosial. Elemen bisnis yang sedikit berbeda karakternya dengan bisnis pada umumnya. Sebab, bisnis sosial lebih ditujukan untuk menciptkan nilai di masyarakat, utamanya mengubah keadaan.

                Entrepreneur, menurut kamus oxfor, dimaknai sebagai, “A person who undertakes an enterprise or business, with the chance of profit or loss.” Entrepreneur sendiri dapat digolongkandalam dua kelompok, yaitu business entrepreneur dan social entrepreneur.

Perbedaan pokok keduanya terutama terletak pada pemanfaatan keuntungan. Bagi business entrepreneur, keuntungan yang diperoleh akan dimanfaatkan untuk ekspansi usaha. Sebaliknya, bagi social entrepreneur, keuntngan yang didapat (sebagian atau seluruhnya) diinvestasikan kembali untuk pemberdayaan” masyarakat beresiko

Tetapi, menurut bambang Ismawan, pendiri Yayasan Bina Swadaya, dalam tren global,dikotomi semacam itu kian kabur. Sebab, mereka (business entrepreneur da social entrepreneur). Sesungguhnya berbicara dalam bahasa yang sama : inovasi manajemen,efektivitas,mutu, dan kompetensi (Fred Hehuwat 2007). Selamat Hari Ibu Ke-77! (*)

  • Dosen social entreprepreneurship dan tourism business di Universitas Ciputra Surabaya

 

Sumber, JawaPos OPINI sabtu 22 Desember 2015

Ingin Lestarikan Batik lewat Digitalisasi

Yohanes Somawihardja Menjaga Batik dengan Cinta. Surya.13 Desember 2015.Hal.1,7

Batik sebagus dan secanggih apapun pembuatannya suatu saat tetap akan hancur. Merawat batik sebaik mungkin hanya memperpanjang usianya. Itu sebabnya, Yohannes Sompawihardja memimpikan digitalisasasi batik utnuk mengabadikan warisan budaya Nusantara itu.

Ditemui pekan lalu i ruang prtemuan rektorat Universitas Ciputra Surabaya, Yohannes Somawihardja dengan penuh semangat bicara tentang batik. Segala tetek bengkek batik ia ungkapkan, mulai dari awal mula cintanya bersemi pada batik, hingga koleksinya yang sebagian ia pamerkan siang itu. Direktur Akademik Universitas Ciputra yang akrab di panggil Pak Yo itu bercerita ia baru bersentuhan dengan batik sejak 1970-an, ketika ikut pamannya yang pedangang batik di Solo. “Waktu itu batik bagi saya ya benda yang biasa – biasa saja, karena sudah menjadi bagian hidup sehari – hari”, tuturnya. Kini Ia tak sekedar menjadi kolektor batik,tetapi  juga mencintai warisan budaya Nusantara itu. Di rumahnya sudah ada ratusan batik yang di koleksinya.

Belasan koleksinya dipamerkan pada Surya siang itu. Mulai batik yang sudah punah maupun yang baru diproduksi perajin batik baru tetapi punya cita rasa seni tinggi.

Salah satu yang dipamerkan Yohannes pada  Surya adalah batik pepaduan tiga daerah penghasil batik, yang disebut batik Tiga Negeri. Ia menjelaskan, unsur dalam batik itu mewakili Yogyakarta atau solo yang terkenal dengan soganya, Lasem terkenal dengan warna merahna, pekalongan terkena dengan birunya.

“Dulu Batik Tiga Negeri ini dibuat  di Solo, Lasem dan Pekalongan. Sekarang sudah punah. Pengusahanya sih masih ada, tetapi perajinnya yang tidak ada,”katanya. Ayah dua anak yang masih bocah ini juga memamerkan batik yang juga sudah punah, yaitu sarung encing yang berasal dari Pekalongan dan  Lasem. “Sarung ini terpengaruhnya Cina dan Eropa. Ciri Eropa-nya adalah burung gereja. Ini dibuat tahun 1930-an untuk warga Tionghoa,” katanya.

Ada juga koleksi unik Yohannes, yaitu selendang bang biron ( merah, biru dan hitam )yang dibuat khusus untuk orang Sumatera. Ada yang batik yang dilihat dari dekat jelek, tapi indah bila dilihat dari jarak 5 meter.”Ini yang digemari orang asing. Kira – kira ini harganya Rp 15 juta,”katanya.

Yang tak kalah unik adalah batik bikinan Oey Soe Tjoen, pembatik terkenal dari Pekalongan. Ia menyebut,selain Oey Soe Tjoen, ada dua lain yang menjadi pembatik top Pekalongan yaitu Liem Ping Wie dan Oey Bio Gwan. Tetapi, nama terakhir sudah meninggal.

Batik Oey Soe Tjoen,kata pria kelahiran Parakan, kabupaten Temanggung pada 1959 itu, sangat istimewa . Ia pun membentangkan salah satu batik karya Oey Soe Tjoen yang didominasi warna biru.

Ia pun menujuk titik – titik sebagai detail batik itu. Lalu di baliknya detail serupa tampak serupa.”Jadi, kain ini dibatik bolak – balik dengan tingkat kesulitan yang sama,”katanya.

