Pelajaran hidup yang bisa kamu dapat usai nonton film Rudy Habibie

vlcsnap-2017-08-16-14h50m06s130

Dalam rangka memperingati HUT RI ke 72, Movie Time @ UC Library kembali hadir dan mengajak UCers untuk melihat salah satu film karya anak bangsa, berjudul Rudy Habibie”. Film ini merupakan prekuel film “Habibie & Ainun” yang akan menceritakan sosok mantan presiden RI, Prof. Dr. Ing. Bacharudin Jusuf Habibie atau BJ Habibie di kala muda yang kerab disapa dengan Rudy Habibie. Movie Time kali ini dilaksanakan pada Jumat, 18 Agustus 2017 bertempat di Library Lounge. Acara yang dilaksanakan pada pkl. 13.00 wib memutar film yang menceritakan Habibie muda bermimpi untuk bisa membuat pesawat sebagaimana pesan dari ayahnya. Untuk menjadi “mata air” yang berguna bagi orang banyak seperti pesan ayahnya tersebut, Rudy harus kuliah di RWTH Aachen yang berada di Jerman Barat. Hidup Rudy habibie yang serba terbatas, rindu dengan kampung halaman, serta dibumbui dengan rasa cinta dan pengkhianatan akan digambarkan melalui film ini. Di tempat kuliahnya tersebut Rudy mengenal Lim Keng Kie yang merupakan keturunan Tionghoa, Poltak pemuda batak yang jujur, Peter seorang mahasiswa senior serta Ayu adik dari putri kraton Solo. Namun justru Ilona seorang mahasiswi keturunan Polandia yang percaya dengan mimpi mimpi Rudy.

Nah, berikut beberapa pelajaran yang dapat kamu tiru dari Bapak Presiden Republik Indonesia ketiga ini:

  1. Bermanfaat seperti ‘mata air’.

“Karena mata air yang jernih, akan berguna bagi lingkungan sekitarnya!”

Pesan dari sang ayah untuk selalu menjadi mata air selalu diingat oleh Rudy. Meski sulit, namun Rudy Habibie bisa membuktikan bahwa dirinya bisa jadi mata air untuk lingkungannya dan negaranya. Kita pun harus senantiasa berusaha untuk menjadi berguna untuk orang lain di sekitar kita. Dimana ada mata air, disitu ada kehidupan.

  1. Sangat mencintai negaranya.

Rudy mengingatkan kita tentang pentingnya integritas. Di dalam cerita film, Indonesia ingin menjadi sponsor utama di brosur ketika mereka tidak mendukung secara finansial. Itu bertentangan dengan kejujuran dan integritas yang Rudy percaya. Rudy tanpa basa-basi menggebrak meja di hadapan senior dari pemerintah Indonesia. Kelakuan Rudy memang dapat dianggap tidak sopan. Akan tetapi, ia benar.

“Untuk apa merdeka jika tidak ada integritas?”

Indonesia telah merdeka bertahun-tahun, akan tetapi masih saja banyak kasus korupsi yang terjadi di sekitar kita. Ini sangat memprihatinkan. Kita telah bebas dari jajahan Belanda dan Jepang, tetapi apakah kita telah lepas dari jajahan keserakahan dan kebohongan? Hanya kita, generasi muda yang dapat menjawabnya. Karena kitalah penerus dan pelaku aktivitas utama Indonesia.

  1. Bermimpi besar.

Rudy selalu mempunyai mimpi yang besar. Dia mengajak teman-temannya untuk membangun industri dirgantara atau industri penerbangan. Itu adalah alasan ia ingin membangun pesawat terbang Indonesia sendiri. Awalnya teman-temannya menertawakan mimpinya. Tetapi dia dapat membuktikan bahwa dia dapat melakukannya dengan menghasilkan pesawat miniatur yang dapat terbang.

Perjalanan ia tentu tidak mudah. Suatu kali, dia terkena sakit TBC tulang yang mengharuskannya beristirahat di rumah sakit. Meskipun dia sakit-sakitan, dia tetap teguh dalam pekerjaannya. Di tempat tidurnya, dia menuliskan sumpahnya untuk memajukan Indonesia di dalam kehidupannya.

Apakah kita sudah bermimpi besar? Apakah kita sudah bekerja keras? Kita dapat menjadi lebih bermakna dan berguna terhadap orang lain. Let’s dream big dan work hard.

  1. Tidak pernah meninggalkan ibadah.

Setiap kali Rudy Habibie harus melakukan salat di bawah tangga kampus. Meski dia kuliah di kampus yang tidak menyediakan musala untuk salat, Rudy tak lantas begitu saja meninggalkan ibadahnya. Ia tetap setia beribadah. 

