Fiona Rancang Pakaian Khusus Anak Autis_Melindungi Saat Jatuh atau Menggigit Tangan. Jawa Pos. 5 Mei 2018. Hal.21

Dari sekian banyak masukan itu, Fiona lantas memutuskan menggunakan kain katun 100 persen. Ada kecenderungan perilaku anak autis yang menggigit lengan ketika merasa tidak nyaman. Bahan alami dipilih agar anak tidak menelan bahan kimia saat menggigit baju. Soal kebiasaan menggigit tersebut sudah disiasati Fiona dengan merancang lengan baju yang panjang hingga menutupi punggung tangan. Ada tali pengikat yang bisa dikencangkan di ujung lengan.

Model bajunya pun longgar. Dengan demikian, anak-anak dengan sensitivitas tinggi tetap merasa nyaman. Tidak ada label pakaian. Di bagian dalam baju, juga tidak ada obrasan. Dia menggunakan furing atau kain pelapis. Dengan demikian, anak tidak akan menemukan sesuatu yang mengganjal saat menggunakan baju tersebut.

Dress itu pun dibuat panjang. Yang menarik, ada jahitan berpola setengah lingkaran di bagian bawah baju. “Itu namanya teknik jahitan quilting sashiko,” jelasnya. Jahitan tersebut dibuat Fiona dengan tangan, bukan bantuan mesin. Sebelum dijahit, kain dilapisi dengan dakron. Jadi terasa empu. Fiona mempunyai alasan tersendiri untuk memasang dakron di bagian paha ke bawah. “Agar saat anak jatuh, lututnya tidak lecet,” jelasnya.

Banyak anak autis yang keseimbangan tubuhnya memang kurang. Karena itu, dalam eberapa aktivitas seperti berlari, mereka sering jatuh. Dengna dakron, Fiona ingin anak yang memakai bajunya bisa terlindungi. Hal serupa diterapkan pada celana untuk bocah laki-laki.

Soal warna, putri pasangan Yosia Salim dan Santy Wijaya tersebut mendapatkan informasi dari salah seorang guru di SLB Mutiara Hati. Yang disarankan, menggunaan warna-warna ingin seperti biru, hijau, dan ungu agar anak merasa lebih tenang.

Meski mendapatkan banyak masukan, dalam proses pembuatan pakaian itu, Fiona mengaku sempat mengalami kesulitas. Terutama saat merancang konsep agar desain yang dibuat menarik. Bongkar pasang desain pun dia coba sampai empat kali. Hingga akhirnya, dia menemukan yang paling cocok dan fashionable. “Saya tidak ingin pakaian yang saya buat punya fungsi saja, tapi juga haris berestetika,” ungkapnya.

Ketika bajunya sudah jadi, dia membawa rancangan tersebut ke SLB tempatnya mencari informasi. Guru-guru dan orang tua murid ternyata suka dengna hasil karyanya. Mereka mengakui bahwa baju-baju itu menjadi solusi kesulitan mereka saan mencari pakaian untuk anak-anaknya.

Saat ini Fiona telah mendesain sekitar tiga potong pakaian. Rencananya, dia akan membuat dia model lagi. Dia optimistis ke depan, konsep baju yang dirinya buat itu akan laku di pasaran. Apalagi, belum ada pakaian khusus untuk anak autis. Fiona pun sudah mempersiapkan nama merek yang bakal dipakainya jika sudah bisa membuat usaha. Yakni Little bee. (*/c20/any)

 

Sumber : Jawa-Pos.5-Mei-2018.Hal.21

Harus Bergaya Tropical dalam 10 Menit. Jawa Pos. 13 Mei 2018.Hal.23

SURABAYA – bisakah anda menyiapkan penampilan dalam watu 10 menit? Memilih pekaian yang pas, merias wajah, hingga menata rambut. Mungkin dibutuhkan waktu lebih dari 10 menit. Tetapi, 13 tim yang terdiri atas 2 orang ini harus bisa melakukannya.

Keseruan itu mewarnai event fashion styling competition di Food Society, Pakuton Mall, kemarin (12/5). Peserta harus berebut setelan baju yang pas dengan tema yang sudah ditentukan, psychotropical. Ada puluhan baju yang disediakan panitia. Namun, tetap saja para peserta harus bisa mendapatkan item yang pas untuk dipadupadankan. Event Itu diselenggarakan Fashion Student Union, Universitas Ciputra.