Ia pun tidak heran, selembar batik Oey Soe Tjoen bisa di bikin selama dua tahun.”Dan tentu saja harganya sangat mahal,”katanya.

Ia juga menyebut, batik batik premium, termasuk yang produksi baru, tidak untuk dijahit menjadi baju.”Untuk koleksi saja . Lagian sayang banget melihat batik – batik indah itu digunting gunting dan dijadikan baju,”katanya.

Menyasikan banyaknya koleksi batik premium itu,suami Imelda Lewono itu, pun memikrkan bagaimana caranya melestarikan batik – batik luar biasa itu. “Sebab,disimpan dengan cara apapun , termasuk ditempatkan di ruang ber-AC yang menyala sepanjang  waktu, batik itu akhirnya rusak juga,”kata Yohannes.

Yohannes pun sampai pada pemikiran untuk menyimpan batik – batik indah itu dalam bentuk digital . Cara ini,kata Yohannes selain ringkas juga relatif lebih murah .”Orang sekarang mendokumentasikan batiknya dengan memotret ala kadarnya. Sehingga tidak bisa dilihat secara detail,” kata Yohannes yang juga gemar mengoleksi keris itu.

Dengan digitalisasi koleksi batik, batik – batik premium itu difoto dengan kamera beresolusi tinggi. Sehingga detailnya, seperti karya Oey Soe Tjoen, bisa terlihat jelas.”Dengann file digital begitu,siapa saja bisa belajar tentang batik tanpa takut merusak bendanya,”katanya.

Namun, kata Yohannes, digitalisasi koleksi batik itu butuh upayayang tidak gampang.”Tetap butuh duit juga. Nah, untuk itu kami masih menunggu ada dermawan yang mau menyumbangkan hartanya untuk pelestarian batik,”katanya.

Soal menikmati batik, Yohannes dan Imelda punya cara sendiri.Mereka  membentangkan batik pada sebuah gawangan. “ Lalu kami  berdua duduk sambil memandangi batik itu , lalu berdiskusi,” katanya.

Bagaimana dengan anak-anaknya? Yohannes mengatakan,kedua anaknya sudah mengenal batik.”Tetapi untuk sampai pada pengetahuan mendalam,mereka belum,”katanya. (Adi Sasono)

 

Sumber : Harian Pagi Surya “Spirit Baru Jawa Timur” , Minggu 13 Desember 2015

Carnivorous Kiosk Kuncinya atur Suhu Udara

Carnivorous Kiosk Kuncinya atur Suhu Udara. Surya. 8 Desember 2015.Hal.7

Tanaman karnivora boleh diartikan sebagai tanaman yang memakan binatang dengan cara menjebak dan mencemannya sebagai makananya. Semula disebuk insketivora(pemkanan serangga ) tapi sepertinya istilah karnivora lebih tepat.

Pernah mendenhar nama-nama seperti ini dlrosa,nepenthes,urticularia,penguicula atau venus flytrap? Pasti asing sekali. Tapi kalau pertanyaan ditujukan kepada pecinta tanaman karnivora , mereka sangat mengenalnya.

Nama-nama itu, setidaknya beberapa jenis tanamann karnivora yang dapat diranam dan menjadi kegemaran seperti halnya mawar, bonsai atau yang lain. Sebagaian besar nama itu menunjuk pkepada tanaman karnivora yang memakan serangga.

Christian effendi putra jatuh cinta terhadap tanaman karnivora itu sejak SMA. Semuka tahun 2007, masihs sebatas suka. Dia sering membeli dan merawat tanaman itu. Perlahan cintanya semakin menebal dan keterusan membeli tanaman ini.

Ketika tanaan karnivoranya mati karena  hama dia memutuskan untuk membelu lagi yang baru. “ awal membeli belum tahu cara merawat jadi, kalau mati ya beli lagi.” Kata mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya kepada surya.

Cara merawata sangat sederhana sekali. Sekedar member air dan menjemurnya dibawah sinar matahari. Tujuh tahun berjalan Chris makin mengetahui cara memperlakukan tanamnan karnivoraanya.

Tidak mudah merawatnya butuh kesabaran dan ketelatenan supaya tumbuh dan terbebas dari hama. Baginya, sangat sulit menyingkirkan tanaman karnivora dan hama. Bahkan cenderung snagta rentan terkena hama

“Makanannya saja hewan kecil,kecoak,semut,lalu serangga kecil. Jadi nggak menutup kemungkinan hama itu cepat menyerang tanaman ini.” Tambah mahasiswa jurusan psikologi semester 3 itu.

 

STEK UMBI

Setahun terakhir persisnya mulai Agustus 2014, chris menyeriusi urusnan tanam menanam tumbuhan karnivora. Dia mulai mengomersialkan apa yang dia tanam dan rawat. Ada berbagai jenis tanaman karnivora yang dijual salah satunya,venys fly trap, asal amerika selatan

Menurut chris, tanaman jenis impor itu paling mudah merawatnya. Agar tumbuh sempurna, dia melakukanstek umbi. Meski gampang belakang diketahui, venus fly trap, merupakan tanaman karnivora yang sensitive.

