Bunga Bangkai untuk Pangan

Bulan Agustus 2016 lalu, bunga bangkai raksasa, corpse flower, Titan arum, Amorphophallus tilanum mekar serentak di Kebun Raya New York, Washington D.C, St. Louis, Bloomington (Indiana) dan Sarasota Florida, Amerika Serikat (AS). Mekarnya bunga bangkai raksasa serentak di beberapa kota ini membuat masyarakat As bertanya-tanya. Cuma kebetulan, atau tanda-tanda zaman? Jangan-jangan ini jadi pertanda malapetaka yang akan banyak memakan korban?

Karena tanaman ini disebut bunga bangkai, dan 2016 mekar serentak di beberapa kota, dianggap itu pertanda bakal banyak bangkai bertebaran di AS. Mekar serentaknya bunga Titan arum di kota-kota AS tadi, justru menjadi indikasi tanaman langka ini sudah tidak langka lagi.

Hampir semua kebun raya di kota-kota besar di dunia, sekarang punya kolesi Titan arum, dan berhasil membungakannya. Diperkirakan saat ini sekitar 6.000 kebun raya dan arboretum dunia mengoleksi Titan arum.

Pengelola kebun raya sadar bahwa tarik Titan arum sangat tinggi. Saat tanaman ini berbunga, pengunjung akan berdatangan. Titan arum bersama dengan Rafflesia arnoldii, merupakan bunga terbesar di dunia.

Saat Titan arum mekar, tanamannya justru tidak ada. Semua spesies Amorphophallus memang baru akan berbunga saat umbinya sudah tumbuh optimum, dan dalam keadaan dorman (istirahat).

Di seluruh dunia ada 198 spesies Amorphophallus berbagai ukuran dan betuk bunga. Titan arum merupakan yang terbesar dari semua spesies Amorphophallus. Habitat general Amorphophallus tersebar di Asia, Afrika, Australia dan sebagian kepulauan Pasifik.

Titan arum merupakan spesies Amorphophallus asli dari Indonesia, sama dengan Rafflesia arnoldii. Meskipun Titan arum merupakan spesies asli Indonesia, namun nama Titan arum malah tak terlalu dikenal. Masyarakat luas malah sering menyebutnya sebagai Rafflesia, sebab dua spesies tumbuhan beda famili bahkan lain ordo ini sama-sama disebut “bunga bangkai raksasa”.

Beberapa negara beriklim empat musim sudah membudidayakan titan arum di rumah kaca.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) No 7 Tahun 1999 Tentang Pengawetan Jenis Tumbuhan dan Satwa; ada dua spesies Amorphophallus yang dilindungi, yakni Amorphophallus titanium (bunga bangkai raksasa); dan Amorphophallus decussilvae (bunga bangkai jangkung). Meskipun berstatus dilindungi, sekarang dua spesies Amorphophallus ini, terutama Amorphophallus titanium, sudah menyebar ke seluruh dunia. Negara-negara beriklim empat musim mampu membudidayakan, bahkan mengembangkan Titan arum dengan baik di rumah kaca.

Tanaman pangan

Potensi ekonomis Titan arum, sebenarnya bukan pada fungsinya sebagai tanaman hias, terlebih tumbuhan langka. Di situs penjualan online ebay, umbi Titan arum berdiameter 3,5 cm ditawarkan £40, atau sekitar Rp 690 000 diameter 5 cm seharga £ £ 79 (Rp 1.366.000). Situs rareplants menawara=kan biji Titan arum seharga Us$ 15,90 (Rp 206.000) per biji, dengan pembelian minimal tiga biji.

Umbi Titan arum sejatinya bisa menjadi penghasil bahan pangan masa depan. Dari 198 spesies Amorphophallus, hanya Amorphophallus paeoniifolius yang umbinya bisa dikonsumsi langsung. Di Indonesia, umbi Amorphophallus paeoniifolius disebut suweg. Nama Inggrisnya elephant foot yam, dan whitespot giant arum. Di beberapa provinsi di Indonesia, suweg dibudidayakan masyarakat dan dikonsumsi umbinya.

Meskipun suweg muda dibudidayakan, kelestariannya terancam karena konsumennya semakin kurang. Belakangan ini Lembaga Ilmu Pengetahun Indonesia (LIPI), sedang meneliti suweg untuk dikembangkan sebagai bahan pangan.

Sementara spesies Amorphophallus dikonsumsi tidak secara langsung. Di China, Korea dan Jepang Amorphophallus konjac (kojac, devil’s tongue, voodoo lily, snake palm) dibudidayakan secara insentif dalam skala besar untuk dipanen umbinya. Umbi konjac merupakan bahan pangan penting di China, Korea, dan terutama Jepang. Dari umbi ini dihasilkan glukomanan, yang akan diolah lebih lanjut menjadi konjaki. Di restoran Jepang, konjaku menjadi salah satu menu penting.

Di Indonesia, juga ada spesies Amorphophallus penghasil glukomanan, yakni iles-iles, (porang, Amorphophallus muelleri). Iles-iles sudah dibusidayakan secara terbatas dan diolah menjadi glukomanan, sebagai bahan jonjaku. Rendemen glukomanan iles-iles sekitar 50% dari bobot keripik umbi.

Titan arum berpeluang dibudidayakan secara massalh sebagai penghasil glukomanan. Sebab umbi Titan arum bisa mencarap bobot di rata-rata di atas 10 kg. Kandungan glukomanan bisa di 50%, sama dengan iles-iles. Rata-rate bobot umbi porang (tiga fase tanam, tiga tahun) antara 0,5 sampai 3 kg.

Memang, untuk mencapai bobot di atas 10 kg per umbi Titan arum memerlukan fase tanam lebih lama, bisa setahun. Secara bisnis ini masih menguntungkan, sebab fase tanam hanya sekitar dua kali iles-iles, tetapi bobot umbi bisa sampai tiga kali lipat. Sama dengan iles-iles dan suweg. Titan arum juga bisa dibudidayakan di bawah tegakan tanaman keras.

 

Sumber: Tabloid Kontan, 24 Juli – 30 Juli 2017, Hal. 21

Tyovan Ari Widagdo_Meretas Hidup dengan Bahasa

Tyovan Ari Widagdo (27) belum jadi sarjana ketika dipercaya mengelola dana sekitar Rp 6 miliar untuk mengembangkan aplikasi belajar bahasa inggris, Bahaso. Dua tahun berjalan, Tyovan mengajak 25 anak muda bekerja di perusahaan pengembang aplikasi itu. Ia kini mulai membalas budi atas anugerah itu kepada ratusan ribu orang Indonesia.

Oleh Herlambang Jaluardi

“Aku baru pulang kemarin dari Banda Aceh menyerahkan beasiswa untuk 1.000 perempuan Aceh belajar bahasa Inggris,” kata Tyovan di kantornya, Jumat (15/12), di daerah Gambir, Jakarta Pusat. Ia adalah chief executive officer (CEO), alias pucuk pimpinan PT Bahaso Intermedia Cakrawala, perusahaan pengembang Bahaso.

Di luar ruang rapat yang sejuk itu, suasana riuh oleh gurauan pekerja yang sebaya dengan Tyovan.  Mereka sedang berbagi donat. Sekitar setengah jam kemudian, suasana senyap. Mereka tekun menghadap komputer masing-masing.

Para penerima beasiswa di Aceh itu adalah penghasil kerajinan rumah tangga. Harapannya, jika mereka pandai berbahasa Inggris, mereka bisa berjualan dengan pembeli mancanegara lewat internet.

