Movie Time: “Ransel Lusuh” (Collaboration with komunitas Love Suroboyo & HTB-UC)

1

‘Ransel Lusuh’ menjadi film yang diputar di Movie Time @ UC Library pada Jumat lalu (27/10) hasil kerja sama bareng program studi HTB-UC (Hospitality and Tourism Business-UC) dan komunitas Love Suroboyo. Acara yang berlangsung di Library Lounge ini dipandu oleh ibu Clarissa Listya Susilo, S.E., M.M. sebagai dosen pendamping mahasiswa program studi HTB. Acara yang dibagi dalam 2 sesi ini dihadiri sekitar 50 peserta di masing-masing sesinya dan tampak peserta antusias melihat film dengan bahasa Suroboyoan-nya ini.

collage

6

Foto bersama UC Library dengan Ibu Clarissa Listya Susilo, S.E., M.M. (Dosen HTB) dan komunitas Love Suroboyo.

 

Pesona Wisata Baru Bernama Hainan

Pesona Wisata Baru Bernama Hainan. Kompas. 20 September 2017. Hal.29 001-page-001

MEMBAHAS obyek wisata di China tak melulu soal Tembok Besar atau Kota terlarang yang berlokasi di Beijing. Arahkan diri menuju Haikou, ibu kota Provinsi Hainan yang merupakan pulau kedua terbesar di China.

Menikmati Haikou dapat dimulai di Sanya untuk mengunjungi Dadong Sea and Deer Looking-Back Garden. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat patung Luhuitou setinggi 15 meter yang menjadi ikon Kota Sanya. Patung ini mengejawantahkan Lucheng yang menjadi the great symbolic significance. Patung ini menceritakan kisah cinta antara rusa dan pemburu Li. Setelah itu, wisatawan dapat melewati The Giant Tree Theme Hotel and Crown Beauty yang terkenal karena pernah dijadikan sebagai tempat diselenggarakanny ajang Miss World.

Masih di Sanya, kunjungilah Nanshan Cultural and Tourism Zone. Di tempat ini, wisatawan dapat melihat Patung Dewi Kwan Yin setinggi 108 meter sehingga dianggap sebagai patung Dewi Khan Yin tertinggi di dunia. Dari sini, wisatawan juga bisa melihat pemandangan spektakuler laut di sekitarnya. Tak ketinggalan menuju Yalong Bay International Rose Valley. Di sini, wisatawan dapat melihat berbagai spesies bunga mawar, matahari, dan aggrek.

Lanjutkan ke Yalong Bay yang dikenal sebagai “Oriental Hawaii”. Wisatawan dapat menikmati pemandangan indah di pinggir timur Kota Sanya. Pada malam harinya, coba bergabung dengan Sanya Bay Cruise untuk menikmati pemandangan indah Kota Sanya di malam hari.

Keesokan harinya, kunjungi Yetian Miao Minority Nationality Village. Di sini, wisatawan dapat melihat kebudayaan setempat dan warisan Suku Miao seperti cara mereka berpakaian dengan pakaian tradisional. Wisatawan juga akan menyaksikan pertunjukan rakyat dengan tongkat bambu yang unik.

Kemudian, menuju Xinglong Botanical Garden yang terkenal dengan tanaman tropis yang unik. Taman ini terdiri atas lebih dari 1.200 varietas. Perjalanan dilanjutkan menuju Kota Haikou untuk mengunjungi Fengziaogang Film Commune in Missonhills yang merupakan komuni film global pertama. Kemudian, dilanjutkan berkeliling di Haikou Arcade Ancient Street yang dianggap jalan paling unik di Haikou.

Beragam keseruan yang tersaji di Hainan membuat pulai ini pantas dijuluki sebagai “Pulau Mimpi”. Sebuah mimpi yang teberkahi dengan kenyataan yang indah pulau seluas 35.000 kilometer ini terbentuk menjadi panorama semesta yang menakjubkan. Penduduk Hainan pun terus berkarya untuk menambah kesempurnaan sebagai destinasi wisata unggulan dengan membangun jalan, menyajikan beragam fasilitas wisata, dan menyelenggarakan event-event kelas dunia.

Hainan juga memiliki reputasi tinggi sebagai rumah hijau dengan berbagai tanaman tropis yang menghasilkan beragam sayuran segar, buah-buahan tropis, dan penghasil karet terbesar di China. Selain itu, sebagai tempat pemrosesan aneka produk pertanian dan peternakan ternama di China.

Segera rancang destinasi wisata Anda untuk waktu liburan terdekat ini dan keindahan Hainan dapat dirasakan bersama Avia Tour. [*/ACH]

Sumber: Kompas, 20 September 2017, Hal. 28.