Guna menghindari tanaman tiba-tiba mati, chris harus pandai-pandai mengatur suhu udara di sekitar tanaman ini diletakan. Kalau  kurang angin kena jamur sebaliknya kalau kelebihan matahari sinar matahari juga bisa gosong. Kalau kurang  matahari malah busuk.

“jadi, untuk mengantisipasinya media tanam atau tanahnya harus  dibuat selembab mungkin. Atau, kalau bisa dibuat basah,ungkapnya.

Selain venus fly trap, ada jenis tanaman karnivora lain yag asli asutralia,namanya drosera. Tanaan ini memakan hasil olahan yang dikeluarkan oleh salah satu bagian tanaman itu sendiri, yakni rambut di ujung.

Tanaman yang memiliki nama latin dionaca muscipula itu, menurut chris, termasuk yang mudah perawataannya asal  telaten. Drosera paling cocok ditanamn di daerah beriklim tropis. Ada juga bebrapa spesies bunga dengan tentakel ini yang ditanam pada suhu dingin.

Cahaya matahari  dan air bersih adalah syarat utama membutuhkan drosera. Baunya manis dan tentakel pada bunganya bermanfaat menarik perhatian serangga. Tentakel itulah yang kemudian bergerak menangkap serangga yang mendekat untuk dimakan.

Saat ini chris yang tinggal di taman puspa raya Citraland, tidak hanya menjual tanaman karnivora tapi juga memberikan tiap bagaimana merawat tanaman ini agar tak mai atau busuk sia-sia. (sany eka putri)

 

Sumber: Surya 8 desember 2015

Merasakan Eropa di area Senopati dalam gigitan di Cacaote

 

Merasakan Eropa di area Senopati dalam gigitan di Cacaote.Tabloid Kontan. 3 Agustus 2015.Hal.40

Cacaote Partisserie Brasserie dan Bar bisa menjadi salah satu pilihan. Bertemakan Perancis pada dekorasi ruangan, Cacaote memberikan sebuah nuansa dan suasana yang teduh dan nyaman untuk bersantap dan bersantai.

Cacaote menawarkan beragam dari menu makanan pembuka hingga makanan penutup dengan rasa dan tampilan yang pastinya mengunggah selera. Makanan pembuka misalnya, Foie Gras dengan saus crawberry terpadu dengan harmonis. Menuju menu utama, terdapat banya pilihan, dari daging, seafood, hingga pasta dan pizza. Black Angus Terdenloin Wagyu Short Rib Bone in, Black Mussels Mariniere, Oxtail pappardelle, Portabella Pizza adalah beberapa contoh menu yang pastinya mengunggah selera. Buat yang vegetarian jangan kuatir, terdapat menu khusus yang dapat di pilih. Misalnya saja Wild Mushhroom Risotto.

Bagi pecinta minuman Cocktail ataupun Mocktail,disarankan untuk mencicipi Candylicious, Lemon Sorbet Cosmo, Sunny Breeze, dan Violet.

Salah satu dessert yang menjadi favorite dan paling paling banyak terkenal dari Cacaote adalah éclair, kue varian sus yang berasal dari prancis. Varian rasa éclair yang di sediakan pun beraneka ragam, dari berry hingga green tea. Pecinta coklat tak boleh melewatkan Dark Chocolate Hazelnut dengan tekstur dan rasa cokelat yang tepat. Salted Caramel Macaron juga saying untuk di lewatkan.

Bagi para pengguna kartu kredit ANZ yang ingin bersantap di Cacaote, ada promo khusus  yang      di tawarkan,yaitu ‘’1 Dines for free’’ setiap hari rabu dan hemat 20% di hari lain hingga 31 Mei 2016.

Cacaote sendiri memilki restoran lain yang berlokasikan di Grand Indonesia, yaitu St. Germain By Cacaote. Tema makanan yang di tawarkan pun masih serupa dengan Cacaote. Wagyu Short Rib Burger, Duck Leg Confit, poached Eggs, Grilled Cajun Chicken, dan Spaghetti Carbonara bisa menjadi beberapa pilihan kita ketika berkunjung ke restoran ini. Adv

Sumber: Tabloid Kontan 3 Agustus 2015, HALAMAN 40

Pesona Sabana dan Edelweis di Ketinggian

Pesona Sabana an Edelweis di Ketinggian. Kompas. 12 November 2015.Hal. 33

Para pendaki itu baru saja menyentuk kaki Semeru. Belum lagi pesona Ranu Kumbolo disingkap, perhatian mereka tersita jauh lebih awal, ketika stepa Gunung Bromo terbentang hijau. Setiap detail lekukannya dan gradasi hijau, kuning, sampai cokelatnya membuat hamparan stepa yang kerap disebut Bukit Teletubbies oleh pendaki itu tampak seperti lukisan.

PERJALANAN terhenti. Sekelompok pendaki itu memutuskan rehat meskipun bukan karena lelah, untuk sekadar menikmati keelokan itu sedikit lebih lama. Gunung memang punya pesona yang magis, bukan hanya pada puncaknya yang membuat orang mengerahkan seluruh kemampuan untuk mencapainya, melainkan juga “hiburan” yang disajikannya sepanjang perjalanan.