Penerima beasiswa bisa mengakses kelas premium di aplikasi Bahaso. Peserta ajar kelas premium membayar Rp 100.000 per bulan. Namun, ada juga materi yang bisa dinikmati gratis, dengan fasilitas terbatas. Total pengguna aplikasi itu kini mencapai angka 350.000 orang, sebanyak 30 persen, di antaranya, adalah pengguna premium. Pendapatan perusahaan itu diperoleh oleh pelanggan berbayar. “Jadinya, sistem subsidi silang,” katanya.

Perusahaan itu ia kembangkan dari dana investor sebesar 500.000 dollar AS, atau sekitar Rp 6 miliar, yang ia peroleh pada 2014. Baru-baru ini mereka mendapat bantuan modal berikutnya dari perusahaan telekomunikasi dalam negeri. Suntikan dana itu membuat perusahaan Tyovan lebih leluasa mempromosikan aplikasi tersebut.

Tyovan berencana memberi beasiswa kepada sektiar 100.000 orang. Selain di Banda Aceh, ia juga telah membagikan beasiswa itu di Bojonegoro, Manado, Wonosobo, dan Kabupaten Lampung Timur. Bahaso rupanya juga dipakai pekerja migran asal Indonesia, seperti di Dubai dan Hong Kong.

Cari solusi

“Kurikulum di pedidikan formal (sekolah) masih fokus pada bagaimana mendapat nilai ujian tinggi, bukan bagaimana menggunakan bahasa itu dengan semestinya,” katanya. Kebutuhan itu berusaha dipenuhi lembaga kursus. Sayangnya, tidak semua orang bisa kursus. Selain kendala jarak dan waktu, biaya kursus juga relatif mahal. Tyovan memotong kendala tersebut, dengan menyebarkan materi pengajaran melalui internet. Apalagi, pengguna ponsel berbasis Android makin jamak.

Tyovan mengembangkan aplikasi pengajaran bahasa saat dia berkuliah di Jurusan Ilmu Komputer Universitas Bina Nusantara (Binus), Jakarta. Proyek ini meluluskan dia dari kampusnya walau dengan nilai skripsi pas-pasan. “Selama kuliah, nilaiku memang selalu nasakom (nilai satu koma, alias tak sampai dua),” katanya tertawa.

Nilainya yang jeblok itu adalah akibat dari sering membolos. Ketika kuliha, ia mengurusi perusahaan yang ia bangun sejak kelas dua SMA, yaitu Vemobo. Perusahaan itu membangun web dan aplikasi serta konsultan teknologi.

Keajaiban dunia IT memikat Tyovan sejak remaja. Ia sering menghabiskan waktu main gim video meski tak punya alatnya di rumah. Uang sakunya sering habis untuk membayar sewa PlayStation. Namun, dia tak cuma bermain gin, dia pun mencoba membuat gim. Dia sering menghabiskan waktu di warnet mempelajari teknologi informatika yang sebagian besar berbahasa Inggris.

Ia punya kamus, tetapi uang jajannya terlalu sedikit untuk menyewa warnet. Dengan uang saku hanya Rp 5.000 per hari, dia bisa mengakali dua warnet di kota Wonosobo yang bertarif Rp 10.000 per jam. Ayah dan ibunya bukan orang berada. Mereka berdagang tahu kupat di trotoar kota Wonosobo.

Waktu kelas satu di SMA Negeri 1 Wonosobo, kejahilannya pernah menggegerkan sekolah. Virus “pelajar” yang dibuatnya menyebar ke semua komputer sekolah. Walaupun membuat penawar, ia dihukum dilarang memakai komputer di laboratorium.

Kegandrungannya akan komputer tersalurkan setelah dia menjadi penyiar radio sekolah. Saat itu dia pun sempat merancang web berisi informasi lengkap tentang pariwisata Wonosobo bernama e-wonosobo. Setelah itu, orderan membangun website pun berdatangan dengan upah sampai Rp 3 juta.

Suatu ketika ia mendapat proyek dengan nilai Rp 25 juta dari instansi pemerintah. Usaha untuk mendaftarkan perusahaannya kandas. Sang notaris yang didatanginya meminta dia datang lagi ketika sudah cukup umur, sesuai undang-undang.

Kejahilannya muncul lagi. Ia menuakan umur di kartu identitas. Berbekal identitas fiktif, dia berhasil mendaftarkan diri sebagai pemilik perusahaan teknologi informatika bernama CV Vemobo Citra Angkasa.

Uang proyek yang ia terima tunai itu ia belikan laptop pertamanya. “Tetap saja enggak dilirik cewek, mereka milih cowok yang punya motor, ha-ha-ha,” ujarnya.

Perjalanannya berlanjut di Jakarta. Saat kuliah di Binus Jakarta, ia berjejaring dengan praktisi TI lain, juga pelaku usaha rintisan (startup). Bisnis Vemobo pun tetap langgeng. Kiprahnya itu membuat dia diundang Universitas Stanford di AS sebagai wakil dari Indonesia di ajang ASES Stanford Summit and Pitch IT pada 2013.

Di sana ia “menziarah” Silicon Valley dan Silicon Alley-kiblat kancah TI dunia, serta memperluas relasi. Dalam pesawat di perjalanan ke Tanah Air, Tyovan terpikir membuat sesuatu yang berguna bagi orang banyak, berbasis teknologi. Gagasan itu mewujud pada awal tahun 2015 dalam bentuk Bahaso. Ia sedang terancam drop out kuliah. Bahaso menyelamatkan akademiknya.

Setelah meraih gelar sarjana, Bahaso tetap ia hidupkan. Ia mencari pakar bahasa Inggris demi menyusun konten pengajaran. Gayung itu disambut Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya (FIB) Universitas Indonesia. Peserta ajar Bahaso mendapat sertifikat dari kampus itu.

Kehidupan Tyovan sudah jauh berbeda ketika umurnya belum lagi 30 tahun. Ia tak lagi kepingin punya motor karena ada Toyota Fortuner berkode inisial namanya di pelat nomor. Ia berumah di daerah Joglo, Jakarta Barat.

Tyovan belum hendak berhenti. Ia ingin menua seperti Bill Gates, panutannya, yang menyantuni banyak orang di dunia. Pembagian beasiswa kelas bahasa Inggris adalah langkah kecilnya.

 

Sumber: Kompas.23-Desember-2017.Hal_.16

Neng Herti_Penjaga Toleransi Kampung Tengah

Di tengah merebaknya ujaran kebencian di media sosial, warga Kampung Tengah, Kramatjati, Jakarta Timur, tetap guyub. Warga Muslim dan Kristen hidup berdampingan penuh persaudaraan. Neng Herti (48) punya peran dalam memelihara toleransi di kampung itu yang sudah berlangsung puluhan tahun

Oleh Jumarto Yulianus

Perempuan kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, itu menetap di RT 001 RW 008 Kelurahan Tengah sejak 1989 karena menikah dengan M Rivai (61), warga setempat. Sejak tinggal di sana, ia terkesan melihat kehidupan warga yang rukun meski memiliki latar belakang etnis dan agama yang berbeda-beda. Ia senang menjadi bagian dari masyarakat yang guyub dan toleran di Kelurahan Tengah.

Ia tidak ingin semangat toleransi yang sudah puluhan tahun terjaga hilang begitu saja karena pengaruh negatif dari luar kampung. It sebabnya, ketika dipercaya sebagai Ketua RT 001 R 008 Kelurahan Tengah pada 2003, ia bertekad mempertahankan keguyuban dan toleransi di kampungnya. Ia tidak pernah bosan  mengingatkan warganya, terutama yang baru tinggal di Kampung Tengah, untuk saling menghargai perbedaan. Ia ingin agar umat Islam dan Kristen, khususnya di Gang Eka Dharma, bisa terus hidup berdampingan sebagai saudara.

