i’Talk (Innovation Talk): Upaya Kedokteran Pencegahan Sebagai Bagian Layanan Kesehatan yang Inovatif

 

UC Library kembali mengadakan i’Talk pada Senin lalu (28/5) yang kali ini bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Ciputra dengan narasumber guru besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga Surabaya, Prof. Dr. Stefanus Supriyanto, dr. MS. Bertempat di Theatre Room, sekitar pukul 09.30 acara dimulai dan dibuka oleh Ibu Kathy Mamahit selaku Library Head ini mengambil tema “Upaya Kedokteran Pencegahan Sebagai Bagian Layanan Kesehatan yang Inovatif”.

Dijelaskan dalam acara ini, menjadi seorang yang memiliki ide kreatif dan menerapkan dengan inovatif menjadi sifat yang harus dimiliki seorang dokter. Ini seiring dengan semangat entrepreneurship di Universitas Ciputra Surabaya.

Seorang dokter ‘zaman now’ itu adalah seorang dokter yang memiliki kepedulian terhadap pasien (listen to customer) dan berani berinovasi.

Berikut adalah sifat dasar – kemampuan inovatif & kreatif:

  • Pencipta perubahan
  • Peka akan adanya peluang
  • Kreatif dan inovatif
  • Memahami bahwa pengetahuan & keterampilan adalah alat memacu kreatifitas & bukan sesuatu yang harus diketahui atau diulangi
  • Pakar tentang dirinya sendiri dan percaya diri
  • Berani memaksa diri untuk menjadi pelayan bagi orang lain
  • Berani mengambil risiko (risiko sedang) tetapi cukup informasi

 

Menjadi seorang dokter janganlah berpikir profit, namun yang menjadi fokus adalah apa perubahan yang dihasilkan, perubahan kesehatan yang lebih baik, perubahan ke arah produktifitas yang lebih lagi.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam dunia ‘Kedokteran Pencegahan’:

  • Physical Activity
  • Exercise
  • Nutrition
  • Avoid or stop use of tobacco and/or excess alcohol.

“Doctor of the future will give no medicine, but will interest his patients in the care of the human frame in diet and in the cause and prevention of disease.” –Thomas Edison.

 

Untuk foto-foto yang lain, silahkan klik disini.

Fashion Terinspirasi Madura

Karya Mahasiswa Aplikasikan Teknik Pewarnaan Unik

 

SURABAYA – Alam Madura tertuang dalam balutan desain busana para mahasiswa program fashion design Universitas Ciputra. Kemarin (2/2) lima mahasiswa terpilih untuk mempresentasikan rancangan mereka. Rancangan tersebut akan dikolaborasikan dengan karya mahasiswa lain dari program pendidikan interior arsitektur dan visual komunikasi desain di Pakuwon Mall malam ini.

Untuk menggali ide, para mahasiswa mengikuti studi wisata ke Madura pertengahan September lalu. Berbagai tempak ikonik disana menjadi inspirasi para desainer muda tersebut. Misalnya, rancangan mahasiswa semester 4 Alma Utami. Busana berjudul Rustic Geometrik dibuat dengan menggunakan teknik unik. Yakni, mewarnai kain putih dengan menggunakan besi berkarat.

Alma menciptakan motif garis dari rongsokan besi seperti paku dan kawat. Besi yang sudah berkarat digulung menggunakan kain linen, lalu direndam. Motif garis-garis kekuningan menghiasi terusan oversize.

Karya lain yang tidak kalah adalah milik Irene Paulia Lay. Dia menamai desainnya Raw and Rustic. “Saya terinspirasi dari tali Jembatan Suramadu. Kemudian, saya aplikasikan di bagian kerah coat,” katanya.

Irene merancang tiga busana yang terdiri atas atasan, coat, dan celana. Karyanya menghadirkan nuansa baru dari pembuatan kain eco printing. Perempuan 20 tahun itu menggunakan teh sebagai pewarna kain alami. Kain katun direndam dengan endapan teh kental untuk menghasilkan warna krem. Pewarnaan dilangsungkan dalam kurun waktu seminggu. “Kalau mau agak gelap, bisa dicampur kopi,” ungkapnya.

Irene memadukan teknik eco printing dengan kain satin untuk coat. Motif dibuat dari beberapa helai daun segar yang dipukul-pukul di atas kain. Zat hijau alami daun membentuk stempel. “Sesuai dengan konsep coat bermotif daun saya padukan dengan celana highway berwarna merah bata,” lanjutnya.

Selain Irene dan Alma, mahasiswi lain yang turut unjuk gigi adalah Tabita Citra, Regina Martha, dan Jessica Silviana Prayugo. Para model yang akan mengenakan rancangan mereka dirias mahasiswa yang lebih dulu mengawali bisnis tata rias. Mereka adalah Vavalencya dan Elizabeth Michelle.