  1. Berpikir positif.

Rudy Habibie adalah seorang jenius dalam fisika dan matematika. Pola pikirnya sangat terstruktur dan tajam. Ia sering menjelaskan sebuah solusi ke teman-temannya dengan fakta, masalah, dan solusi. Penjelasan tersebut sangat dimengerti orang di sekitarnya karena struktur fakta, masalah, dan solusi membuat situasi yang terlihat berantakan menjadi lebih jelas dan rapi. Ketika kita memahami fakta dan masalahnya, kita dapat mencari solusinya. Rudy percaya bahwa selalu ada solusi dari setiap masalah.

RH

 

Bukan Sekadar Cekrak-cekrik

Bukan Sekedar Cekrak-Cekrik. Jawa Pos.8 Oktober 2014.Hal.44

Belajar cari objek street photography

Surabaya-rasanya, fotografi kian mudah dipelajari. Kamera kian canggih dan terjangkau saku. Membidik objek, ambil gambar, krik! Rampung. Tetapi, kamera tetaplah alat. Tang menentukan hasil akhirnya adalah kemampuan dan kepekaan fotografer dalam menangkap dan menciptakan foto.

Itu diungkapkan Agus Leonardus, fotografer kawakan kota Gudeg. Lelaki 59 tahun tersebut menjadi pembicara seminar street photograpgy di Spazio Hall tadi malam (7/10). Seminar itu adalah rangkaian acara pameran foto mooi indie:portrait of life yang diadakan PT Intiland Development Tbk dan Komunitas Matenesia.

Agus mengungkapkan, secara teknis, kamera terus berkembang dan menciptakan terobosan anyar. “yang berkembang adalah teknis. Tetapi, secanggih apapun, kameranya tidak akan bisa mencari objek sendiri,”katanya. Kepekaan mencari objek tersebut sangat diperlukan seorang fotografi yang menekuni aliran fotografi jalanan alias street photography. Sebab, objek dalam aliran itu identic dengan sesuatu yang spontan atau momentum tertentu. Kemampuan seseorang dalam mencari objek sangat bergantung dengan intelektualitas, wawasan, dan latar belakangnya. Sebab, dalam street photography seseorang bebas mengambil gambar apapun. Street photography tersebut tidak identic dengan manusia,”ucap alumnus jurusan akutansi Universitas Gajah Mada itu.

Jadi, seseorang bebas menentukan objek yang difoto dengan tema kehidupan. Syaratnya, fotografer tidak boleh asal ambil. Mereka sebaiknya mengetahui objek yang sedang mereka potret. Misalnya, saat mengambil foto wayang atau tarian. Fotografer sebaiknya melakukan wawancara singkat sebelum mengambil foto. Dengan begitu, mereka tahu bagian mana yang bercerita atau gerakan mana yang bagus untuk di jepret.”Tidak asal cekrak-cekrik, fotografer dituntut mempelajari objek,”tutur laki-laki yang mempelajari fotografi sejak 1977 tersebut.

Selain itu, etika fotografi tidak boleh dilupakan. Saat membidik manusia yang sadarakan difoto, fotografer sebaiknya tersenyum sebagai tanda permisi untuk mengambil gambar. Jika objek membalas dengan senyuman, fotografer baru bebas mengambil foto. Setelah itu, fotografer sebaiknya menemui objek dan meminta izin lagi secara langsung. “Jangan lupa sekalian melengkapi data. Tanya nama dan usianya untuk keterangan foto, agar foto kita lebih hidup, “jelasnya.

Agus pun merasa beruntung. Sebab, dia besar di Jogjakarta yang merupakan gudang seniman. Hal tersebut membuatnya bebas mengambil foto para seniman sesuka hati. Tetapi tidak berarti dia tidak pernah mendapatkan respon jelek dari objek. Fotografer dengan street photography selalu menpunyai tantangan. Sebab, kebanyakan objeknya adalah orang-orang di jalanan dengan aksi spontan.

Dia mencontohkan pengalamanya di Vietnam. Saat bertemu dengan tukang tambal ban perempuan, dia membidiknya. Responsnya pun ramah. Sayangnya dari belajang, dia malah ditimpuk suami perempuan tersebut. “Saya juga pernah berdebat dengan satpam salah satu stasiun di solo yang tidak memperbolehkan saya mengambil gambar,”paparnya.

Karena merasa berada di tempat umum, Agus tetap kukuh mempertahankan pendapatnya. Dia menganggap stasiun adalah ruang public. Tidak ada aturan yang melarang fotografer untuk mengambil foto. Dalam momentum seperti itu,fotografer sebaiknya tetap bernegosiasi dengan argument rasional. Benar saja, kepala stasiun akhirnya berterima kasih.”fotografer juga harus terbiasa bernegosiasi. Jangan Cuma jadi fotografer yang terlena dengan teknologi,”katanya. (ina/c20/dos).