“Saya selalu mengingatkan warga pendatang baru di lingkungan kami untuk menyesuaikan diri dengan kehidupan warga kami. Siapa pun yang tinggal di sini harus toleran dan menjaga kerukunan antarumat beragama,” kata ibu tiga anak yang sampai tahun ini masih menjabat ketua RT. Total sudah sekitar 14 tahun atau 5 periode Neng menduduki jabatan tersebut.

Di gang sempit yang hanya muat untuk dilewati satu sepeda motor itu terdapat dua tempat ibadah dari dua umat berbeda. Sekitar 50 meter dari mulut gang, berdiri Mushala Al Mukhlashiin. Masuk lebih ke dalam lagi, sekitar 50 meter dari mushala, ada Gereja Kristen Pasundan Kampung Tengah, gereja dibangun tahun 1970-an, sedangkan mushala dibangun awal 2000.

Belakangan ini, Neng semakin giat menggaungkan pesan-pesan toleransi karena ia merasa hubungan harmonis umat Islam dan Kristen akhir-akhir ini sedang diuji. Warga RT 001 RW 008, yang berjumlah sekitar 300 jiwa dari 89 keluarga, diharapkan tidak terpengaruh oleh sentimen dari luar kampung yang berpotensi merenggangkan persaudaraan warga.

Menenangkan warga

Ujian cukup besar datang saat perhelatan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta 2017. “Ya, pas pilkada, sempat ada sedikit ketegangan. Maklum, warga memiliki pilihan masing-masing untuk pasangan calon gubernur dan wakil gubernur,” ucap Neng.

Pada waktu itu, ada yang memasang spanduk berisi tawaran menjadi tim sukses salah seorang pasangan calon gubernur dan wakil gubernur. Spanduk itu dipasang tepat di depan jalan masuk menuju Gang Eka Dharma. “Saat itu, (pemasangnya) langsung saya nasihati. Di sini tidak boleh menunjukan hal-hal politik seperti ini karena nanti bisa memecah belah,” tutur Neng menegur warganya. Tak lama kemudian, spanduk itu pun dicabut.

Selesai masalah spanduk, Neng kembali dipusingkan masalah pilkada. Grup Whatsapp warga Gang Eka Dharma dimanfaatkan sebagaian warga untuk meneruskan pesan kampanye berbau SARA (suku, agama, ras dan antargolongan). Pesan yang diperoleh dari jagat digital itu tidak disaring terlebih dahulu.

Saat itu, Neng benar-benar panik karena takut terjadi perpecahan di antara warga. Ia pun langsung mengontak warga yang menyebarkan ujaran kebencian melalui pesan pribadi. “Ibu, tolong jangan begini ya. Kita semua kan saling menjaga toleransi dan keberagaman. Kalau seperti itu, nanti ada yang tersinggung. Jangan pernah kirim seperti itu lagi ya.”

Neng bersyukur, warga masih mau mendengarkan imbauannya sehingga tidak sampai terprovokasi saat ada kepentingan politik menyusup. Seusai perhelatan pilkada, warga pun kembali tenang. Semua bisa saling menghargai pilihan masing-masing dan bersatu lagi. “Ya, kalau kerikil-kerikil masalah itu pasti ada, tetapi selalu bisa diselesaikan,” kata perempuan berdarah Sunda ini.

Merangkul semua

Salah satu keberhasilan Neng menenangkan warga saat ada provokasi dari luar ialah kemampuannya untuk merangkul semua warga dan tokoh-tokoh agama. Neng yang beragama Islam membangun hubungan baik dengan pendeta Gereja Kristen Pasundan Kampung Tengah saat ini, Maygolin Carolina Tuasuun. Dengan pendeta-pendeta sebelumnya, hubungan Neng juga baik.

Neng yang berasal dari keluarga Islam tidak pernah risi bergaul dengan siapa saja. Pasalnya, sejak kecil ia dididik oleh orangtuanya untuk bersikap baik kepada siapa saja, termasuk yang memiliki latar belakang berbeda. Mendiang ayahnya pernah berpesan, “Agamamu harus dipertahankan. Namun tetaplah bergaul baik dengan siapa saja. Dan jangan pernah memaksakan agamamu kepada orang lain,” kata anak kesembilan dari 10 bersaudara ini menirukan pesan tersebut.

Elang Darmawan, suami Pendeta Magyolin, mengakui kepemimpinan Neng yang merangkul dan mengayomi semua warga. Karena itu, pada pemilihan ketua RT 001 RW 008 beberapa waktu lalu, warga secara aklamasi memilih kembali Neng. “Kalau pemilihan ketua RT lagi, kami masih tetap mendukung Ibu Neng,” ujarnya.

Neng yang sudah lima periode menjadi ketua RT akan mengakhiri masa baktinya pada Oktober 2018. Ia pun tidak ingin berlanjut enam periode karena ingin fokus mengurus suaminya, M Rivai, yang mulai sakit-sakitan. “Sudahlah, ini tahun terakhir. Sudah susah mengurus warga semenjak suami sakit,” ucapnya lirih.

Rivai atau kerap disapa Aceng dalam setahun sudah terserang lima penyakit, mulai dari kurang kalium, prostat, hernia, pembengkakan kaki, sampai yang paling parah stroke. Pada 17 Agustus 2017, Aceng menjalani operasi hernia. Kini, kesehatan Aceng mulai pulih. Stroke yang pernah melumpuhkan badannya juga tidak kumat lagi.

Namun, sebagai istri, Neng tetap mengkhawatirkan kondisi suaminya. Ia juga perlu memberikan perhatian lebih kepada suaminya yang rentan terserang penyakit. “Saya yakin, warga di sini mampu menggantikan tugas saya nanti. Sebagai ketua RT, kan, tinggal menjaga dan meneruskan apa yang sudah baik saja,” katanya.

Neng berharap kerukunan dan persaudaraan antarumat beragama di Kampung Tengah tetap terbina dengan baik sampai kapan pun. Meski kelak tak lagi menjadi ketua RT, Neng masih tetap bersedia membantu agar api semangat toleransi di Kampung Tengah tetap menyala.

 

Sumber: Kompas.21-Desember-2017.Hal_.16

Nasib Tanah Abang

Bagus Marsudi

 

Penataan Kawasan Pasar Tanah Abang masih menjadi polemik. Konsep penataan yang disodorkan dan dimulai oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mendapat tanggapan beragam dari banyak pihak. Bukan cuma pengamat dan institusi, bahkan sebagian pedagang dan pengusaha transportasi dikawasan itu juga tidak sedikit yang kontra. Keberpihakan pada pedagang dengan memberi ruang jualan di jalan belum dianggap sebagai solusi terhadap masalah di kawasan tersebut.

Justru kini yang terlihat malah kesemrawutan. Tingkat kemacetan di kawasan itu kembali meningkat drastis. Menurut pengamatan dan survei dari Dirlantas Polda Metro Jaya, dalam beberapa minggu terakhir, tingkat kemacetan di Tanah Abang meningkat sampai 60%. Padahal, beberapa tahun lalu, banyak yang menganggap kawasan itu menjadi lebih nyaman setelah ada pengaturan dan penertiban kendaraan dan angkutan umum secara teratur.