“Keajaiban” Wisata Finlandia dan Norwegia

Keajaiban Wisata Finlandia dan Norwegia. Kompas. 20 September 2017. Hal.28 001-page-001

SETIAP benua memiliki pesona wisata yang khas. Di Eropa, misalnya, tiap bagian benua ini memiliki destinasi wisata yang unik. Di Eropa utara, tepatnya di Finlandia dan Norwegia, wisatawan disajikan keindahan alam yang memesona dan tempat-tempat bersejarah yang masih terjaga hingga saat ini.

Finlandia, negara yang merupakan terbesar ke-8 di Eropa ini menyajikan beragam kegiatan wisata yang seru dan tak dapat ditemukan di tempat lain. Di Kota Helsinki, wisatawan dapat mengunjungi Gereja Temppeliaukio. Gereja ini dirancang oleh Tuono dan Timo Suomalainen.

Dikenal sebagai “The Church of Rock”, gereja ini dibangunan dimulai pada 1968. Permukaan dinding yang tampak dari bebatuan dibiarkan kasar sehingga mampu memberikan efek akustik yang ideal. Dengan demikian, gereja ini sering digunakan untuk penampilan konser.

Masih di Finlandia, wisatawan dapat lanjut ke Porvo. Kota tertua kedua di Finlandia setelah Turku. Porvo Old Town merupakan kota tua yang cantik nan antik dan sudah ada sejak abad ke-13. Di kota ini, wisatawan dapat mengunjungi Katedral Porvo. Sebuah katedral yang didedikasikan untuk Bunda Perawan Maria dan dibangun abad ke-15.

Setelah itu, teruskan perjalanan menikmati Finlandia menuju Rovaniemi. Di kota ini kunjungi Desa Santa Klaus. Perjalanan wisata di kota ini akan seperti di negeri dongeng sebab di sini wisatawan dapat melihat dari dekat kantor pos dan ruang kerja Santa Klaus. Selain itu, wisatawan dapat menyeberangi batas lingkar Kutub Utara, kemudian akan mendapat sertifikat sebagai bukti telah menyeberangi batas dan masuk ke lingkar Kutub Utara (Arctic Circle). Lucu, ya.

Lalu, tak lupa kunjungi Reindeer Farm yang terkenal akan peternakan rusa kutub dan berkesempatan untuk menikmati Reindeer Sledge Riding. Ini adalah berseluncur di atas salju dengan ditarik oleh rusa bertanduk panjang. Tak ketinggalan, nikati juga sensasi berkendara dengan  snow mobile safari sembari melihat indahnya pemandangan.

Esok harinya, lanjutkan perjalanan ke Kakslautanen Artic Resort. Di tempat ini terdapat Igloo house/ice hotel yang di dalamnya terdapat Igloos, galery, serta ice bar. Setelah itu, menuju Husky Farm dengan menggunakan Husky Sleigh Drive. Pada malam harinya jika beruntung, Anda berkesempatan untuk hunting Aurora Borealis (The Northern Lights) yang sangat terkenal keindahannya.

Puas di Finlandia, silakan menuju Norwegia, khususnya Oslo. Sesampai di Oslo, wisatawan diajak menuju Museum Viking Ship. Di museum ini, Anda bisa melihat kapal-kapal Viking asli yang ada di Oslo. Museum ini dibangun seorang profesor asal Swedia pada 1913. Museum ini memang sejak awal digunakan untuk menyimpan barang-barang pada zaman Viking yang ada pada sekitar akhir abad ke-19 sampai awal abad ke-20.

Masih di Oslo, Kunjungi Taman Vigeland Sculpture. Taman ini didirikan oleh Gustav Vigeland. Ia sudah membuat lebih dari 200 patung yang terbuat dari granit dan perunggu serta menciptakan kekaguman bagi siapa pun yang melihatnya. Tidak heran jika taman ini dinobatkan sebagai patung taman terbesar di dunia.

Keseruan berbagai pengalaman wisata di dua negara ini dapat dinikmati bersama ATS Vacations.

[*/ACH]

 

Sumber: Kompas, 20 September 2017, Hal. 28.

Eldwin Viriya dan Jefvin Viriya Main-main jadi Bukan Main

Main main Jadi Bukan Main.Kompas.25 September 2017.Hal 16 001-page-001

Eldwin Viriya dan Jefvin Viriya

Eldwin Viriya dan Jefvin Viriya, dua kakak beradik asal Bandung, Jawa Barat, yang menjadi produsen gim digital. Mereka merilis gim Tahu Bulat versi pertama pada 15 Mei 2016. Gim ini sudah diunduh 8 juta kali sampai 10 September 2017. Kontennya mendorong pengguna menjadi penjual makanan tahu bulat terbanyak.