Padang rumput merupakan salah satu magnet yang paling kuat. Sesuatu yang dinanti-nanti para pendaki. Banyak gunung di Indonesia yang memiliki padang rumput indah. Semeru salah satunya. Di bawah, kita bisa menyaksikan Bukit Teletubbies. Di atas, di balik Ranu Kumbolo yang cantik, pendaki juga akan bersua Oro-oro Ombo.

Keseluruhan luas Sabana tersebut bisa mencapai 100 hektare. Pada pertengahan tahun, padang rumput ini semakin indah dengan bermekarannya bunga Verbena brasiliensis yang mirip lavender. Hampir seluruh dataran hijau di oro-oro Ombo akan tersaput warna ungu.

PADANG EDELWEIS

Hamparan tanah lapang luas dengan rerumputan akan dijumpai lagi di kawasan Kalimati Gunung Semeru. Kali ini, Verbena brasiliensis absen. Ketidakhadirannya digantikan bunga edelweiss putih. Rumput memang tidak serapat dan sehijau yang terdapat di Oro-oro Ombo, tetapi tempat ini tetap memesona. Burung-burung liar kerap berlompatan di antara pohon edelweis. Cericitnya menambah meriah suasana alam.

Padang rumput dengan bunga-bunga edelweis juga bisa ditemukan di gunung lain, misalnya Alun-alun Surya Kencana di Gunung Gede, Lembah Mandalawangi di Gunung Pangrango, Tegal Alun di Gunung Papandayan, dan Plawangan Sembalun di Gunung Rinjani. Alun-alun Surya Kencana merupakan salah satu padang edelweiss terbesar di Indonesia. Datarannya yang seluas 50 hektare pada ketinggian 2.750 meter di atas permukaan laut dipenuhi ribuan pohon edelweiss. Padang rumput ini bisa dicapai jika mendaki Gunung Gede lewat jalur Cibodas atau jalur Gunung Putri. Perjalanan ke Alun-alun Surya Kencana bisa ditempuh lebih cepat lewat jalur Gunung Putri, tetapi treknya lebih terjal.

Tegal Alun pun tak kalah memesona. Kawasannya yang seluas 32 hektare dipadati edelweis. Letaknya memang agak jauh dari pusat perkemahan Pondok Seladah, jalannya pun tidak selebar dan selandai jalanan menuju Pondok Seladah. Namun, Anda tidak akan kecewa sesampainya di tempat ini. Kuntum-kuntum putih  yang bergerombol siap menjadi peluruh penat.

Benarlah apa yang pernah dikatakan Michael Josephson,”Dunia punya cukup gunung-gunung dan padang rumput yang indah. Yang dibutuhkannya hanyalah lebih banyak orang untuk menghargai dan menikmatinya.”

 

 

UC Lib-Collect

Kompas. 12 November 2015

Berkeliling Kota Tanpa Resah

Berkeliling Kota Tanpa Resah. Kompas.4 November 2015. Hal. 33

Saat berlibur ke sebuah kota di negara yang baru kita kunjungi pertama kali, hal yang sering dikhawatirkan adalah mobilitas selama di sana. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain menjadi perhatian utama: apakah akan menyewa mobil dan berkeliling kota yang belum kita ketahui sama sekali seluk-beluknya atau memanfaatkan transportasi umum yang disediakan?

BEBERAPA negara di dunia sudah memiliki sistem transportasi yang sangat mapan. Tak hanya menguntungkan warganya, sistem ini juga menguntungkan turis-turis yang sedang berkunjung ke sana. Petunjuk jalan yang ada di mana-mana, serta bus, kereta, dan trem yang terintegrasi akan membuat turis tak lagi asing dan takut mengeksplorasi sebuah kota, bahkan jika berpelesir seorang diri.

Salah satunya Hongkong. Kota modern ini menyediakan semua yang dibutuhkan turis. Hamparan toko dan mal di penjuru kota untuk memuaskan dahaga berbelanja dan transportasi umum yang terintegrasi dengan baik. Sebagian besar warga Hongkong berpindah tempat menggunakan mass transit railway (MTR), bus, dan trem. MTR menghubungkan hampir seluruh wilayah Hongkong, mulai dari bandara internasional yang letaknya di Pulau Chek Lap Kok hingga pusat kota.

Jalur MTR dibangun sejak 1960-an. Hingga kini, terdapat 11 line dengan total panjang jalur MTR mencapai lebih dari 218 kilometer. MTR tidak lagi dioperasikan oleh manusia, tetapi sepenuhnya bergerak otomatis. Anda tidak perlu takut salah turun karena di tiap gerbong akan ada pengumuman untuk stasiun berikutnya dan estimasi waktu kedatangan.