Yang lebih ironis, para pedagang yang selama ini menyewa dan menempati kios-kios di beberapa blok pusat perbelanjaan itu juga merasakan imbasnya. Penjualan sepi karena pembeli berpikir ulang untuk belanja ke Tanah Abang. Ini belum termasuk faktor belanja daring yang bebas kemacetan. Bahkan, Pasar Tanah Abang Blok G yang sempat menjadi salah satu ikon kini sudah tinggal pedagang.

Jika tidak ada solusi yang nyata untuk pembenahan kawasan itu, cepat atau lambat, pijar Kawasan Perbelanjaan Pasar Tanah Abang kian meredup. Soalnya, kini pembe sudah memiliki banyak alternatif untuk mendapatkan barang dengan harga kompetitif. Banyak market place yang diisi oleh pedagang, bukan cuma dari Tanah Abang, membuat konsumen punya banyak pilihan pemsaok, hanya dengan membandingkan harga dan kualitas. Bahkan bnayak pemasok daring tak perlu lagi bikim toko luring lantaran sudah punya langganan tetap.

Yang dibutuhkan oleh ribuan pedagang dan mereka yang selama ini hidup dari ekonomi di Kawasan Tanah Abang adalah kebijakan yang konsisten. Problem beda pemerintahan beda kebijakan  justru akan menjadikan kawasan itu hanya sebagai objek persaingan, bukan aset berharga yang perlu dikembangkan. Apalagi jika kebijakan itu hanya melihat dari sisi jangka pendek, tidak mempertimbangkan keberlangsungan roda ekonomi dikawasan itu. Seharusnya komunitas pedagang di Kawasan Tanah Abang berteriak keras untuk mempertahankan masa depan mereka.

 

Sumber: Kontan.-Sabtu-27-Februari-2018.-Hal.-18

Menjaga Hasil Karya Berbahan Baku Barang Bekas

Beberapa orang mengerjakan pohon buatan. Bahan yang digunakan antara lain kertas koran, botol air mineral, kantong plastik, kelobot atau kulit jagung, daun, ranting, hingga aneka biji-bijian. Pohon setinggi 1 meter itu dikerjakan selama tiga jam.

Membuat pohon natal atau artifisial menggunakan bahan sampah yang sudah di daur ulang adalah salah satu kegiatan rutin yang digelar Asosiasi Pengusaha Bunga Kering dan Bunga Buatan Indonesia (Aspringta) Jawa Timur. Beranggotakan 60 pelaku usaha, organisasi ini ingin terlibat dan mewarnai kegiatan perekonomian di Tanah Air.

Karya perajin untuk hiasan dirumah, gedung, atau hotel itu umumnya berupa bunga kering,hiasan.pernak-pernik, hingga lukisan. Semuanya menggunakan bahan baku barang beksa atau sampah kering. Kerajinan yang dibuat perajin-yang rata-rata sudah berumur-itu bahklan merambah pasar luar negri.

Ketua Aspringta Kota Surabaya (Jawa Timur) Safni Yeti, yang ditemui di sela-sela pameran bunga kering dan buatan, beberapa waktu lalu, menyebutkan kendati dibuat dari barang bekas, psar daun kering, biji-bijian, dan ranting pohon itu justru keluar negri. Semua bahan bakunya menggunakan bahan lokal dan alami.

“kami, perajinyang rata-rata sudah berumur diatas 50 tahun konsisten pada jalur memuliakan barang-barang yang tak berguna” katanya

Perajin sekaligus pemilik usaha bunga kering dan buatan di Surabaya ada yang sudah 80 tahun, tetapi masih kreatif dan tak henti membuat pernak-pernik berbahan baku alami. Tentu saja, hiasan yang dibuat itu disesuaikan dengan tren yang berlaku di msyarakat.

Dahulu bunga kering, pernak-pernik, dan lukisan itu untuk mempercantik ruangan berukuran besar. Maka, hisaan pun dibuat dengan ukuran yang bisa setinggi 3 meter. Namun, kini ukuran hiasan disesuaikan dengan ruangan yang trennya kearah minimalis dan kecil.

“Produk kami kini digandrungi keluarga muda yang tinggal di apartemen sehingga ukuran berbagai hiasan itu tidak lebih dari 50 sentimeter, “kata Supardi,perajin asal Surabaya yang menggunakan bahan baku utama eceng gondok.

Pasar Ekspor

Pada umumnya, perajin hiasasn dan pernak-pernik ini menekuni usaha mereka karena panggilan jiwa. Meskipun, ada juga perajin yang pada awalnya hanya coba-coba dan mengisi waktu luang yang lantas berlanjut.

“Jadi meskipun sudah berusia lanjut, mereka masih bisa membuat karya sesuai zaman,” kata Nanik Heri, pemilik kerajinan daun kering.

Nanik, ibu dari tiga anak ysng meniti usaha bersama almarhum suaminya Heri, setiap tahun memngekspor kotak tempat abu jenazah. Setidaknya, 30.000 kotak terbang ke iNggris, Belanda, dan Spanyol per tahun.

Ditengah kesibukannya mengerjakan pesanan yang membanjir dari luar negri, Nanik tetap berupaya membagikan ilmu kepada perajin lain atau orang-orang yang ingin mempelajari cara mengolah dan berkreasi debgan daun kerig. Ilmu yang dibaginya itu terkait cara mengolah daun kering agar bernilai tinggi.

Bagi anggota Aspringta Surabaya, tak ada barang bekas yang tak berguna. Produk mereka, meski dari limbah, tetap digemari konsumen domestik dan asing.

Untuk itu, Aspringta berusaha mencari orang-orang berbakat dan mencintai kerajinan berbahan baku alami. Salah satu caranya, anggota aspringta secara bergiliran berbagi ilmu mengolah limbah kering menjadi barang bernilai ekonomi.

“Anggota kami rutin diundang pemerintah daerah dari Sabang hingga Papua untuk berbagi ilmu. Syarat pelatihan  di setiap daerah tetap sama, yakni bahan bkau disesuaikan dengan yang tersedia di daerah it. Misalnya, di Nusa Tenggara Timur mudah menenmukan kelobot jagung, di Sulawesi gampang menenmukan daun kering dan biji-bijian, begitu juga di Kalimantan,” kata Safni.

Dengan menggunakan bahan baku yang tersedia di daerah masing-masing, hambatan untuk berkarya bisa dikurangi.

Hal serupa juga dilakukan Wiwit Manfaati, perajin yang menggunakan bahan baku eceng gondok. Wiwit juga kerap berbagi ilmu hinga ke Papua dan Papua barat. Sambil berbagi ilmu, Wiwit mencari pengusaha baru yang bisa bergerak dikerajinan bunga kering dan buatan.

Upaya mencari pelaku usha yang bersedia menekuni kerajinan berbahan baku limbah kering juga dilakukan Ani Susilowati. Selama ini, Ani sukses mengembangkan kerajinann dari karung goni bekas yang diperoleh dari psar loak di Surabaya itu dikreasikan menjadi bunga.bros, dan tempat tisu.

Sama seperti perajin lain yang bergabung di Aspringta, Ani tidak ingin kerajinan berbahan baku barang bekas itu tersisih karena kekurangan pengrajin. Sambil berkreasi, para pelaku usaha tersebut berbagi ilmu dan menjaga napas kerajinan berbahan baku barang bekas.

 

Sumber: Kompas-Minggu-28-Januari-2018.hal_.-12

George Weah_Berantas Korupsi Tak Semudah Cetak Gol

George Weah

Berantas korupsi tak semudah cetak gol

 

Bermain membela negara di ajang piala dunia adalah impian semua pemain sepak bola. Impian ini tidak pernah diraih George Weah. Namun, diluar itu, sebagai bintang lapangan hijau, Weah telah mendapatkan segalanya.