 

 

 

 

Tip-tip street photography

  • Minimalkan manipulasi atau rekayasa saat memotret
  • Pakai speed tinggi. Setidaknya 1/250 detik. Kecepatan itu relatif aman sehingga foto tidak shake (goyang)
  • Pakai diafragma kecil. Misal f/8. Tujuannya bidang tajam foto semakin lebar. Hasilnya, ketajaman foto tidak meleset dari fokus.
  • Beri senyuman pada objek foto. Itu dimaksudkan untuk bilang permisi dan minta izin. Bila objek tidak berkenan sebaiknya cari gambar lain.
  • Kalau tiidak diperkenankan memotret di depan umum, padahal objek begitu menarik, cobalah bernegosiasi.

 

Sumber: Agus Leonardus

Grafis: Rizky/ jawa pos

UC LIB-COLLECT

Sumber: Jawa Pos, Rabu 8 Oktober 2014

Bawa Arus Baru dalam Dunia Desain Interior

Bawa Arus Baru Dalam Dunia Desain Interior. Kompas. 17 Oktober 2014.Hal.37

 

Bagi Raymond Prasetiya (26), melihat ragam desain yang manarik-kebanyakan justru yang simpel-ibarat memanen inspirasi. Di dalam “dapur” kepalanya, ia akan mengolah inspirasi tersebut, mereka-reka bentuk, dan melahirkan desainnya sendiri yang orisinal.

Raymond merupakan penggagas dan pemilik nagarey, toko online yang menjual furniture, perlengkapan sekaligus dekorasi rumah dan pakaian buatan tangan (handmade) berbahan natural. Display barang-baramg yang dijualnya dapat dilihat via situs www. Nagarey.com. Nagarey juga punya akun instagram yang memperlihatkan bagaimana produk-produknya khususnya furniture dan dekorasi rumah, diaplikasikan di dalam beragam ruangan. Menciptakan atmosfer hangat yang membuat nyaman sekaligus menjadikan ruang tampak bergaya.

Nama nagarey sendiri diadaptasi dari bahasa jepang nagare yang artinya arus. “Kami ingin membawa arus baru ke dalam desain interior rumah yang ada di Indonesia. Kami mencoba memberikan barang berkualitas ekspor dengan harga terjangkau,”ujar Raymond, selasa (14/10).

Dalam beberapa tahun terakhir, nagarey bekerja bersama sejumlah desainer dan pengusaha dari skandinavia. Produk skandinavia banyak menggunakan rotan, warna yang natural dan finishing yang terkesan rustic. Gaya desain nagarey pada akhirnya berciri rustic dengan tampilan natural.

Menurut Raymond, potensi pasar terbesarnya adalah anak-anak muda. Kini banyak generasi muda yang peka desain. “Selama ini, saya, saya juga baru menjual online, maka pasar anak muda pas sekali. Banyak anak muda atau orang yang baru menikah dan akan mulai mengisi rumahnya dengan perabitan. Inginnya, dengan budget terbatas, mereka bisa punya rumah yang keren,”ujar Raymond, selasa (14/10).

Nagarey punya komitmen tinggi untuk menjaga kualitas produknya. Produk-produk yang dihasilkan nagarey selalu berbasis desain dengan memperhitungkan lima aspek utama yaitu: fungsionalitas, estetika, ergonomis, ketahanan (durability), dan memperhatikan karakter masing-masing material.

Lokal dan natural

Ada dua kunci utama bahan yang digunakan nagarey, berasal dari Indonesia dan alami. Barang-barang yang diproduksi selalu menampakkan tekstur asli material yang digunakan, seperti kayu suar, ranting jati, rotan, daun pandan, eceng gondok, pelepah pisang, bulu kambing, jute, atau kulit kerang. Asalnya pun dari beragam daerah di Indonesia, misalnya rotan dari Sulawesi dan jute dari jawa timur. pengalamanya tinggal di jepang justru memacu Raymond untuk bangga mengeksplorasi potensi material lokal.

“Saya kuliah di jepang dan karena lama tinggal di jepang, rasa estetika saya muncul sendiri. ada beragam tipografi desain yang saya suka. Namun pada akhirnya, saya ingin memanfaatkan apa yang Indonesia punya dan apa yang bisa kita lakukan denga itu. Jadilah saya pada waktu itu memutuskan bergerak di bidang furniture dan kerajinan tangan. Dari jepang itu pula, saya bisa menghargai barang dengan tekstur seasli mungkin dan warna yang natural,”ujar Raymond.