Menariknya, di dalam area MTR yang berada di bawah tanah, para pengguna tak perlu takut salah arah atau salah naik kereta karena petunjuk arah terpampang di setiap sudut, termasuk petunjuk pintu keluar menuju tempat-tempat terkenal di Hongkong. Hampir seluruh titik ramai turis, seperti Tsim Sha Tsui, Causeway Bay, Mong Kok, Kowloon, Disneyland Resort, bisa dicapai menggunakan MTR.

Banyaknya stasiun MTR membuat para turis tak lagi perlu berpikir untuk menyewa mobil atau naik taksi untuk berpindah tempat. Apalagi, desain kota Hongkong yang padat dan rapat, yang dipenuhi toko, mal, restoran, dan flat, membuat sebagian besar pusat perbelanjaan bisa dicapai dengan berjalan kaki.

Oleh karena menjadi moda transportasi utama di Hongkong, pengelola MTR menyediakan banyak fasilitas penunjang untuk memudahkan pengguna MTR mencapai stasiun tujuan. Bahkan, MTR memiliki shuttle bus khusus yang mengantarkan penumpang dari bandara atau hotel ke stasiun terdekat menuju jalur bandara (Airport Express Line). Ada pula bus dan light rail yang akan mengantarkan penumpang ke stasiun MTR terdekat.

Turis biasanya membeli Octopus Card, sejenis e-money, untuk mobilitas selama di Hongkong dan berbelanja di beberapa toko. Dengan kartu ini, turis tak perlu lagi mondar-mandir ke loket pembelian tiket, termasuk bus, trem, dan light rail.

Moda transportasi lainnya yang akan mengantarkan para turis mencapai tujuannya sembari menikmati pemandangan kota adalah trem. Jalur bus dengan rel tunggal ini dimulai dari Kennedy Town menuju Shau Kei Wan. Total ada enam jalur yang bisa diambil untuk mencapai tempat-tempat penting di Hongkong. Beberapa terminal trem berdekatan dengan stasiun MTR, yang semakin memudahkan turis berganti moda transportasi tanpa perlu mengeluarkan terlalu banyak energi. Pembayaran trem dilakukan di dekat masinis, dengan menggunakan uang pas berupa koin atau menempelkan Octopus Card.

Kota ini juga terkenal sebagai kota dengan pelayanan terbaik untuk para penyandang disabilitas. Hampir seluruh transportasi umum yang ada di kota ini menyediakan jalur yang bisa dilalui penyandang disabiltas. Selain itu, berbagai atraksi menarik di kota ini bisa dikunjungi oleh para penyandang disabilitas dengan mudah.

 

 

UC Lib-Collect

Kompas. 4 November 2015

 

Menapaki Inswangsan, Memaknai Perjalanan

Menapaki Inswangsan, Memaknai Perjalanan. Kompas. 3 Desember 2015.Hal.33

Perjalanan kerap menjadi lebih berarti bukan karena apa yang ditangkap pancaindera, tetapi yang terasa jauh di dalam hati. Tempat tertentu menjanjikan sesuatu yang lebih besar daripada sekadar keelokan lanskap, bau segar rerumputan atau harum kulinernya, maupun bunyi-bunyian yang merdu di telinga. Namun, pertama-tama, marilah lebih dulu mencecap keindahannya.

SEOUL di Korea Selatan, layaknya cekungan yang dipagari empat gunung. Bugaksan di utara, Namsan di selatan, Naksan di timur, dan Inwangsan di barat. Masing-masing punya pesona berbeda, tetapi Inwangsan menawarkan sesautu yang lain.

Selain pemandangan yang memukau, di bukit dengan ketinggian 338 meter di ataas permukaan laut ini terdapat desa belian, kuil-kuil, penduduk local yang rutin datang untuk berdoa, rumah-rumah khas Korea dengan mural tradisional di dindingnya, Fortress Wall of Seoul, dan pos pengawasan militer di dekat puncaknya.

Soo Min dan Seng Hyon, dua pelajar berusia belasan, mendadak menjadi pemandu wisata singkat siang itu, Jumat (9/10). Seorang pelancong mengambil jalan yang salah ketika akan menuju Inwangsan dari Stasiun Dongnimmun. Kedua pelajar itu pun mengarahkan. “Maaf, kami cuma bisa mengantar sampai sini,” ujar Soo Min ketika mereka sampai di sebuah gerbang yang dihiasi mural, pintu masuk Inwangsan. Pelancong itu mengucapkan terima kasih dan mulai menyusuri desa yang banyak referensi disebut sebagai shaman village.

Derap sibuk Seoul seketika menguap. Jalan berbatu, bunga, rerumputan, dan rumah-rumah khas Korea dengan dinding berhiaskan mural tradisional menyiratkan ritme kehidupan yang tenang.

Seorang pria tua keluar dari salah satu rumah. Berpapasan dengan orang asing, ia menjelaskan sesuatu dengan bahasa Korea bercampur gestur tubuh. Ia menunjuk ke arah atas, menangkupkan kedua tangan di depan dada, kemudian menaruhnya di perut. Meski tidak menangkap maksudnya karena terhambat bahasa, pelancong itu tersenyum dan menganggukkan kepala, lantas meneruskan perjalanan.