Dari kolaborasi berbagai program di fakultas industri kreatif, mahasiswa diharapkan mendapat gambaran mengenai situasi dunia kerja. “Berbagai aspek dijamah, mulai menjadi seorang desainer, model, hingga ilm foto, melalui workshop dari Moire Photography hari ini jam 8 malam,” kata dosen Janet Theowarang. (esa/c15/jan)

 

Sumber: Jawa Pos. 3 Februari 2018

Bermartabat dengan Mencipta dan Menghormati Pencipta

By : Dewa Gde Satrya (Dosen Hotel & Tourism Business, Fakultas Pariwisata, Universitas Ciputra Surabaya)

Sejak 2001, WIPO (World Intellectual Property Organization) menetapkan 26 April sebagai Hari Kekayaan Intelektual (HKI) Sedunia. Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI) Kementrian Hukum dan HAM menetapkan tema “Generasi Indonesia yang Inovatif, Kreatif, dan Berkarakter”.

Adapun tema yang diangkat WIPO pada Hari Kekayaan Intelektual Sedunia ke-18 adalah Powering Change: Women in Innovation and Creativity.

Beberapa contoh persoalan besar HKI yang bisa diangkat misalnya yang mencuat pada medio 2012 saat Apple diputuskan menang atas Samsung di pengadilan AS. Dewan juri dalam persidangan sepakat menilai Samsung melanggar beberapa paten milik Apple. Atas kekalahannya, Samsung diminta membayar denda US$1,051 miliar (sekitar Rp 9,9 triliun) karena dianggap melanggar paten desain dan software Apple.

Perusahaan besutan Steve Jobs itu berusaha memblokir penjualan smartphone dan tablet keluarga Galaxy di AS.

Di Indonesia, perlindungan HKI pernah diseriusi oleh kepolisian daerah Jawa Timur bekerjasama dengan Business Software Alliance (BSA) pada 2007. Lisensi untuk sistem operasi Microsoft Windows, antivirus dan software lainnya menjadi concern dalam kerja sama tersebut. Berdasarkan data yang dimiliki BSA, saat itu tercatat 85% perusahaan di sektor riil di Indonesia menggunakan komputer dengan software palsu dalam menjalankan usahanya. Indonesia menempati peringkat ke-8 dunia dalam kasus pembajakan software dengan total kerugian US$ 350 juta pada 2006.

BSA sendiri adalah organisasi yang khusus mendedikasikan dan mempromosikan dunia digital yang aman dan legal. Para anggota BSA antara lain Adobe, Apple, Autodesk, Cisco Systems, Dell, HP, IBM, Intel, McAfee, Microsoft, Minitab, SolidWorks, dan Symantec.

Dalam konteks HKI sebagai aset dibagi menjadi dua yaitu hak milik perindustrian dan hak cipta. Hak milik perindustrian sendiri dibagi menjadi lima yakni merek, paten, desain industri, rahasia dagang, dan desain tata letak sirkuit terpadu.

Dalam perundingan persetujuan umum tentang tarif dan perdagangan (GATT) sebagai bagian dari pembentukan organisasi perdagangan dunia (WTO), telah disepakati norma-norma dan standar perlindungan HAKI yang meliputi hak cipta dan hak-hak lain yang terkait, merek, indikasi geografis, desain produk industri, paten (termasuk varietas tanaman), desain tata letak sirkuit terpadu, informasi yang dirahasiakan, dan praktik persaingan curang.

UU No. 14/2001 tentang Paten mengartikan paten sebagai hak eksklusif yang diberikan oleh negara kepada investor atas hasil invensinya di bidang teknologi, yang untuk selama waktu tertentu melaksanakan sendiri invensinya tersebut atau memberikan persetujuannya kepada pihak lain untuk melaksanakannya.

Invensi sendiri berarti ide inventor yang dituangkan dalam suatu kegiatan pemecahan masalah yang spesifik di bidang teknologi, dapat berupa produk atau proses, atau penyempurnaan dan pengembangan produk atau proses.

Paten diberikan untuk invensi yang baru, mengandung langkah inventif, dan dapat diterapkan dalam industri. Paten tidak diberikan untuk invensi tentang proses atau produk yang pengumuman dan penggunaan atau pelaksanaannya bertentangan dengan perundang-undangan yang berlaku, moralitas agama, ketertiban umum atau kesusilaan.

Paten juga tidak diberikan kepada metode pemeriksaan, perawatan, pengobatan, dan atau pembedahan yang diterapkan terhadap manusia atau hewan.