Versi keduanya juga tak kalah tenar. Sejak dipasarkan pada 12 Mei 2017, Tahu Bulat 2 sudah diunduh hampir 1 juta pengguna. Kali ini, Tahu Bulat naik kelas. Tak sekedar berperan sebagai penjual,pengunduh gim juga berperan memimpin kota yang dibangun dari usaha tahu bulat.

“Tema makanan yang paling gampang diingat masyarakat. Hal itu seusai pesan mentor saat ikut dalam acara Apps Campus Awards di Finlandia tahun 2014. Tema lokal sangat penting. Tahu Bulat sedang tren, lalu gim ini dibuat,” ata Eldwin saat ditemui di salah satu kafe di Bandung, Kamis (7/9).

Pengakuan berdatangan. Eldwin yang mendirikan perusahaan Own Games bersama adiknya, Jevin, mengatakan, gim seri Tahu Bulat ini disejajarkan dengan gim impor, seperti Clash of Clan asal Finlandia.

Penghargaan global pun datang bertubi – tubi. Hanya tujuh bulan setelah dibuat, Tahu Bulat berhasil menyabet penghargaan Guilty Pleasure di ajang 1st International Mobile Gaming Awards Southeast Asia (IMGA SEA) 2016 di Malaysia. Tahu Bulat menjadi gim pertama Indonesia yang mendapat gelar bergengsi itu. Dalam ajang itu, Tahu Bulat yang dibuat dengan bahasa pemrograman JAVA itu menyisihkan ribuan gim lainnya.

Own Games dengan Tahu Bulatnya juga memboyong tiga penghargaan di ajang bertajuk Game Prime yang digelar Badan Ekonomi Kreatif Indonesia dan Duniaku.com. Dalam ajang itu, mereka unggul dalam kategori Game o the Year, Game Developer o the Year, dan Citizen Choice.

Tahun ini, Tahu Bulat 2 pun diujung bahagia. Gim itu masuk nominasi di 2nd IMGA SEA. Pemenangnya baru diumumkan pada 13 Oktober.

“Kami pribadi juga mendapatkan keuntungan. Dari iklan yang terpasang dan transaksi pemain, Tahu Bulat memberikan keuntungan hingga 6 digit dollar AS. Adapun dari Tahu Bulat 2, sementara ini menghasilkan 5 digit dollar AS. Kami juga tentu berharap penjual tahu bulat juga bisa mendapat keuntungan dari kehadiran gim ini,” kata Eldwin.

Algoritma

Gim Tahu Bulat muncul tak sengaja. Eldwin mengatakan, semuanya berawal saat keduanya erpartisipasi dalam pameran Pasar Komik Bandung, 7-8 Mei 2016. Saat itu, membawa bendera Own Games, mereka punya bebrapa gim buatan sendiri yang dipasaran. Beberapa di antaranya Eyes on Dragon, Tao Jump, dan Beneath the Wall.

“Karena tempatnya kurang strategis, mengunjung yang datang masih sedikit. Namun, kami jadi punya waktu melakukan hal lain. Saat itu, saya coba buat sketsa karakter dan suasana penjual tahu bulat. Jefvin memuat programnya di omputer,” katanya.

Hanya butuh sehari membuat purwarupanya. Proyek dadakan itu lantas dipamerkan dalam ajang itu. Dari 100 orang yang mencoba, semuanya senang. Setelah disempurnakan, gum itu hadir di pasar sepekan kemudian.

Uniknya, Eldwin dan adiknya, hingga gim itu dipasarkan, belum pernah mencicipi tahu bulat. Mereka baru merasakan tahu bulat setelah gimnya meledak. “Enak ternyata,” ujarnya keduanya sembari tertawa lepas.

Keduanya juga bukan maniak gim. Pernah punya konsol gim, mereka hanya diizinkan orangtuanya memainkannya pada Sabtu dan Minggu. Kecintaan pada bdang algoritma yang mengantar mereka pada puncak sukses.

Eldwin mengatakan, enam tahun lalu, belum banyak aplikasi dari algoritma dalam kehiduoan sehari – hari yang bisa dipraktikkan sendiri. Gim adalah satu dari sedikit praktik yang bisa dilakukan. Aplikasi – aplikasi dalam telepon genggam, seperti layanan transportasi yang kini marak, tidak ada di zaman itu.