Setelah berjalan beberapa puluh meter dan menemukan situs doa di atas, barulah pelancong itu bisa menduga apa yang hendak disampaikan pria tua. Barangkali ia mau menjelaskan, di atas ada Seonbawi, batu zen yang dikatakan menyerupai biksu yang berjubah. Orang-orang biasa berdoa di tempat ini untuk mendapatkan keturunan. Seorang perempuan dan laki-laki duduk dan menundukkan kepala dengan khusyuk. Di pucuk-pucuk bebatuan yang menjulang, puluhan merpati bertengger.

Ketika sudah sampai Seonbawi, ambillah jalan setapak yang menuntun kita terus ke atas. Seiring dengan bertambahnya ketinggian, pohon-pohon merimbun. Musim gugur memang belum membuat daun-daun sepenuhnya  memerah, tetapi perpaduan hijau, kuning, dan semburat jingga pun cukup untuk membuat Inwangsan bertambah elok. Lanskap kota Seoul tampak jelas dari celah-celah pepohonan.

Dalam perjalanan ke atas, kita akan menangkap kuatnya energi spiritual. Di sebuah area, terdapat kotak kayu di pinggir jalan. Seorang pria lokal berhenti, menggeser sedikit tutup kotak kayu, memastikan lilin-lilin di dalamnya tak padam, lantas menutupnya lagi. Di titik lain, ada tempat berdoa, lengkap dengan altar batu, lilin, bunga, dan sesajian.

Jalan menuju ke puncak berupa setapak yang dipagari Fortrees Wall of Seoul. Di tempat tertentu, terdapat papan berisi larangan untuk mengambil gambar yang mengarah ke Blue House, kantor dan kediaman presiden. Beberapa petugas berjaga di sana, kadang menghampiri turis untuk mengecek kamera mereka dan memastikan foto-foto yang mereka ambil “aman”. Dari sisi lain Inwangsan, suara anggota militer yang sedang berlatih terdengar cukup jelas.

Hyun Chul Sim, seorang pria berusia 60-an yang saat itu sedang menapaki bebatuan Inwangsan bercerita, “Seumur hidup saya tinggal di Seoul, tetapi baru sekali ini mendaki Inwangsan, sayang sekali. Saya baru tahu tempat ini begitu indah, jauh lebih indah daripada yang saya bayangkan. Saya rasa saya akan sering mendakinya.”

Tak butuh waktu lama untuk mencapai puncak dari bawah. Jika berjalan santai, dalam 1,5 jam kita bisa mencapai pucuknya. Perasaan yang mengemuka begitu sampai di titik tertinggi memang bukanlah rasa yang sama dengan kepuasan saat mencapai ketinggian di atas dua ribu meter yang membutuhkan perjuangan cukup berat. Perasaan itu lebih dekat dengan syukur lantaran batin menjadi lebih penuh setelah semua yang ditemui dalam perjalanan.

Inwangsan adalah tempat yang tepat untuk menyerap energi positif dari alam sekaligus spirit yang hidup dari penduduk di sekitarnya. Hal itu memang tak kasatmata, tak teraba, tetapi nyata terasa. (FELLYCIA NOVKA KUARANITA)

 

UC Lib-Collect

Kompas. 3 Desember 2015

Fahni Ahmad Fatoni Memurnikan Ayam “Raja Galuh Ciung Wanara”

Memurnikan Ayam Raja Galuh Ciung Wanara. Kompas. 3 Desember 2015.Hal.16

Ketika banyak pihak menyilangkan berbagai jenis ayam untuk menemukan produktivitas (daging dan telur) yang tinggi, Fahni Ahmad Fatony (32) malah memurnikan ayam sentul. Peternak ayam asal kampung Karang, Desa Ciamis , Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, ini dianggap aneh karena saat ayam goreng sudah tersaji di piring biasanya orang jarang menanyakan asal-usul ayam.

Oleh Dedi Muhtadi

Lulusan Fakultas Peternakan Universitas Padjajaran 2007 ini bergeming saat teman-temannya mempertanyakan langkahnya. Sebaliknya , Fahni berkeyakinan, dengan meningkatnya populasi dan penampilan ayam asli yang khas, manfaat ekonomi akan mengikuti. “saya disebut belagu, tetapi saya tak peduli karena ingin menjaga keaslian turunan ayam sentul.” Ujarnya di Ciamis, Jumat (27/11).

Ayam Sentul merupakan turunan ayam hutan asal Ciamis yang telah didomestifikasi. Ciri khasnya, dominasi bulu abu-abu dengan postur mirip ayam petarung atau ayam adu. Dulu ayam adu ini disebut si Jelug. Namun, karena ayam ini sering bertengger di pohon sentul, sejenis pohon kecapi, lama-kelamaan disebut ayam sentul.

Menurut hikayat rakyat Ciamis, ayam lokal asli Tatar Galuh (Ciamis), ini disebut ayam Ciung Wanara karena terkait dengan Satria Ciung Wanara, salah satu Raja Kerajaan Galuh sekitar abad ke-8. Saat masih bayi, ia dibuang ke Sungai Citanduy oleh Paman Lengser untuk mengelabui upaya pembunuhan oleh Patih Bondan Sarati. Saat itu Bondan dititipi Kerajaan Galuh oleh Raja Permadikusumah, ayah yang meninggalkan kerajaan untuk bertapa.