(Anton Sanjoyo)

 

Karir gemilangnya membentang selama hamper dua decade, di enam negara, di klub-klub terbaik di tiga benua. Pengalaman jattuh bangun menjadi yang terbaik itu juga mengajarkan Weah untuk tidak pernah putusasa mengejar impiannya mengabdi negaranya, Liberia, sebagai presiden.

Hari senin (22/1), George Manneh Oppong Weah (51) resmi dilantik sebagai presiden Liberia menggantikan Ellen Johnson Sirleaf, perempuan pertama yang menjabat presiden di benua Afrika.

Seolah kebali keakarnya, pelantikan Weah dilakukan di Stadion sepak bola Samurel Doe di ibukota Monrovia yang disesaki pendukungnya. Beberaoa jam sebelumnya rakyat Liberia antre hamper 2 kilometer untuk memasuki stadion guna merayakan transisi demokrasi damai untuk pertama kalinya dalam 47 tahun. Antrean didominasi kau muda yang  menaruh harapan setinggi langit pada Weah, yang mereka percaya akan membawa era baru kesejahteraan bagi seluruh rakyat.

“Saya bersumpah, demi rakya Liberia, demi tuhan Maha Kuasa, Yakinlah saya tdak mengecewakan rakyat Liberia,” ujar Weah yang berpakaian serba putih dalam pelantikan dan pengambilan sumpah itu.

Momen inilah yang selama satu decade lebih telah ditunggu Weah, satu-satunya  pemain bola Afrika yang berhasil dalam meraih predikat pemain terbaik dunia Ballon d’Or. Pertama kali terjun sebagai kandidat presiden pada 2005, Weah kalah oleh Sirleaf yang juga mantan eksekutif bank dunia. Tahun 2011 Weah kembali mencalonkan diri, kala itu menjadi calon wakil presiden bagi Winston Tubman, tetapi kembali dikalahkan oleh Sirleaf.

“Kemenangan ini mustahil tanpa dukungan kaum muda dan kaum perempuan yang membiayai hidupnya dengan berjualan dipasar,” papar Weah seperti dikutip The Guardian.

Anak muda dan kelompok masyaraat miskin memang menjadi target utama kampanye untuk memenangi pilpres. Lebih dari separuh rakyat Liberia yang berjumlah sekitar 4,5 juta jiwa hidup dibawah garis kemiskinan. Kelompok ini menjadi tulang punggung pemilih Weah saat mengalahkan Sirleaf.

 

Beban Berat

Meski demikian, tidak hanya pengentasan rakyat miskin yang menjadi PR besar bagi Weah, tetapi juga pemberantasan korupsi, kultur suap, dan politik transaksional yang sudah mengakar kuat dalam struktur masyarakat dan pemerintah dinegara yang sampai 2003 masih membara akibat perang saudara tersebut.

Saat Sirleaf menjadi presiden pada 2005, perempuan peraih Nobel itu sebenarnya telah membawa Liberia kejalur yang benar, terutama dibidang ekonomi dan stabilitas politik. Sirleaf berhasil memutihkan utang Liberia senilai 5 miliar dollar AS dan menstabilkan ekonomi yang mengalami kontraksi lebih dari 90 persen selama decade 80-an dan 90-an. Pemerintahan Sirleaf juga berhasil menciptakan system perlindungan hak-hak asasi dan menyokong kebebasan berpendapat.

Meski demikian, sirleaf tentu saja tidak mampu membenahi semua hal meski berkuasa dua termin. Sejumlah persoalan bangsa tersisa dan kini menjadi beban di bahu Weah. Selain kemiskinan Liberia juga berada di peringkat nyaris dasar dalam indek kemudahan berbisnis, menurut versi Bank Dunia 2018. Maklum, setelah puluhan tahun negara terbakar oleh perang sipil, hamper semua institusi negara dan pranata sosial lumpuh.

Pendek kata, Sirleaf harus membangun negara dari puing-puing dan abu perang. Belum lagi resesi  yang menghantam tahun 2008, kolapsnya dua andalan utama ekspor, besi, dan karet pada 2011 serta wabah ebola yang menghantam Liberia lebih dahsyat dibanddingkan negara-negara afrika barat lainnya.

Meski pada masa pemerintahannya membentuk komisi antikorupsi, sirleaf mengakui dia telah gagal memerangi “penyakit kanker” yang menggerogoti tubuh lemah Liberia selama puluhan tahun. Pengakuan Sirleaf tidak lepas dari kenyataan bahkan berbagai modus korupsi terutama di pemerintahan dan kultur transaksional dalam politik tingkat tinggi, masalah sangat marak.

Dalam indek persepsi korupsi 2016, Liberia berada di posisi ke-90 dari 176 negara atau meningkat cukup signifikan karena pada 2005 negara itu berada di peringkaat 137. Itu menjadi beban teramat berat bagi Weah. Namun, bukan lagi mustahil tingkat korupsi dikurangi jika mampu menyakinan rakyatnya dengan contoh nyata, dimulai dari pejabat pemerintahannya. Benjamin Spatz, mantan anggota panel ahli PBB untuk Liberia, seperti dikutip The New York Times, mengatakan presiden Weah bisa memulai dengan memerintahkan para pejabat negara disemua level untuk mempublikasikan pengeluaran bulanan.

Menurut Spatz, dosen di United States Institute of Peace, ini memang langkah sederhana, tetapi bisa memberikan impak besar untuk mengurangi korupsi di pemerintahan. Presiden Weah juga memerintahkan menteri keuangannya untuk mengalokasi anggaran hanya kepada badan pemerintahhan yang rencana anggarannya telah disetujui. Sudah menjadi rahasia umun di Liberia bahwa kontrak-kontrak pemerintahan untuk barang dan jasa leih dari 50 persennya merupakan lahan basah korupsi. Fokta ini ditunjang data yang mengatakan bahwa hanya 41 persen badan negara yang mempunyai rencana anggaran, sementara selebihnya merupakan ladang subur korupsi karena tanpa perencanaan anggaran.

Sirleaf, meski sempat dituding melakukan praktik nepotisme dan jadi awal kejatuhan popularitasnya, bagaimanapun sudah membawa Liberia bangkit dari kematian dan kini giliran weah untuk membawa rakyatnya ketingkat kemakmuran yang lebih tinggi dengan menyingkirkan kanker korupsi yang telah mengakar di dalam tubuh pemerintahan dan institusu negara.

 

 

 

Pidato Pertama

 

Saat masih menjadi pemain bola, Weah adalah pemain terbaik di duniapada 1995 dan empat kali dinobatkan sebagai pemain terbaik Afrika. Sepanjang karir profesionalnya, Weah terkenal sebagai pelari cepat, penggiring bola brilian, tentu saja pencetak gol andal dengan torehan 193 gol dalam 411 laga.

Saat mencetak gol, Weah tak mungkin melakukannya tanpa dukungan rekan lainnya yang memberi umpan atau menceta ruang dan peluang. Demikian pula dalam pemerintahan, dia tidak mungin memberantas korupsi tanpa dukungan para menteri dan para pejabat badan negara dan lembaga legislative. Mencetak gol barangkali mudah bagi Weah, tetapi memberantas korupsi pasti jauh lebih sulit.

“Salah satu jalan memberantas kemiskinan adalah memastikan bahwa sumber daya negara tidak  dikorupsi oleh pejabat pemerintah. Saya berjanji untuk melaksanakan mandate itu,” ujar Weah dalam pidato pertamanya sebagai presiden.