Keragaman material di Indonesia sangat kaya. Sayangnya, kadang bahan tersebut dianggap kurang bernilai. Padahal, jika diolah dengan baik, bahan tersebut akan menghasilkan sesuatu yang indah dan bernilai tinggi. “Di banyak Negara lain, produk buatan tangan dengan material alami justru sangat dihargai,”tutur Raymond. Dari Indonesia, produk-produk negarey pun bertemu dengan peminat-peminatnya di beberapa Negara asia dan eropa.

Nagarey akan terus mengoptimalkan potensi material asli Indonesia untuk menjadi produk yang berkelas. Apa rencana terdekatnya?”saya ingin memiliki toko offline supaya orang bisa melihat langsung produk negarey dan mendapatkan di dalam ruangan pungkas Raymond. (nov)

 

Sumber: Kompas, 17 Oktober 2014, Hal 37

Arsitektur Kertas, Kontribusi untuk Kemanusiaan

Arsitektur Kertas, Kontribusi untuk Kemanusiaan. Kompas. 10 Oktober 2014.Hal.37

“Temporer atau permanennya suatu bangunan bukan ditentukan, melainkan tergantung pada apakah bangunan tersebut dicintai.”Shigeru ban, arsitek yang menangani penghargaan. Pritzker Architecture prize 2014 itu hendak mengatakan bahwa jika suatu bangunan dicintai, bangunan itu tak akan tergerus waktu.

Nama Shigeru Ban muncul setelah proses pertimbangan yang panjang dari para juri pritzker srchitecture prize 2014. Sejak didirikan 35 tahun lalu, penghargaan ini memang bertujuan memberi apresiasi kepada para arsitek yang membuat karya signifikan dan konsisten memberikan kontribusi untuk kemanusiaan. Shigeru ban adalah orang yang kali ini dianggap paling memenuhi kriteria-kriteria yang ditetapkan

Selama 20 tahun, ban berkutat dengan kreativitasnya dan menghasilkan desai berkualitas tinggi untuk menyikapi situasi ekstrem, misalnya untuk menanggulangi bencana alam. Ia membangun tempat penampungan para pengungsi, pusat berkumpul komunitas, dan rumah ibadah untuk mereka yang terkena dampak bencana alam. Ketika bencana terjadi, Ban kerap berada di wilayah tersebut untuk mengobservasi dan berkarya seperti yang di lakukannya di Rwanda, Turki Indoa, Tiongkom, Italia, Haiti, dan tentu saja kampung halamannya jepang.

Bagi Ban, arsitektur yang berkelanjutan (Sustainable architecture) bukanlah konsep tempelan. Alih-alih itu merupakan unsur intrisik arsitektur. Ia bergulat dalam menciptakan karya yang selaras dengan lingkungan dan sebisa mungkin menggunakan material yang dapat diperbaharui atau dihasilkan secara lokal. Tak seperti material utama yang kita temukan pada sebagian besar konstruksi bangunan, Ban berkreasi menggunakan barang-barang sekitar yang kadang sudah tidak lagi terpakai, antara lain selongsong kertas (paper tube), bamboo, kain atau plastic.

 

 

Arsitektur Kertas

Dari berbagai karyanya, yang paling fenomenal dari shigeru ban adalah kontruksi dari selongsong kertas (paper tube). Barangkali tak pernah terbayang dibenak kita untuk membangun gedung yang rangkanya terbuat dari kertas. Cara berpikir shigeru ban membuatnya mungkin. Paper gube yang padat dan panjang adalah potensi mendirikan bangunan dengan material yang murah, kuat, sekaligus muda didapatkan dimana saja. Karya arsitektur kertas pertamanya, struktir paper tube yang dipamerkan di Aalto Exhibition, Tokyo, pada 1985.

Setelah pameran tersbut, karya seriuas pertama ban yang dibuat dari paper tube adalah penampungan pengungsi yang didirikan di Rwanda pada 1994. Ban menemukan lebih dari dua juta orang pengungsi korban perang saudara di Rwanda dalam kondisi yang begitu memprihatinkan. Ia lantas mengajukan ide untuk membuat penampungan berbahan paper tube pada united nations high commissioner for refugees dan mereka mempekerjakan ban sebagai konsultan.

Pada tahun-tahun berikutnya, ban terus menciptakan karya arsitektur berbahan selongsong kertas untuk kepentingan sosial. pada 1995 setelah gempa bumi di kobe, ia membangun paper long house untuk para pengungsi Vietnam. Ia juga membangun takatori paper church bersama para siswa relawan. Karya ini juga menjadi titik awal untuk mendirikan LSM Voluntary Architect’s Network (VAN).

Dengan VAN, peran penting arsitektur untuk kemanusiaan terus disebarluaskan.  Organisasi ini membangun hunia temporer di turki, india, dan sri lanka. Ada pula aula konser L’Aquila di Italia dan penampungan pengungsi untuk para korban gempa bumi di Haiti. Setelah gempa bumi di Haiti. Setelah gempa bumi besar di jepang pada 2011, VAN menyediakan 1.800 partisi kertas untuk mendirikan 50 rumah penampungan.