Dalam perahunya, bayi itu dibekali dua telur yang kemudian ditemukan pasangan kakek nenek Balangantrang. Singkat cerita, telur tersebut menetas dan berkembang biak menjadi ayam adu dengan ciri khas warna abu-abu. Konon, karena ayam ini mengalahkan ayam raja Bondan, kerajaan Galuh pun bisa direbutnya kembali.

Usaha pemuliaan yang dilakukan Fani dimulai 2005 bersama kakaknya almarhum Edi Diana, yang meninggal awal 2015. Untuk mencari bibit ayam asli, diperoleh dari kelompok peternak ayam di Banjasari, Kabupaten Pangandaran , yang sudah bangkrut.

“Peternakannya kami beli karena tidak berkembang. Ayam-ayamnya ternyata sudah tidak terurus dan berkandang di kebun,” kenangnya.

Perindukan dan pembesaran

Malam-malam Fahni menangkap ayam satu per satu, lalu dikandangkan untuk dimurnikan. Dari hasil pemuliaan tersebut, ayam jantan ternyata ada lima warna, yaitu sentul geni, sentul batu,kelabu, emas,dan sentul debu. Di betina kebanyakan dua warna, yakni abu batu dan warna debu. Bersama almarhum kakaknya, ia membentuk Gabungan Kelompok Ternak (Gapoknak) Sentul Ciung Wanara.

Gapoknak ini sekaligus membagi peran dalam kelompok ternak lainnya, yakni bidang perindukan dan pembesaran. Fahni bersama kakaknya bergabung dalam Kelompok Ternak Unggas Barokah yang mengembangkan kedua pola pemurnian ayam sentul.

Lewat usaha yang jatuh bangun, 10 tahun kemudian keyakinannya di awal mulai membuahkan hasil. Ayam sentul pedaging banyak diminati konsumen di Bandung, Bogor, dan Jakarta. Dari ribuan permintaan, baru sekitar 1.500 ayam sentul yang bisa dikirim ke tiga kota besar itu setiap hari.

“Itu yang memicu tingginya harga ayam sentul Rp.30.000-Rp.35.000 per kg. Padahal harga ayam ras pedaging Rp.18.000-Rp.20.000 per kg,” tutur Fahni

Keunggulan ayam sentul, pertumbuhannya relatif cepat ketimbang ayam kampung biasa. Sentul jantan selama tiga bulan bisa mencapai 1 kg, sedangkan ayam betina rata-rata 0,8 kilogram. Kalau ayam kampung biasa pada usia empat bulan baru mencapai 0,8 kilogram.

Menurut data di Himpunan Peternak Unggas Lokal Indonesia (Himpuli), ayam sentul merupakan satu dari 28 jenis ayam lokal asli Indonesia.

“Dari berbagai jenis ayam asli itu, hanya ayam sentul yang layak dijadikan sebagai galur murni (pure line) untuk pengembangan selanjutnya ayam produksi,” tutur Ketua Umum Himpuli Ade M Zaulkarnain.

Namun, seiring berjalannya waktu, ayam sentul tidak berkembang biak dengan baik. Bahkan, 10 tahun lalu, populasi di daerah asalnya hanya sekitar 3000 ayam. “kelompok ternak Barokah dan dilanjutkan Gapoknak Ciung Wanara dikenal gigih melestarikan ayam sentul,” tutur Ade.

Untuk melindungi jenis ayam ini, pada 2013 Menteri Pertanian melakukan penetapan rumpun ayam sentul sebagai ayam lokal asli asal Ciamis. SK Menteri Pertanian No 689/2013 menetapkan lima jenis sentul, yakni geni, batu, kelabu, emas, dan sentul debu.

Pelestarian

Kalau dulu ayam sentul digunakan sebagai ayam adu, sekarang jenis ayam ini lebih banyak dimanfaatkan sebagai ayam pedaging. Selain pertumbuhannya lebih cepat, penampilannya juga sangat disukai pedagang dan konsumen. Namun peternak dan pedagang tetap menyebut ayam sentul sebagai ayam kampung karena keterbatasan pengetahuan genetik.

Balai Penelitian Ternak (Balitnak) Kementerian Pertanian sejak 2009 melakukan seleksi dan pemurniadn yang selanjutnya dikenal dengan ayam sensi (sentul seleksi). Hasilnya kemudian dikembangkan di Bogor dan Sukabumi setelah dilakukan MOU antara Balitnak dan Himpuli pada 19 April 2012 untuk pelestarian dan pengembangan, diseminasi hasil penelitian, penerapan teknologi , pengawalan dan pendampingan, serta pemanfaatan fasilitas bersama.

Dari kerja sama itulah selanjutnya berkembang usaha pembibitan ayam sentul dalam skala besar. Hasil daily old chicken (DOC)-nya diminati para peternak ayam lokal di seluruh Indonesia. Sarana pembibitannya cukup modern, seperti menggunakan mesin tetas digital asal Belanda dan jumlah indukan yang mencapai 20.000 ayam di satu lokasi.

