Apa sih yang bisa kita pelajari dari film “Wonder”?

Jumat lalu (23/2) UC Library kembali mengadakan Movie Time @ UC Library yang kali ini memutar film berjudul “Wonder”. Film ini diangkat dari novel laris karya R.J. Palacio tentang perjuangan seorang anak laki-laki bernama August Pullman (Jacob Trembley) yang biasa dipanggil Auggie,  terlahir dengan kelainan bentuk wajah yang sangat langka, yang dikenal sebagai ‘mandibulofacial dysostosis’. Hal itu membuat Auggie minder, dan menghindar untuk pergi ke sekolah umum. Selama operasi wajah, Auggie belajar di rumah dengan metode homeschooling oleh ibunya, Isabel (Julia Roberts).

Namun ketika Auggie duduk di kelas 5 SD, Isabel dan Nate (Owen Wilson) kedua orangtua Auggie memutuskan memasukannya ke sekolah swasta umum. Ketika di sekolah, Auggie harus membuktikan dirinya sama seperti anak lainnya, meskipun anak-anak lain tidak menyukainya.

Apa saja sih yang bisa kita pelajari dari film ini?

 

  1. Don’t judge anyone by their appearance.

Walau memiliki wajah yang aneh, Auggie adalah seorang anak yang ceria, pintar, menyenangkan, baik hati, namun teman-temannya selalu mem­-bully dia. Tapi, Auggie memilih untuk diam dan menunjukan kelebihannya di kelas Sains. Selain pintar, Auggie pun sebenarnya mudah bergaul dan sangat lucu, dan hal itulah yang akhirnya membuat Auggie memiliki banyak teman.

“Auggie can’t change the way he looks.  Maybe we can change the way we see.” – Mr. Tushman

 

  1. Harta yang paling berharga adalah keluarga.

Peran keluarga sangat besar dalam hidup Auggie. Memiliki ayah yang lucu, ibu yang pintar, dan kakak yang sangat pengertian membuat Auggie selalu merasa bahagia karena kehangatan dan support yang nggak pernah habis buat dia. Namun, ada waktunya kita pun juga memberikan perhatian, dukungan, pengertian kita kepada keluarga kita masing-masing. Jangan hanya menerima, tapi kita juga harus memberi. Family is about take and give relationship.

“You’re going to feel like you’ve all alone but you’re not.” – Nate Pullman

 

  1. #ChooseKind

Pembully-an dalam bentuk apapun sangat tidak dibenarkan. Meskipun Auggie kecewa dengan komentar anak sekitarnya dan sempat ingin berhenti sekolah, namun ia kembali bangkit dan membuktikan bahwa ia bisa seperti anak-anak yang lain. Di film ini juga kita belajar jangan mem-bully atau mengejek seseorang karena melihat hanya dari penampilannya, lihat dan kenali pribadinya, karena setiap orang lebih dari hanya sekedar penampilannya, dan sekecil apapun perbuatan baik yang kita berikan, sangat berarti buat mereka.

“When given the choice between being right or kind, choose kind.” – A precept taught by Mr. Browne in class