Tak hanya kuat, ramah lingkungan karena bisa didaur ulang, dari selongsongan kertas juga bisa menjadi sangat indah. Pada 2000, Ban mendesain bangunan dengan struktur serupa cangkang untuk pavilium jepang di Hanover, jerman. Paper tube ini berukuran besar dengan panjang 20 meter dan diameter 12,1 sentimeter. Material ini juga tahan air karena dilapisi poliuretan. Bahkan selongsong kertas ini amat sulit dibakar kerena kepadatan materialnya.

Yang disebut di atas hanyalah segelintir karya shigeru ban. Ia senantiasa optimistis dan melahirkan karya-karya baru. ketika yang lain melihat tantangan yang begitu besar di masyarakat, ia melihat panggilan untuk bergerak. Ketika yang lain merasa jalan hampir buntu, ia melihat kesempatan untuk berinovasi. Ban bukan sekedar seorang guru, melainkan juga inspiratory. (Nov)

Sumber: Kompas, Jumat 10 Oktober 2014

Akhir Pekan yang Nyeni di Surabaya

Akhir Pekan yang Nyeni di Surabaya. Jawa Pos.4 Oktober 2014.Hal.40

Surabaya, perempuan sungguh digdaya. Mereka mampu bekerja di kantor, mengasuh anak, mencuci dan pekerjaan domestik lainnya. Mereka melalui kesenangan, impitan, dan penderitaan. Campur aduk. Itulah tema yang dipilih delapan perupa perempuan yang mengusung pamerean in your hands di galeri orasis mulai kemarin.

“Perempuan mengerjakan banyak hal. Hal sekecil apapun dikerjakan lewat tangan kita,”ungkap Dyan angraini, pelukis Jogjakarta yang ikut unjuk karya.

Tak hanya dyan yang tampil dan menyuarakan ekspresi lewat karyanya. Kartika affandi, putri tunggal maestro affandi pun ikut andil. Kali ini karya patung miiliknya terinspirasi oleh dirinya sendiri. “ini saya ambil potret wajah saya. tentang perjuangan,”kata perempuan yang disapa mami itu. Menurut mami, perempuan itu tak hanya bekerja namun ikut menjaga nama baik keluarga.

Keduanya jelas menggambarkan lekuk tubuh perempuan dengan cipratan warna cerah. Bagi alumnus jurusan pendidikan seni rupa unesa itu gambaran kebebasan melakukan segala hal.

Selain mereka bertiga, ada bilaningsing Lucia Hartini, Jenny Lee, Nunung W.S, dan Wara Anindyah. Delapan seniman itu membawa 89 karya. Kemarin juga di gelar pasar seni lukis Indonesia (PSLI) ke 7. Acara itu menyuguhkan 230 lukisan dari 171 pelukis di JX Internasional. Acara kemarin sekaligus pelucuran website PSLI. “Web site ini bisa menjembatani para pelukis dengan kolektor baik dalam maupun luar negeri,”ujar ketua acara PSLI, Muhammad Anis.

Acara yang dibuka wagub saifullah yusuf itu berlangsung 10 hari. Selama itu, penghujung pun bisa leluasa memilih goresan karya anak negeri. “namanya juga pasar pasti bisa di-nyang (tawar, red). Lukisan ini ngak ada standar harganya. Tiap pelukis beda harga,”katanya

Selain itu, tiga pelukis nasional akan melakukan demo lukis pada 5.8 dan 10 oktober. Yakni djoko pekik, nasrium, dan kartika affandi. (bir/dos)

 

Sumber: JAWA POS, 4 Oktober 2014

Rumah Rakyat yang Rangkul Alam

Rumah Rakyat yang Rangkul Alam. Jawa Pos.7 September 2014.Hal.12

Tak ada lagi kesan angkuh meski kumuh pada rumah tinggal dan pendapa Bupati Banyuwangi. Sejak menjabat empat tahun lalu, Abdullah Azwar Anas membikin pendapa iyu menjadi tetenger anyar yang elok.

Pendapa dan kompleksnya menjadi lebih terbuka dan bercita-rasa. Konsep pembangunan pendapa itu  menjadi etalase kecil pembangunan banyuwangi secara keseluruhan. Bahwa  the Sunrise of Java, julukan kota di ujung timur Jawa itu, harus membangun secara taktis, fungsional, bersahaja, dan tak melupakan alam.