Berkorelasi dengan regulasi itu, adalah hak cipta. UU No. 19/2002 tentang Hak Cipta menyatakan bahwa kreasi hak cipta yang dilindungi oleh negara adalah ciptaan dalam bidang ilmu pengetahuan, seni, dan sastra. Ini mencakup buku, program komputer, pamflet, perwajahan (layout) karya tulis yang diterbitkan, dan semua hasil karya tulis lain, ceramah, kuliah, pidato, dan ciptaan lain yang sejenis dengan itu.

Hak cipta adalah hak eksklusif bagi pencipta atau penerima hak untuk mengumumkan atau memperbanyak ciptaannya atau memberikan izin untuk itu dengan tidak mengurangi pembatasan-pembatasan menurut peraturan yang berlaku (Pasal 1 ayat 1).

Tradisi penghargaan atas karya setiap orang berulang kali dicontohkan negara-negara maju, sekaligus merefleksikan situasi yang kontras di Tanah Air. Industri musik Indonesia salah satunya.

 

IDENTIK

Meski berlainan dengan perseteruan Apple melawan Samsung tetapi menjadi identik manakala dibawa ke ranah penghargaan atas karya setiap orang.

Keluhan musisi, pencipta lagu, penyanyi, dan insan kreatif Indonesia akan maraknya pembajakan atas karya-karya mereka telah disiasati dengan menyampaikan aspirasi ke Presiden. Tak tanggung-tanggung, Presiden SBY saat itu menyanggupi menjadi Dewan Pembina Persatuan Artis Penyanyi, Pencipta Lagu, dan Penata Musik Rekaman Indonesia (PAPPRI).

Menkominfo periode sebelumnya, Tifatul Sembiring, melalui wewenang departemennya telah memblokir 20 situs yang disinyalir menyediakan konten bajakan yang sering dikunjungi dan diunduh. Namun mengatasi pembajakan musik, juga karya kreatif anak bangsa lainnya, dipahami bukan sebagai hal yang mudah.

Bila disederhanakan, problem mendasar dalam ranah ini adalah soal mentalitas, mindset, bahkan attitude sebagai bangsa yang masih pada level rendah dalam hal penghargaan atas suatu karya.

Secara global industri musik telah berubah. Fenomena empiris yang tidak lagi aneh adalah penjualan musik di satu sisi mengalami penurunan. Namun di sisi lain, penggemar musik terus bertambah, baik melalui komputer (Winamp, Media Player), pemutar MP3 (iPod), dan telepon genggam.

Rahardjo (2007) menyatakan ada tiga hal mendasar yang menyebabkan penurunan penjualan musik di seluruh dunia: disruptive technology, perubahan kebiasaan orang modern dalam memutar lagu di CD/pemutar MP3, dan pola bisnis baru. Dewasa ini banyak bermunculan model bisnis baru membeli lagu tidak satu album, tetapi per lagu. Pola ini menyerupai pembelian buku hanya bab 1 dan bab 5.

Anggapan bahwa industri musik di Indonesia sulit berkembang bahkan terancam bangkrut terangkum dalam 15 indikasi (Putranto, 2010). Beberapa yang penting, pertama, pemerintah dan kepolisian berkompromi dengan pembajak. Kedua, tidak ada kasus pembajakan atau pelanggaran hak cipta musik yang sampai ke Mahkamah Agung. Ketiga, lapak-lapak rekaman bajakan lebih banyak dibandingkan toko rekaman legal. Keempat, gagalnya penekanan terhadap UU 19/2002 tentang Hak Cipta. Kelima, penjualan musik ilegal/bajakan mecapai 95,7% sedangkan musik legal hanya tinggal 4,3% (data ASIRI 2007). Sampai di sini, kita melihat pencanangan Hari Kekayaan Intelektual Sedunia akan berimpak strategis bagi Indonesia manakala karya intelektual setiap orang tidak dibajak dengan seenaknya.

Lebih menyakitkan lagi manakala karya anak bangsa dibajak oleh bangsanya sendiri. Nasib musik Indonesia, salah satunya, masih berada di area ini. Selamat Hari Kekayaan Intelektual Sedunia.

 

Sumber: Bisnis Indonesia. 26 April 2018. Hal 2

Gratiskan Yatim dan Fakir Miskin Nikmati Buah

Govaldo Ircham Maulana masih 19 tahun. Meskipun demikian, jiwa bisnis mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya itu mulai terlihat. Pemuda asal Desa Kebon Agung, Kecamatan Ujungpangkah, tersebut mengelola kebun buah naga dan durian milik orang tuanya. – CHUSNUL CAHYADI

BUAH durian bergelantungan di ranting pohon di kebun di Desa kebon Agung, Kecamatan Ujungpangkah. Besarnya sebola basket. Warna buah berduri itu terlihat kekuningan. Buah tersebut juga harum. Orang yang melihat ingin segera memetik untuk menikmatinya.