 

 

GEORGE WEAH

Lahir: 1 Okober 1966

Karier sepak bola: AC Milan (1995-2000), Manchester City (2000-2001), Timnas Liberia (1987-2003)

Penghargaan:

  1. Ballon d’Or 1995 (pemain terbaik dunia FIFA)
  2. Pemain sepakbola terbaik Afrika 1989,1994,1995
  3. Peman sepak bola terbaik Afrka abad ini 1996

 

Sumber: Kompas.Sabtu 27-Januari-2018

GBK dan GWK, Ikon Indonesia Zaman Now

Oleh Dewa Gde Satrya (Dosen Hotel & Tourism Business Fakultas Pariwisata Universitas Ciputra Surabaya)

 

Menyambut Asian Games XVIII pada Agustus mendatang, Gelora Bung Karno (GBK) direnovasi menjadi semakin megah dan spektakuler, mampu menampung 80.000 penonton, dengan jenis kursi singel seat, dapat diliat dam dapat menahan beban hingga 250 kg. Minggu (14/1), Presiden Jokowi meresmikan GBK yang akan menjadi venue pertandingan 45 negara uang berlaga di 44 cabang olahraga di Asian Games nanti.

Spesifikasi lain dari GBK adalah memilki penerangan 3500 lur lampu LED, terintegasi dengan tata suara 80.000 watt. Dengan sistem drainase antibanjir, jenis rumput berkualitas tinggi, zoysia matrella, serta alat penyiram otomatis, dipastikan GBK akan menjadi kebanggan Indonesia.

Ada dua keuntungan sekaligus terkait sport tourism, sebagai pemenang jelaslah membanggakan asal negara di kancah dunia, dan sebagai tuan rumaj menjadi momentum emas meraih devisa. World Tourism Day 2004 yang dipusatkan di Malaysia bahkan mengangkat tema “Sport and Tourism: two living forces for mutual understanding culture and the development of societies.”

Even wisata yang ditandai dengan kedatangan kontingen, atlet, suporter dan official yang bertanding, menjadi berkah bagi perekonomian nasional dari sektor turime bertema olah raga. Dengan begitu, dunia mengenal even olahraga tidak sebatas pertandingan antar negara, tetapi menyangkut gengsi sebagai tuan rumah, gengsi sebagai juara, pemahan lintas budaya, dan akhirnya mempromosikan persaudaraan di antara bangsa-bangsa.

Undang-undang Nomor 3/2005 tentang Sistem Keolahragaan Nasional mempertegas adanya unsur rekreasi (wisata) dalam olah raga. Maksud dari peundangan itu semakin gamblang manakala ada dampak ekonomis dari event olahraga yang juga menjadi event pariwisata.

Olahraga di satu sisi sebagai pintu masuk bagi sektor pariwisata untuk mendatangkan devisa dan menggerakkan perekonomian lokal (serta nasional) tempat event olahraga diselenggarakan. Di sisi lain, olahraga juga menjadi indikator martabat negara, baik itu negara yang ketempatan sebagai tuan rumah, maupun negara yang keluar sebagai jawara kompetisi olah raga antarnegara.

Produk populer sport tourism di antaranya, rafting, sailing, racing, surfing, diving, snorkeling, triathlon, golf, mountain bike, dan lari maraton 10K. Beragam jenis olahraga inilah umumnya dikolaborasikan sebagai event pariwisata. Sebagi contong, Tour de Singkara, Tour de East Java, atau Sail Banda.

Secara khusus, wisata olahraga melalui even-even olahraga berelas internasional, meskipundiadakan temporer, ditengarai sebagai motor pemicu peningkatan tarag ekonomi yang signigikan bagi tuan rumah penyelenggara. Arismundar (1997) menyatakan, pariwisata juga akan berkembang sampai ke wisata ilmu dan teknologi, serta wisata olahraga. Kebutuhan pariwisata dan olahraga dapat memicu bisnis baru, jasa dan produk baru. Di antaranya, jasa layanan tempat olahraga, perdagangan peralatan olahraga, dan terutama meingkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya olahraga.

Ikon dan landmarks zaman now

Taknya GBK yang bersolek, patung Garuda Wisny Kencana (GWK) juga akan selesai dibangun tahun ini. Dengan tinggi 75 meter dan lebar 64 meter, di dataran tinggi Jimbaran, Bali, patung iniakan menjadi yang tertinggi di dunia, mengalah Liberty. Patung GWK akan menjadi ikon baru bagi bali khususnya, menyambut World Bank-International Monetary Fund (IMF) Annual meeting di Bali pada Oktober 2018.

Pertemuan tersebut akan dihadiri 189 negara dengan delegaasi 17 orang terdiri dari menteri keuangan dan gubernur bank sentral, lembaga keuangan internasional, petinggi perusahaan, pengusaha kaya. Indonesia tercatat sebagai negara ASEAN keempat yan menjadi tuan rumah Annual Meeting IMF dan Bank Dunia setelah beberapa negara di kawasan ASEAN lainnya yang sebelumnya telah menjad tuan rumah: Filipina tahun 1976, Thailand tahun 1991, dan Singapura 2006. Sebagai wajah Indonesia di dunia internasional, Asian Games dan World Bank-IMF Annual Meeting pastin menjadi intensi khusus na khusyuk bagi segenap warga Indonesia. Indonesia telah lama tidak menghasilkan karya masterpiece. Sejak era Hindu-Budha, Indonesia dikenal kaya dengan karya-karya sastra dan arsitektural yang mengartikulasikan sastra. Candi Borobudur dan Prambanan di Jawa Tengah dan Yogyakarta, hingga candi-candi peninggalan kerajaan Kadiri, Singhasari dan Majapahit di Jawa Timur, karya lama di peradaban Indonesia. GBK dan GWK menjadi tanda penyemangat peradaban Indonesia zaman sekarang. Maknanya tidak sekadar bangunan, atau salah satu infrastruktur pendukung event bergengsi, tetapi lebih-lebih sebagai penand, kekhasan, bahkan pembeda bangsa Indonesia dengan bangsa-bangsa di dunia.

Hal serupa dinyatakan Bill Baker (2007:92), beberapa variabel yang dapat digunakan dalam penentuan positioning suatu destinasi adalah kombinasi atau sinergi atas beberapa variabel yang dapat menjadi pembeda serta keunggulan bersaing suatu destinasi dengan destinasi lain. Yakni arsitektur dan design, atraksi wisata, iklim, sejarah dan kebudayaan, event, industri dan produk lokal, ikon dan landmarks, legenda dan mitos, lokasi dan akses, serta lingkungan dan masyarakat.

Ikon dan landmarks menjadi unsur penting dalam pembentukan ciri khas dan positioning secara khusus pariwisata Indonesia, dan secara luas menjadi cerminan jati diri, harga diri sebagai bangsa. Beberapa literatur menunjukkan adanya kesamaan penggunaan kata ‘ikon’ dalam ranah pariwisata dengan simbol dan ‘representatif’.

Beberapa ahli juga telah mengidentifikasi bahwa ikon dapat diterima oleh publik manakala memiliki asosiasi dengan sejarah dan budaya lokal (Tang et al., 2009). Pada akhirnya ikon menjadi pengikat emosional suat bangsa, yang dengannya akan ‘membakar’ semangat kecintaan seluruh warga bangsa kepada bangsa dan negaranya.

GBK dan GWK benar-benar membakar semangat dan cinta Tanah Air pada warga bangsa Indonesia zaman now. Semoga Asian Games XVII dan World Bank-IMF Annual Meeting sukses.