Maka, tengoklah setiap detail kompleks pendapa ini. ia bukan menjadi tempat tinggal penguasa yang yang membikin silau rakyatnya. Menurut Anas, dia sedang membangun rumah rakyat yang seluruh detailnya adalah cerminan masyarakat Banyuwangi. (dos)

 

Sumber: Jawa Pos. 7 September 2014.Hal. 12

“Indonesia, The World Treasure” Rekaman Indonesia yang Menunggu Terbit

Rekaman Indonesia yang Menunggu Terbit. Kompas. 2 September 2014.Hal.36

TIPS & CATATAN

ARBAIN RAMBEY

Kalau saja kita diberi kesempatan memotret seluruh keindahan Indonesia, satu hari satu titik keindahan atau satu hari satu peristiwa budaya, bisa jadi seluruh hidup kita habis untuk memotret saking banyaknya. Saya dan beberapa fotografer pernah menghitung-hitung, untuk memotret hanya titik-titik terpenting dari Sabang sampai Marauke, kami membutuhkan setidaknya dua tahun penuh.

Lalu simaklah buku-buku fotografi tentang Indonesia di sejumlah toko buku. Selain hampir semua buatan mancanegara , belum ada satu buku fotografi pun yang bisa merekam Indonesia dengan cukup lengkap.

Kenyataan itu yang menantang Ebbie Vebri Adrian untuk merekam Indonesia dengan kameranya. Padahal, saat memutuskan hal itu, dia belum terlalu tahu seperti apa fotografi itu.

“Dulu saya tidak suka fotografi,” katanya Dan kemudian, selama sembilan tahun Ebbie berkelana ke seluruh penjuru Indonesia untuk mmerekam segenap segi budaya, keindahhan alam, sampai dengan hal-hal lain yang dirasa perlu unntuk diabadikan kameranya.

“sembilan tahun saya mengabiskan waktu untuk membuktikan keyakinan saya bahwa Indonesia ini sangat kaya, sangat menakjubkan keindahannya, dan sungguh sayang jika kita sebagai bangsa Indonesia  tidak mengenalinya atau bahkan tidak mau tahu. Sembilan tahun saya mengabadikan momen-momen penting yang semuanya sangat menyentuh sisi emosional saya,” kata Ebbie.

Ia pun melanjutkan, “Pemandangan alam Indonesia yang membuat saya takjub, adat istiadat dan perangai tiap-tiap suku banngsa yang sangat unik, hingga kekayaan hayati serta sumber daya alam yang seharusnya membuat Indonesia berjaya diantara bangsa-bangsa di dunia saya temukan dengan mata, hati, dan perasaan saya secara langsung. Indonesia ini tidak sekedar indah, tapi sangat membanggakan,” ujar Ebbie. Selama sembilan tahun mengelana itu, Ebbie mengunjungi tidak kurang dari 2.00 lokasi di Indonesia dan menghasilkan lebih dari 200.000 foto.

Pada satu titik, yaitu tahun 2014, Ebbie merasa perlu berhenti sejenak lalu mulai mengelompokan foto-foo yang di dapatnya lalu disusunlah sebuah dummy buku tentang Indonesia. Saya sempat membuka-buka dummy setebal 530 halaman dan berisi sekitar 1.400 foto ini, sesaat saya berpikir bahwa buku ini kalau terbit sungguh sebuah buku langka yang sangat berharga.

Semua foto di dalamnya adalah foto yang didapat dengan pengamatan teliti, menunggu waktu, dan sudut pemotretan terbaik. Semua keindahan yang ada di sana sungguh keindahan nyata karena seperti pengakuan Ebbie, “saya tidak tahu cara mengedit foto”

Namun sayang sekali, Ebbie terbenturnya biaya untuk menerbitkan buku itu. “Memang mahal Bang karena sangat tebal dan sepenuhnya berwarna. Tapi saya tidak mau berkompromi untuk mengurangi jumlah halamannya. Kalau dikurangi satu foto pun, buku ini jadi tidak lengkap, dong,” katanya.

Sejujurnya, tulisan ini adalah apresiasi atas usaha Ebbie, sekaligus mengetuk pintu sponsor siapa pun itu agar buku ini bisa segera mengisi kekosongan buku fotografi tentang Indonesia yang lengkap dan dibuat oleh putra Indonesia sendiri. Untuk melihat foto-foto Ebbie yang lain, Anda bisa berkunjung ke situs web www.ebbie.net atau lewat laman Facebooknya.

 

Sumber: Kompas.-2-September-2014.Hal_.36

Memotret dan Mencintai Pohon Tua

Memotret dan Mencintai Pohon Tua.Kompas.23 September 2014.Hal.36

TIPS & CATATAN

ARBAIN RAMBEY

Pohon yag berumur panjang selalu menarik, bisa karena ukurannya, bisa karena bentuknya. Pohon-pohon tua umumnya sudah mengalami banyak hal yanng membekas pada kulitnya, bentk batangnya, atau bahkan pada alam tempat pohon itu bernaung.