Para peserta harus bisa bekerja sama. Ada yang bertugas memilihkan baju dan merias wajah temannya. Salah seorang peserta Audrey Hanley mengatakan, kompetisi tersebut jarang diadakan. “Biasanya Cuma fashion show saja kan,” ucapnya saat dirias temannya. Nah, kalau dalam kompetisi itu, setelah memilih baju, merias wajah, dan menata rambut, peserta harus mempresentasikan dengan berjalan di catwalk.

Dosen pembimbing Fashion Student Union Janet Teowarang berharap event itu bisa membuat peserta lebih kreatif dan menambah wawasan mereka. “Tim juri merupakan orang yang berpengalaman di bidang Fashion. Jadi, peserta pun mendapat masukan yang sangat baik soal it,” tuturnya. (omy/c7/jan)

Sumber : Jawa-Pos.13-Mei-2018.Hal_.23

Kulit Pisang untuk Sabun dan Scrub. Jawa Pos. 15 Mei 2018.Hal.23

SURABAYA – Sering dibuang dan menjadi limbah, di tangan mahasiswa Universitas Ciputra, kulit pisang digunakan sebagai bahan utama pembuatan sabun dan scrub. Sabun tersebut dipercaya membu memutihkan dan mengangkat sel kulit mati.

Salah seorang mahasiswa yang melakukan inovasi, Anastasia Natal Abdi, mengatakan, ide itu bermula dari melihat lingkungan sekitar. Kulit pisang selama ini sering dibuang begitu saja.

Mahasiswi semester dia itu menambahkan, kulit pisang sebetulnya memiliki banyak manfaat, terutama untuk kulit. Dari penelitian yang dilakukan bersama kelima rekannya, kulit pisang mampu membuat kulit lebih halus. “Saya akhirnya memutuskan bikin produk sabun dan scrub dari kulit pisang,” katanya. Menurut Tasia, sapaan akrab Anastasia Natali Abdi, dalam pembuatan produk tersebut, dirinya sempat mengalami kegagalan. “Empat kali kami gagal membuat ini,” ucapnya sambil menunjukan produknya yang diberi nama Savon itu.

Selain ekstrak kulit pisang, timnnya menambahkan minyak sawit, olive oil, dan larutan NaOH. Untuk pembuatan sabun, hanya dibutuhkan waktu empat hari. “Untuk ektraknya, kami cukup memblender kulit pisang dan menyaring hingga halus,” terangnya (omy/c25/tia)

Sumber : Jawa-Pos.15-Mei-2018.Hal.23

Dubes Kanada Dapat Kenang-Kenangan Keris. Jawa Pos. 3 Mei 2018.Hal.23

SURABAYA – Duta besar Kanada Peter MacArthur mengisi kuliah tamu di Universitas Ciputra kemarin (2/5). Dalam kesempatan tersebut, MacArthur mengenalkan pendidikan kewirausahaan di negaranya.

“Kami sangat terbuka dengna pelajar atau mahasiswa dari negara lain yang ingin belajar di Kanada,” katanya. Mahasiswa asing yang sedang menempuh pendidikan di sana diperbolehkan bekerja. “Meskipun, pakai visa pelajar,” lanjutnya. Upaya itu dilakukan agar mereka memiliki pendapatan sehingga bisa membiayai hidup sendiri.

Dengna aturan tersebut, banyak mahasiswa asing yang kemudian menjadi betah di Kanada. “Ada juga yang tidak mau kembali ke negara asalnya,” ucapnya. Acara kuliah tamu yang dikemas dengan tema Entrepreneur Education in Canada itu juga mengenalkan pendidikan kewirausahaan di sana.

Di akhir acara, Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawiharja memberikan kenang-kenangan kepada MacArthur. Sebuah keris dipesan khusus pada pembuat keris di Sumenep, Madura.

Menurut Yohannes, keris adalah benda yang memiliki makna dan cerita sejarah yang panjang. Untuk itu, sebagai bentuk penghargaan dan penghormatan atas kedatangan MacArthur ke Universitas Ciputra, dia memberikannya sebagai kenang-kenangan. (omy/c20/jan)

Sumber : Jawa-Pos.3-Mei-2018.Hal.23

Refleksi Keselamatan Mudik Hari Raya.Kontan.24 Mei 2018.Hal.23

Oleh Jony Eko Yulianto (Dosen Psikologi Sosial Universitas Ciputra Surabaya)

Kecelakaan besar yang baru-baru ini terjadi di Kecamatan Bumiayu Kabupaten Brebes patut menjadi perhatian kita semua. Berbagai media melaporkan bahwa penyebab dari kecelakaan ini adalah rem truk pengangkut gula kristal tidak dapat berfungsi dengan baik saat melalui jalan yang melandai turun alias blong.