 

Sumber: Kontan27-Januari-2018.Hal19

Caroline Wozniacki_Kesabaran Menanti Delapan Tahun

Caroline Wozniacki

Kesabaran Menanti Delapan Tahun

 

Caroline Wozniacki (27) lega karena tak akan lagi menjawab pertanyaan “kapan akan menjadi juara Grand Slam?” setelah menjuarai turnamen Australia terbuka, petenis Denmark itu menanti pertanyaan selanjutnya, “kapan akan mendapat gelar kedua?”

(Yulia Sapthiani)

 

 

Sebelum mengalahkan Simona Halep 7-6 (2), 3-4, 6-4, dalam final tunggal putri di Rod Laver Arena, Melborne Park, sabtu (27/1)Wosniacki masuk dalam daftar petenis yang pernah berada dipuncak peringkat dunia tetapi ak pernah menjuarai Grand Slam. Di arena tenis, gelar juara Grand Slam lebih bermakna dibandingkan menjadi petenis nomor satu di dunia.

Sebelum Wozniacki keluar dari daftar nama itu, dia bergabung dengan mantan petenis Rusia, Dinara Safina, yang menjadi petenis nomor satu di dunia, tetapi tidak pernah juara Grand Slam hingga pensiun tahun 2014. Dala, daftar itu juga masih ada nama Jelna Jankovic (Serbia), Karolina Pliskova (Ceko), DAN Halep (Romania), petenis nomor satu dunia sejak oktober 2017. Namun mulai pekan ini nama Halep di puncak peringkat yang akan digantikan Wozniacki.

Pertanyaan kapan menjuarai Grand Slam, sejak Wozniacki menjalani debut pada Perancis Terbuka 2007, terjawab setelah ia melewati 43 turnamen berlevel paling tinggi tersebut. Grand Slam pada tenis terdiri atas empat turnmenpada setiap tahun yaitu Australia Terbuka (lapangan keras), perancis terbuka (tanah liat), Wimbledon (rumput) dan amerika serikat terbuka ( lapangan keras)

Gelar pad aaustralia Terbuka, januari 2018, berjarak 8 tahun 4 bulan, dari pengalaman pertamanya tampil pada final Grand Slam, yaitu Amerika serikat terbuks pada September 2009. Saat itu dia dilakalhkan Kim Clijsters.

Hanya tiga petenis tunggal putri yang menanti lebih lama dari Wozniacki, yaitu Flavia Penetta (italia) yang juara setelah melewati 49 turnamen, Marion Bartoli (perancis/46 turnamen) dan jana Novotna (ceko/44 turnamen)

“Salah satu hal positif dari gelar ini adalah saya tidak akan lagi mendapat pertanyaan kapan menjuarai Grand Slam. Saat ini, saya menanti ditanya kapan mendapat gelar kedua kalinya,” kata Wozniacki yang sangat emosional setelah mengalahkan Halep di final. Dia menangis dan memeluk erat sambal berkali-kali mencium trofi Daphne Akhurst Memorial, trofi juara tunggal putri Australia terbuka.

Wozniacki menjadi petenis Denmark pertama yang menjuarai Grand Slam pada nomor tunggal. Frederik Nielsen menjuarai ganda putra Wimbledon 2012 berpasangan dengan petenis ingggris, Jonathan Marray. Namun, nomor ganda pada tenis kalah gengsi dibandingkan nomor tunggal.

 

Hampir pensuin

Wozniacki lahir dalam keluarga olahraga. Ayahnya Piotr Wozniacki adalah mantan peseoak bola profesional di Poland dan Denmark. Ibunya, Anna, pernah menjadi atlet voli nasional Poland. Adapun kakaknya adalah pesepak bola.

Dia mulai bermain tenis pada usia tujuh tahun dilatih sang ayah yang menjadi pelatihnya hingga saat ini. Mata Wozniacki berkaca-kaca saat berterima kasih kepada ayahnya, yang berada di tribune tim, saat acara pemberian trofi.

“Ayah telah mendapingi sejak saya memulai petualangan di tenis saat usia tujuh tahun. Saya senang bisa berbagi momen ini dengannya,” kata Wozniacki dengan suara terbata-bata.

Namun, tenis bukan satu-satunya olahraga yang ia sukai. Dia juga menyukai renang, golf, sepak bola, dam marathon. Wozniacki adalah penggemar Liverpool. Petenis dengan nama panggilan Caro itu mengikuti Maraton New York 2014 dan menyelesaikan dengan waktu 3 jam 26 menit 33 detik.

Ketika diminta membandingkan marathon dengan final Australia terbuka, dengan tegas ia mengatakan “ final Australia Terbuka lebih sulit secara mental, saya dan Simona tampil dalam keadaan sulit dengan cuaca panas, tetapi kami sama-sama berjuangsekeras mungkin. Untuk itu saya bangga bisa medapatkan trofi ini,” katanya.

Gelar juara di melbuorne park diraih setelah dia berencna pension pada 2016. Keetika itu, Wozniacki mengalami masa sulit dengan cedera engkel. Dia tak pernah lolos ke perempat final dala 12 dari 14 turnamen, hingga akhirnya tampil pada semifinal AS terbuka. Pada tahun itu pula dia pernah berada di peringkat ke 74 dunia, peringkat terendah sejak mei 2008.

Dua tahu sebelumnya, Wozniacki juga mengalam momen buruk ketika tunangannya pegolf Rory McIlroy, membatalkan pernikahan, padahal undangan sudah tersebar. Dia berpacaran dengan mantan pegolf  nomor satu dunia itu pada 2011-2014, mengumumkan pertunangan pada januari 2014, dan berencana nikah empat bulan berikutnya. Namun, hubungannya itu kandas ketika McIlroy mengakhirinya ,elalui percakapan telpon selama 10 menit.

Dalam kondisi shock, Wozniacki meluangkan waktunya berlibur di kediaman sahabatnya, Serena Williams, di Miami, AS. Saat ini, dia bertunangan dengan mentan pebasket NBAX, David Lee. Wozniacki pun mendapat energy baru.

Serena, yang absen pada Australia Terbuka kali ini, karena belum siap setelah melahirkan putri pertamanya pada September 2017, memberi selamat melalui akun Twitter.

“Saya selalu gugup untuk menonton tetapi tetap bangun untuk melihat @CaroWozniacki menjadi petenis nomor satu dunia dan juara Australia Terbuka. Sangat kagum dan senang . apakah itu air mata? Ya, ituair mata. Sejak setahun sampai sekarang saya sangat bangga untuknya,” kata Serena yang menintn kemenangan Wozniaacki di kediamannya, Miami, AS.

Wozniacki juga mendapat ucapan selamat dari oetenis dan mantan petenis, seperti Marion Bartoli, Chris Evert , ,artina Navratilova, Rod Laver, dan Roberta Vinci. Ucapan selamat juga datang dari keluarga kerajaan Denmark yang menelponnya.

Kepada wartawan yang hadir dalam acara konferensi pers setelah final, wozniacki bercerita tentang apa yang ada di benaknya sebelum melawan Halep. “saya berusaha tak berpikir bagaimana rasanya jika menang karena saya tak ingin sakit hati lagi jika hasilnya tak sesuai harapan. Saya hanya punya bekal semangat dan tak ingin menyerah. ,”katanya.

Kesabaran dan kerja keras bersama keluarga dan tim pelatih selama lebih dari 8 tahun akhirnya mengantarkan Wozniacki pada apa yang selalu dimimpikan petenis, juara Grand Slam. “Menjadi juara Grand Slam sekaligus menjadi petenis nimor satu didunis ternyata menyenangkan. Ini adalah mimpi yang menjadi kenyataan,”katanya.