Ditengah makin menyempitnya ukuran hutan di dunia ini, sebuah pohon yang tua adalah hal yang langka. Di Indonesia, pohon-pohon tua umumnya bisa bertahan karena “dilindungi” beberapa tabu. Kalau tidak dianggap angker atau terletak dikompleks yang dikeramatkan, bisa jadi pohon tersebut memang dilindungi undang-undang karena berada di dalam sebuah kawasan konservasi.

Memotret pohon besar merupakan satu sisi fotografi yang menarik. Saya selalu memotret pohon besar (yang tetntu saja tua) yang saya jumpai dimana pun. Selama ini, saya memotret semata karena senang tanpa ada pikiran lain yang menyertai.

Sampai pada suatu siang, saya memamerkan sebuah foto pohon tua kepada  fotografer senior Deniek Sukarya. Di luar dugaan, Deniek yang dalam beberapa tahu terakhir menerbitkan aneka buku foto tentang tanaman Indonesia, bahkan membidani buku tentang 3.500 tanaman di kebun-kebun raya yang ada di Indonesia, sangatlah antusias melihat foto-foto saya.

“Saya dan tim sedang menyusun buku tentang semua pohoon di Indonesia yang berumur 100 tahun ke atas, kami akan memotretnya, mencatat segala data tentangnya, bahkan mencatat lokasinya dengan global positioning system (GPS),” kata Deniek.

Menurut Deniek, pohon tua setara dengan bangunan tua yanng harus dilestarikan. “Bahkan lebih sulit karena pohon tidak bisa direstorasi seperti bangunan, sekali mati, dia mati selamanya,” katanya lagi.

Daniek menceritakan betapa dia sedih melihat beberapa pohon baobab yang pernah dipotretnya di Desa Manyingsal, Subang, Jabar. Pohon baobab yang bisa berumur lebih dari seribu tahun itu  kini telah di pindahkan di Depok, Jabar. Namun, yang memindahkan tidak tahu persis sifat pohon baobab yang sangat lambat tumbuhya “Dahan-dahannya diotong. Sampai beberapa ratus tahun lagi pun kita tidak pernah melihat baobab itu normal lagi,” ujar Daniek.

Dalam rangka peduli pada pohon-pohon tua di Indonesia, kalau Anda melihat atau mengetahui ada ppohon yang berumur minimal 100 tahun di lingkungan Anda, potretlah. Lalu kirimkan foto itu dengan keterangan apa pun yang anda ketahui ke daniek.g.sukarya@gmail.com. Buku kumpulan foto tentang pohon tua di Indonesia adalah buku yang belum ada padanannya di dunia.

Memotret pohon tua memang bisa punya banyak kemungkinan. Anda memotretnya karena butuh latar belakang sebuah selfie, atau Anda memotretnya demi menghasilkan sebuahh foto indah. Namun, kini, Anda juga bisa memotretnya agar pohon bisa lestari.

 

Sumber: Kompas.23-September-2014.Hal_.36

UNDANG UNDANG HAK CIPTA: Lindungi Kreativitas Bangsa

Lindungi Kreativitas Bangsa.Kompas.20 September 2014.Hal.12

UU itu bisa menyebabkan harga buku, misalnya semakin mahal sebab konsumen harus pula membayar pula royaliti atas karya itu.

JAKARTA, KOMPAS – Rancangan Undang-Undang Hak Cipta y

yang disetujui DPR untuk jadi undang-undang pada rapat paripurna, 16 September 2014, tidak hanya melindungi kreativitas individu, tetapi juga kreativitas makro bangsa, Warga diharapkan terdorong mencipta.

Undang-Undang (UU) Hak Cipta baru itu hasil revisi dari Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2002 tentang Hak Cipta. UU itu menyebutkan, hak cipta adalah hak eksklusif pencipta yang timbul secara otomatis berdasarkan prinsip deklaratif setelah suatu ciptaan diwujudkan dalam bentuk nyata tanpa mengurangi pembatasan sesuai dengan ketentuan perundang unndangan.

UU itu telah disesuaikan dengan berbagai ketentuan internasional dan bersifat ekstrateritorial sehingga orang asing juga dikenai. “Jika ada orang asing memanfaatkan produk kreatif dan melanggar hak cipta, undang-undang ini berlaku,” kata Direktur Jendral Hak kekayaan Intelektual Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia Ahmad M Ramli, di Jakarta, Jumat (19/9).

Ciptaan yang dilindungi meliputi bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Perinciannya ialah buku (termasuk pamflet, karya tulis), ceramah, alat peraga  untuk pendidikan, serta lagu dan/atau musik dengan atau tanpa teks.