“Iseng – iseng saya membuat gim. Gim pertama, Tako Jump, menggunakan bahasa pemrograman Flash. Saya dapat pendapatan seitar 3 dollar AS dari iklan selama sebulan. Lalu, ada DragManArds yang memberikan pendapatan sekitar 250 dollar AS,” kata Eldwin yang mengurungkan niatnya melanjutkan pendidikan ke Kanada untuk membesarkan gim buatannya.

Keputusan itu awalnya membuat kedua orangtuanya sempat kaget. “Mami pernah bercanda, memang bikin gim bisa buat beli sayur? Tapi perlahan dengan prestasi yang kami raih, mereka terus memberikan dukungan,” ujar Eldwin.

Kengototan itu juga menular kepada Jefvin. Tinggal satu rumah, Jevin kerap melihat Eldwin membuat gim. Ia pun tertarik dan mulai membantu kakaknya tahun 2011.

“Saat itu, saya masih SMA. Eldwin yang mengajari saya membuat coding gim di rumah kami di jalan Otto Iskandardinata, Bandung,” ujar Jefvin.

Kolaborasi itu semakin berkembang. Keduanya  sudah menelurkan tujuh gim dalam enam tahun terakhir. Dua di antaranya Tahu Bulat dan Tahu Bulat 2 yang melegenda.

Internasional

Tak terasa, dua jam sudah Jevin dan Eldwin menceritakan sepak terjangnya di dunia gim. Sudah waktunya kembali bekerja di Laboratorium Riset dan Pengembangan Fakultas Informatika Universitas Parahyangan, almamater keduanya. Ada tempat khusus yang disediakan bagi mereka sebagai bentuk kerja sama Own Games dengan Unpar.

“Selain di sini, ruang kerja di rumah kami tidak ditinggalkan. Kami tetap meneluran beragam karya baru disana,” katanya.

Salah satunya yang tengah dibuat adalah proyek pembuatan gim bertema lokal lain yang bakal rilis e pasar internasional. Baik Eldwin dan Jefvin yakin, gim itu bakal diminati karena dekat dengan eseharian orang Indonesia. Sukses penjualan hingga penghargaan yang diperoleh sebelumnya menjadi lecutan positif untuk berkarya lebih baik lagi.

“Akan tetapi, paling penting bukan berapa penghargaan yang kami buat. Kepuasan pelanggan tetap jadi nomor satu. Kami ingin selalu memberi yang terbaik, membuat gim Indonesia disukai dunia,” katanya.

Sumber : UC Lib-Collect, Kompas, 25 Septemer 2017. Hal. 16

Hasoe Sang Pengelana

Hasoe_Sang Pengelana.Kompas.23 September 2017.Hal 16 001-page-001

Profesi Hasoe sebenarnya adalah perupa. Ia atif dalam berkarya, aik di dalam maupun luar negeri. Hal itu dikuatkan dengan basis pendidikannya yang memang sarjana seni dari Institut Seni Indonesia.

Di luar itu, ia juga pemain organ tunggal ternama khusus musik dangdut dan campursari. Namanya tidak hanya melamung di Jawa Tengah dan DI Yogyakarta, tetapi juga di luar Jawa. Bahkan, di Nusa Tenggara Timur, wilayah yang sesungguhnya kurang akrab dengan musik ini. Dia menjadi bintang yang sengaja didatangkan khusus untuk menghibur tamu di sebuah hotel berbintang di Kupang.

Sebagai pemain organ tunggal, ia memilii kekhasan. Kostumnya di atas panggung banyak dan unik. Dia misalnya, memakai pakaian mirip jubah warna biru cerah dengan dengan aksesori topi lebar. Dia juga memiliki kostum mirip seragam angkatan laut lengkap dengan topi kebesarannya. Bukan saja kreatif, melainkan juga atraktif.

Karena itu, dia selalu laris sebagai pemain organ tunggal. Ia tak segan – segan membuat manuver – manuver yang unik. Ketika erulang tahun ke 45 sekitar empat tahun lalu, misalnya, dia mendatangkan 45 penyanyi campursari dan dangdut untuk pentas bersama. Bentara Budaya Yogyakarta sebagai tempat pemanggungan padat manusia. Ini hanya satu bagian dari kiprahnya sebagai pemain organ tunggal khusus dangdut dan campursari.

Di kalangan seniman, Hasoe selalu menjadi dambaan para seniman Yogyakarta yang memutuhkan petunjukan dangdut dan campursari untuk acara pemukaan pameran. “Pokoknya ‘pondangi’, opo – opo ditandangi, apa – apa dikerjakan,” begitu kata Hasoe.