“Tapi, itu masih belum matang. Sebulan lagi silakan kalau mau balik ke sini,” saran Govaldo Ircham Maulana, pemilik dan pengelola kebun buah naga dan durian di Kebon Agung, Kecamatan Ujungpangkah, dengan ramah ketika ditemui pada Jumat (5/1). Luas area tersebut mencapai 3 hektare.

Di kawasan itu sebagian besar ditanami pohon buah naga. Hanya ada seratus pohon durian. “Dan, ini kali pertama kami akan panen durian,” ujra mahasiswa semester IV jurusan international bussines management tersebut.

Ada beberapa jenis durian yang ditanam. Antara lain, montong dan master. Orang tua Govaldo, Arik Evianto, 47, mulai nandur pohon buah berduri itu pada 2010-2011.

Govaldo menyatakan, kebun buah yang dikelolanya tersebut semula hanya untuk kepentingan keluarga dan kerabat. Seiring waktu, banyak warga yang berkunjung ke kebun itu. Keluarga lalu membuka untuk umum. Meski demikian, orientasinya tetap. Yakni, tidak untuk mencari keuntungan. “Karena itu, sebagian penghasilan digunakan untuk kegiatan sosial,” ungkapnya.

Govaldo mengemas wisata kebun secara apik dan nyaman. Dengan demikian, pengunjung betah dan membeli buah dengan cara memetik sendiri. Pihaknya bahkan memaving jalan serta mendirikan gazebo dan musala. “Untuk masuk, kami tidak menarik uang. Tapi, kalau mau memetik dan makan buah, pengunjung harus menimbang dan membayarnya,” katanya.

Govaldo menyebutkan, uang hasil penjualan itu tidak hanya digunakan untuk pemeliharaan, tetapi juga sosial. Khususnya untuk anak yatim dan fakir miskin di desanya. Selain itu, sepekan sekali keluarganya mengajak para fakir miskin dan anak yatim untuk menikmati hasil kebun bersama. “Kalau mereka mau datang pada hari lain juga gratis,” tuturnya.

Kesibukan remaja 19 tahun sebagai mahasiswa membuatnya tidak bisa selalu ke kebun. Govaldo telah merekrut empaat orang untuk membantunya. “Kalau kuliah libur, saya baru ikut ke kebun,” ujranya.

 

Sumber: Jawa-Pos.8-Januari-2018

Adu Merdu Suara Se-Indonesia

SURABAYA – Sebanyak 320 siswa yang terbagi dalam delapan kelompok beradu olah vokal di auditorium lantai 7 Universitas Ciputra. Kemarin (28/1) mereka mengikuti Kompetisi Paduan Suara (KPS) 2018 di kampus tersebut. Kegiatan berskala nasional itu diselenggarakan khusus untuk pelajar SMA.

Tak hanya dari Surabaya, peserta juga berasal dari beberapa kota lain seperti Sidoarjo, Malang, Bekasi, hingga Medan. Tiap-tiap tim terdiri atas 40 siswa. Ada tiga lagu yang harus mereka bawakan. Yakni, folklore Indonesia, folklore Asia, dan satu lagu bebas.

Misalnya, yang dibawakan tim paduan suara SMAN 1 Sukatani, Bekasi. Dalam kompetisi itu, mereka menyanyikan tiga lagu. Yaitu, Over the Rainbow, Rosas Pandan, dan Sirih Kuning. “Latihannya sejak September lalu,” tutur Aprilia Eka Putri.

Siswi kelas XI SMAN 1 Sukatani itu bertindak sebagai konduktor paduan suara. Dia mengaku gugup karena merupakan konduktor termuda dalam kompetisi tersebut. Selain itu, baru kali pertama dia dan tim berlomba di lokasi yang jauh.

Ketua Panitia KPS 2018 Universitas Ciputra Ignasius Ferry Kurdianto Mutter menuturkan, paduan suara merupakan kompetisi yang menyenangkan, tapi juga menantang. Dalam kompetisi paduan suara, dibutuhkan kerja sama anggota tim yang solid.

Tidak hanya menampilkan kualitas vokal yang mumpuni, peserta juga diminta membuat koreografi sesuai lagunya. Ada kategori best programme untuk tim paduan suarayang mampu menyajikan penampilan terbaik. “Ada tiga juri yang menilai, masing-masing sudah ahli di bidangnya,” ujar Ferry.

Ini merupakan kali kedua Universitas Ciputra menyelenggarakan kompetisi paduan suara. Mereka mengadakan kompetisi tersebut dua tahun sekali.

 

Sumber: Jawa-Pos.29-Januari-2018