Ciptaan lain ialah drama (termasuk tari, koroeografi, pewayangan, pantonim), seni rupa, seni terapan, arsitektur, peta, seni batik atau seni motif, fotografi, potret, sinematografi, danterjemahan ( termasuk tafsir, saduran). Ada pula kompilasi ekpresi budaya tradisional, permainan video dan program komputer.

“Ancaman keras sepuluh tahun penjara bagi para pembajak hak cipta dimaksudkan untuk melindungi hak para kreator dalam negeri,” tutur Ramli. Ketika ada gugatan ke pengadilan, hakim pidana bisa mencantumkan ganti rugi langsung kepada pencipt. “Dahulu, ganti rugi masuk ke negara,” kata Ramli.

Kreator seperti musisi dan komposer Dewa Budjana menyambut baik Undang-Undang Hak Cipta yang baru. Undang-undang itu akan memotivasi untuk merangsang munculnya kreatvitas dan penciptaan.

Buku makin mahal

Pengamat perpustakaan dan informasi dari Universitas Indonesia, Fuad Gani, menngatakan kehadiran undang-undang itu langkah positif untuk menumbuhkan budaya berkarya. Namun, terdapat risiko terhambat nya akses pengetahuan. “undang-undang itu bisa menyebabkan harga buku, misalnya, semakin mahal sebab koonsumen harus membayar pula royalti atas karya itu,” papar Fuad, di Jakarta, Jumat.

Dia berharap pemerintah mengeluarkan kebijakan yang dapat menghilangkan kekhawatiran itu, seperti memberikan perlakuan khusus bagi perpustakaan umum dan perpustakaan instansi pendidikan. “pemerintah diharapkan dapat memfasilitasi pengadaan buku di perpustakaan,” ujarnya.

Ketua Yayasan Reproduksi Cipta Indonesia (YRCI) Kartini Nurdin menjelaska, bantuan pemerintah dapat dilakukan dengan membelikan seluruh perpustakaan buku-buku wajib yang digunakan oleh para siswa dan mahasiswa.

 

Sumber: Kompas.20 September 2014.Hal.12

Enceng Gondok pun Jadi Ankle Boots

Enceng Gondokpun Jadi Ankle Boots. Jawa Pos.21 September 2014.Hal.40

SURABAYA- Kreativitas tanpa batas. Itu tepat untuk menggambarkan karya seorang Wiwit Manfaati. Jika sebelumnya sepatu dibuat dengan bahan utama kulit, kulit asli, atau imitasi, di tanganwargg Kebraon Indah tersebut enceng gondok menjadi materi utama sepatu.

Enceng gondok memang sudah lama dimanfaatkan sebagai bahan handicraft. Para creafter biasa mengolahnya menjadi aneka barang yang bermanfaat. Namun, wiwit mengkreasikannya menjadi sepatu. “Ini adalah produk uji coba, baru dibuat awal tahun,” ungkap perempuan asal sidoarjo itu.

Awalnya, ide nyetrik tersebut muncul saat dia melihat rimbunnya enceng gondok diwaduk belakang rumahnya. Tanaman itu sejatinya telah dikreasikan menjadi aneka kerajinan sejak 2008. Namun, pada awal 2014 dia kepincut menghasilkan karya baru.

Dengan berbekal pengalaman dan hobi membuat kerajinan sejak mmasih belia, perempuan kelahiran 15 april 1967 tersebut mulai mengumpulkan tumbuhan air mengapung itu.

“Sekitar 40 batang digunakan untuk membuat sepasang sepatu,” jelasya di acara Sampoerna Expo kemarin (20/9). Setelah enceng gondok dikumpulkan, batangnya kemudia dibelah menjadi dua.

Untuk menjadikan bahan utama sepatu, tanaman yang ditemukan di sungai Amazone Brazil tersebut lebih dulu dieringkan. “Enceng gondok harus benar-benar kering supaya pengerjaannya mudah,” tutur ibu tiga anak itu.

Proses pengeringan memakan waktu 14 hari di bawah sinar matahari. Setelah benar-benar kering, satu persatu helai dianyam hingga berbentuk lembaran panjang. Pengerjaan tersebut belum selesai. Wiwit masih harus mengolahnya hingga pipih. Tujuannya, agar mudah dibentuk menjadi sepatu. Untuk mendapatkan hasil pipih, enceng gondok harus di pres.

Langkah terakhir adalah menggambar pola sepatu. Pada pameran di Tunjungan Plaza tersebut sepatu yang dibuatnya bermodel ankle boots. Wiwit sengaja tidak memberi warna pada sepatu kreasinya. “Saya ingin warna natural,” paparnya. (bir/c20/tia)

 

Sumber: Jawa Pos.21 September 2014.Hal.40