Perupa antarbangsa

Cita – citanya berkeliling dunia. Ia tidak hanya menyataan lewat mulut, tetapi juga benar – benar melakoninya. Setidanya 30 negara telah dia kunjungi. Sebagian kunjungannya dala rangka jalan – jalan, sebagian lagi unjungan dengan mambawa misi kesenian.

Khusus kunjungan misi kesenian, dia menjalin relasi lewat jalinan internet. Intinya mencari kesepakatan bagaimana menajlan persahabatan seni rupa. Atas jalinan ini, terjadilah kumpulan perupa dari berbagai bangsa di setiap negara. Secara ruti mereka bertemu di negara tertentu.

Pertemuan seniman itu, alau tidak berpameran seni rupa, juga melakukan diskusi, tukar pikiran tentang konsep – konsep seni rua antarbangsa.”Ya, kami keluar uang dari kantong sendiri, berupaya bagaimana bisa ada pertemuan seniman antarnegara,” kata Hasoe.

Petemuan terakhir erlangsung di India dengan mengadakan pameran bersama perupa antarbangsa. Yang paling akhir tahun, jaringan perupa antarbangsa mengadakan kegiatan seni di Moldova.

Sekitar tiga tahun sebelumnya, Hasoe mendapat giliran menjamu perupa – perupa dari 30 negara di Indonesia. Mereka diajak keliling candi – candi di Jawa Tengah dan DIY. Setelah itu, mereka dibawa ke Omah Petroek, Dusun Wonorejo, di lereng Gunung Merapi, Katupaten Sleman, Yogyakarta, untuk lokakarya (worshop) dan melukis alam Jateng/DIY yang telah dikunjungi. Hasil dari karya para seniman dari 30 negara itu dimiliki leh Telly, seorang pecinta seni yang mensponsori kunjungan perupa antarbangsa ini.

“Semua ini karena keberanian. Nunggu menabung sampai tua enggak akan terjadi. Yang penting erja sama lewat jaringan inilah kami, para perupa dari berbagai bangsa, bisa saling berkunjung,” kata Hasoe.

Unik

Cita – cita keliling dunia ini memang tidak hanya dilakukan Hasoe lewat misi kesenian, tetapi juga lewat kunjungan wisata. Uangnya dari mana ketika penghasilannya tak sebanding dengan biaya perjalanan wisata ke luar negeri?

Inilah keunikan Hasoe. Dengan modal relati kecil, ia bisa menggapai dunia. Caranya adalah membeli kuis – kuis produk industri Indonesia yang memberi hadiah perjalanan e luar negeri. Dia berani mengeluarkan uang berjuta – juta untuk pembelian sebuah produk. Memborong hasil sebuah produk sampai Rp 12 juta adalah hal biasa. Yang mengherankan banyak orang adalah dia lebih sering menang daripada kalah.

Ya, inilah Hasoe yang cerdik. Meskipun belanja sebuah produ berjuta – juta, dia masih menyiasati dengan menjual ulang produk yang dibeli. Kadang pengusaha sebuah produk hanya memberi ode undian hanya ditempel pada produnya. Siapa yang berminat ikut undian tinggal mengambil tempelan itu.

Produk yang kode undiannya sudah diambil itu dijual lagi dengan harga rugi. Pernah Hasoe mengikuti undian sebuah obat kumur. Dia memeli produk itu Rp 12 juta. “Setelah saya ambil kode undiannya, saya jual lagi lau Rp 8 juta. Akhirnya saya memenangi undian itu. Artinya, hanya kehilangan uang 4 juta saya bisa pergi Eropa. Gratis perjalanan, akomodasi, ada uang saku, dan diajak e berbagai tempat wisata,” katanya.

Dari berbagai undian itu, Hasoe bisa ke banyak negara. Dia bisa menonton Piala Dunia di Polandia, Liga Inggris, dan jalan – jalan ke Belanda, Perancis, Belgia, London, Jerman, dan Jepang.

Begitu akrabnya bergaul dengan undian berhadiah ini, Hasoe sampai hafal para pengusaha melakukan tipu – tipu. Menyebar undian, tetapi penarikannya tidak jelas. “Saya sampai hafal sebuah PO Box yang saya curigai hanya menipu,” ujarnya.

Hobinya keliling dunia, baik untuk misi kesenian maupun sekedar senang – senang, telah membuka mata bahwa dunia itu luas. Dan dari setiap perjalanan ia mendapatkan pelajaran baru yang menjadi energi penggerak kegiatan keseniannya.

Sumber : UC Lib-Collect, Kompas. 23 September 2017. Hal. 16