Produksi 80.000-120.000 DOC setiap bulan diserap oleh peternak di sejumlah provinsi di Tanah Air , seperti kepulauan Riau, Jambi, Bangka Belitung, Banten, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, dan Papua.

Sebelum adanya usaha pembibitan ayam sentul skala besar di Bogor dan Sukabumi, telah berkembang lebih dulu pembibitan ayam kampung di Cipanas, Cianjur. Pembibit ini pada 2002-2012 boleh dikatakan sebagai polopor pengembangbiakan ayam kampung terbesar di Indonesia dengan produksi sekitar 60.000 DOC setiap bulan.

Ada juga Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Jawa Barat yang menangani pembibitan ayam lokal, yaitu Balai Pembibitan Ternak Unggas (BPTU) di Jatiwangi, Majalengka. Namun, hingga kini produksinya belum signifikan. Himpuli berharap pemurnian ayam sentul ini nantinya mampu memproduksi grand parent stock (GPS) ayam lokal asli.

 

Kompas, Kamis, 03 Desember 2015

Berbagi Tips Cantik Lewat Video

Berbagi Tips Cantik Lewat Video. Surya. 29 November 2015. Hal.1

Cynthian Sunartio

Tahan atas segala macam ejekan adalah hal terpenting bagi seorang beauty blogger seperti Cynthian Sunartio. Namun ternyata tak mudah juga untuk menerima ejekan seperti ketika pertama kali ia mengunggah videodi channel youtube.

Begitu gatalnya Cynthian ketika itu, sehingga ia sempat  terpikir untuk menghapus semua videony youtube.

“Awal-awal dulu itu banyak yang mengejek, banyak juga yang bahkan sengja mau menjatuhkan aku. Sempat buat aku jadi agalau dan jadi memikiran ejekaan itu setiap malam” kata dia kepada Surya, sabtu (28/11).

Bagi mahasiswa Universitas Ciputra Jurusan International Hospitalilty and Tourism Business semester tujuh itu memang sulit untuk tidak menghiraukan serangan itu. Namun, gadis cantik ini memilih bertahan dan terus mengunggah video, termasuk bebagi pengalaman seputar bagaimana menjadi wanita tang cantik. Itu terlihat dai 116 videonya yang mulai diunggah sejak 3 tahun lalu .

“Saya hanya ingin lebih menjangkau perempuan terutama di Indonesia untuk lebih memahami bagaimana terlihat cantik dan mensyukuri itu.” Ungkap anak bungsu dari lima bersaudara ini.

Ia mengakui, jika ia mengunggah video itu karena hal ini muncul dari lubuk hatinya. “memang itu passion saya. Saya senang  membagi pengalaman pada siapapun,sehingga saya juga bisa membangun kepercayaan diri dan menginspirasi untuk orang lain, tarutama bagi wanita.” Kata dia dengan akun channel 13chyn di youtube ini.

Tak hanya itu saja, yang membuat gadis kelahiran Waikabubak, NTT 13 Agustus 1994 ini lebih percaya diri dengan menunggah videoalah ia mendapat komentar dan sambutan yang baik dari penggemarnya diluar negri. Seperti Malaysia,Taiwan,Hongkong. Oleh karna itu, hal ini juga yang membuatnya bertahan untuk tetap memberikan video seputar kecantikan dan tak memperdulikan para hatters. “ tetap perlu sih ya kita terima kritikan agar kedepannya jauh lebih baik lagi. Dibuat have fun saja, “ pungkas dia. (sun)

 

Sumber: harian pagi SURYA Minggu, 29 November 2015

Sajian Manis Kembalikan Mood

 

Sajian Manis Kembalikan Mood.  Jawa Pos. 5 November 2015

SURABAYA- Ada berbagai cara untuk mengembalikan mood. Salah satunya, makan sajian manis.

Ariestya Widyawati ketika bad mood mengaku  sering menghabiskan waktu dengan mengemil makanan manis. “ aku nggak suka caker sih. Berat, aku bisanya ngemil kue kacang. Pokoknya makanan sekali lahap.” Ceritanya, lantas meringis

Dengan kebiasaan makan makanan manis itu, Aries menebusnya dengan jogging setiap pagi. Perempuan yang juga aktif nge-gym tersebut mengungkapkan bahwa semuanya berdampak sebab akibat. “ bad mood  bikin ngemil makin banyak. Biar nggak makin gemuk aku jogging. Nah, jadinya segar kembali. Kebiasaan itu muter gitu aja “ ujarnya.

Selain itu untuk makanan yang manis, bila tidak menemukan makanan berbahan low fal, dia memilih bikin sendiri dirumah.” Bahannyakan lebih sehat dan bisa menjadi bekal ke kantor tegasnya. “

Mengkonsumsi makanan manis ketika bad mood dianut Michelle Liman. Dia mengaku suka makan manis seperti kue lapis. “ ikut lumer dengan roti lapis itu “ tutur Michelle (cik/c20/nda)

UC Lib- collect

Sumber: Jawa pos, 5 November 2015