 

Caroline Wozniacki

Lahir: Odense (Denmark), 19 juli 1990

Pelatih: Piotr Wozniacki

statistik menang-kalah: 580-231 (71,52 persen)

prestasi:

  • Gelar juara: 28
  • Gela Grand Slam: 1
  • Australia Terbuka 2018
  • Perempat final perancis terbuka 2010 dan 2017
  • Babak IV Wimbledon 2009-2011, 2014, 2015, dan 2017
  • Final AS terbuka 2009 dan 2014

 

sumber: Kompas, Senin29-Januari-2018

Transformasi Manusia di Era Digital

Oleh Ellen Rachman & Emilia Jakob (Experd Character Building Assesment & Training)

 

ARTIFICIAL Intellegence , superkonektivitas, alat-alat digital yang canggih, informasi ‘realtime’, lingkungan virtual, dan beragam inovasi yang merupakan terobosan teknologi yang selama ini kita sangka hanya dalam film-film science fiction ternyata sekarang sudah menjadni bagian dari kehidupan sehari-hari kita. Selamat datang di era digital!

Kita menyaksikan mayoritas perusahaan ritel menunjukkan perubahan. Banting harga, buka tutup toko, bahkan beberapa dari mereka sudah mnegecilkan ukuran perusahaan karena ancaman disrupsi ini. Hanya perusahaan yang melihat disrupsi ini sebagai kesempatan yang bisa berhasil bertahan.

Pada 1963, Leon C Megginson, pernah menyatakan, “it is not the strongest of the species that survives, nor the most intellegent, but the one most responsive to change”. Saat sekarang, pada abad milenial ini, kapasitas organisasi sebetulnya terletak pada kumpulan dari pemikiran para individu didalamnya, yang tidak bisa hanya beradaptasi dengan perubahan, tetapi juga harus mendorong perubahan dan bahkan menggalakkan inovasi. Kita tidak boleh hanya puas dengan berada dalam situasi yang relevan, tetapi juga harus selalu siap berubah bahkan bertransformasi, berubah bentuk.

Transformasi bisnis atau organisasi sebetulnya tidak lain dan tidak bukan adalah transformasi manusia-manusia di dalamnya. Jadi, fokus siapakah tugas mentransformasi manusia dalam organisasi kalau bukan departemen sumber daya manusianya?

Bila bebicara mengenai  departemen sumber daya manusia di sebuah organisasi, dengan cepat kita kan membayangkan evaluasi kinerja, struktur organisasi beserta tingkat jabatan, pangkat, job description, dan segala macam tata car4a kenaikan pangkat dan remunerasi, yang di desain lebih dari 20 tahun lalu ketika zaman sangat berbeda dengan keadaan sekarang ini. Namun, saat sekarang, baru segelintir perusahaan yang sudah berani meniadakan pengukuran 360 derajat, dan malahan ada lembaga-lembaga pemerintah yang baru saja memulai menjalankan evaluasi kinerja yang lebih transparan.

Sadar tidak sadar,kita msiah menggunakan cara lama untuk menangani tenaga kerja yang sudah berada dan terpengaruh era digital ini. Di sinilah sumber permasalahannya, mengapa dalam organisasi kita tidak kunjung menghasilkan pemikiran-pemikiran inovativ. Bila manusia nya dikelola dan dikembnagkan dengan pola pemikiran lama, bagaiman organisasinya mau tampil berpikiran baru? Bagaimana kita menanggapi lingkungan yang sudah demikian berbeda dengan tetap diam dan meneruskan praktik lama?

Namun, mudahkah untuk keluar dari status quo dan memulai sesuatu yang baru, sementara praktik lama sudah dilakukan puluhan tahun?

Tinjau ulang konsep karier

                Di sebuah perusahaan kecil, ketika seorang programmer yang lincah dan bersemangat baru begabung, ia bertanya, bagaimana jenjang karir saya disini? Pimpinan menjawab, “ Tidak ada jenjang karier di sini, kita semua disini adalah tim. Bila kamu berprestasi, kami akan memberimu peran yang lebih besar”. Si programmer kemudian ragu dan kembali ke perusahaan lamanya, yang menawarkannya kenaikan pangkat. Pimpinan preusahaan kecil itu pun kecewa karena ia tidak bisa menawarkan karier pada anak muda ini. Namun, apakah sebenarnya karier yang dimaksud oleh kebanyakan anak muda sekarang? Apakah mereka mau berjuang keras, berinovasi demi kenaikan pangkat dan jabatan? Apakah ini yang diperlukan anak muda sekarang? Karier bisa jadi sudah bukan lagi berbentuk tangga seperti apa yang kita hayati dulu.

“The Why”

Bila perilaku konsumtif saja sekarang terlihat sudah berubah, dari konsumsi pakaian ke travelling, konsep berkarier pun sepertinya sudah tiak lagi seperti 20 tahun yang lalu. Ini sebabnya perputaran tenaga kerja pun, terutama para milenial yang akan berdominasi tenaga kerja pada 2020, sudah pasti telah bergeser. Karier tidak bisa lagi dilihat sebagai suatu proses the what, the how, atau bahkan when atau where seperti dalam job description.

Para praktisi SDM pasti sudah merasakan betapa job description itu hanya kertas yang tidak bermakna pada zaman sekarang. Kita benar-benar perlu menanamkan the why dalam organisasi. Mengapa kita harus menciptakan produk baru, mengapa kita harus mengejar waktu, mengapa kita harus mengejar angka penjualan tertentu. The why ini hanya bisa dibudayakan bila semua orang ikut berpikir.

Karier sekarang dianggap asyik apabila setiap orang bisa berpikir bersama. Kebersamaan atau engagement bisa terjadi dalam penyatuan pendapat dan tantangan. Praktis SDM perlu mengajak para karyawan untuk berpikir tentang dirinya apa kekuatannya, apa yang bisa mereka kontribusikan, apa yang ingin mereka ciptakan sebagai karyanya. Inilah bentuk job description yang baru, berbobot nilai-nilai yang kita anut bersama, legacy yang bisa ditinggalkan individu, yang sejalan dengan kesesuaian minat individu dan pekerjannya.

Dalam transformasi SDM ini, dialog “why” inilah yang perlu dibudayakan dalam setiap kegiatan, misalnya dalam rapat, briefing dan obrolan kerja sehari-hari. Tugas DSDM adalah meniadakan proseedur karier yang usang dang menggantikannya dengan pembentukan kebiasaan-kebiasaan baru. Lebih dari 60 persen dari 500 perusahaan top dalam daftar Fortune sudah tidak eksis lagi. Ini bukti bahwa transformasi tidak bisa ditunda-tunda lagi.

Transformasi budaya

Diakui atau tidak, disrupsi yang terjadi saat sekarang, yang sering dianggap sebagai disrupsi teknologi sebenarnya lebih tepat bisa dipandang sebagai transformasi budaya. Bila organisasi tidak cepat-cepat mengubah arah perusahaan untuk berfokus pada customer experience ,memahami dan mendalami pelanggan dengan perubahan kebutuhan dan minatnya, menggalakkan kolaborasi berpikir seluruh karyawan, dan memperlakukan setiap karyawan sebagai duta kognitif yang utuh, kita memang bisa ketinggalan kereta.

Saatnya sekarang para praktisi SDM menggalakkan dan menjalankan pelatihan analisis mendalam, dan berfokus pada content dan informasi bisnis.