Setidaknya ada 11 orang meninggal dan 10 orang luka-luka, serta kerusakan material pada enam rumah, satu kios, 19 sepeda motor, dan dua mobil. Melihat kejadian yang memilukan tersebut, ada harga mahal yang harus dibayar untuk kecelakaan fatal tersebut.

Kejadian ini menggugah empati kita. Terutama untuk korban dan keluarganya. Serta tak ketinggalan masyarakat setempat yang mengalami kerugian material karena insiden kecelakaan maut tersebut.

Di sisi lain, kejadian tersebut sebenarnya menjadi momen refleksi yang sangat berharga untuk kita. Terlebih, dalam waktu dekat, kita akan memasuki periode mudik ke kampung halaman di Hari Raya Idul Fitri beberapa saat lagi. Memahami dimensi kecelakaan lalu lintas secara holistik akan membuat kita awas dan mengkalkulasi risiko dengan cermat ketika berkendara.

Di harian ini, saya pernah menulis sebuah artikel yang berjudul “Prangai Abai Dunia Transportasi” pada 12 Januari 2017. Kala itu, kita menyoroti dua kasus kecelakaan di laut (Kapal Zahro Ekspress) dan udara (Pesawat Citilink). Melalui artikel tersebut, kita dapat melihat bahwa kecelakaan sebenarnya merupakan buah interaksi faktor mesin dna faktor insani.

Kecelakaan yang disebabkan karena faktor permesinan atau rem yang mendadak tidak berfungsi tntu di luar kendali kita. Tetapi yang perlu kita waspadai adalah faktor psikologis kita sebagai pengguna kendaraan.

Secara psikologis, setidaknya ada dua penekatan yang dapat menjelaskan mengapa sebuah kecelakaan dapat terjadi. Pertama, irasionalitas manusia. Tema irasionalitas ini terutama terlihat dalam pola-pola pengabaian.

Misalnya, meskipun pengguna kendaraan telah dihimbau untuk melakukan pengecekan secara berkala, tetapi tidak dihiraukan. Beberapa orang malah lebih memilih untuk abai terhadap kondisi rem yang longgar, berkendara tenpa helm untuk jarak dekat, maupun keputusan untuk menerobos lampu merah ketika situasi sepi.

Hal tersebut merupakan representasi irasionalitas manusia. Keingnan untuk mendapatkan gratifikasi instan berusaha dipenuhi meskipun harus mengorbankan hal-hal yang lebih mahal seperti keselamatan pengendara. Pada hal, aturan yang telah dibuat itu justru didesain untuk melindungi pengendara dari kecelakaan yang tidak perlu terjadi.

Namun sebagaimana Daniel Kahneman katakan, dalam sitauasi yang penuh ketidakpastian seperti di jalan raya, manusia dapat mengambil keputusan secara heuristik tanpa memiliki dasar atau alasan yang jelas.

Pendekatan kedua adalah kepribadian pengendara. Dalam penelitian terbaru yang dilakukan oleh Verma (2017), ditemukan bahwa kepribadian pengemudi sangat menentukan cara mengemudi, fluktuasi emosi saat mengemudi, dan cara mengambil keputusan dalam situasi-situasi kritis. Dalam ilmu psikologi, variasi toleransi seorang pengemudi dalam bersentuhan dengan risiko dalam berkendara disebut sebgai sensasion-seeking behavior.

Secara deskriptif, sensasion-seeking behavior akan menentukan sejauhmana seorang pengendara akan mengemudi dengna cara menantang adrenalinnya. Semakin memacu adrenalin, ia akan semakin puas. Contohnya, dengan sengaja mamacu kendaraan di atas toleransi kecepatan yang diizinkan, melanggar lampu lalu lintas, dan merasa bangga ketika dapat menempuh jarak sejauh mungkin dengan waktu tempuh secepat mungkin.

Secara perpektual, pengemudi-pengemudi yang memiliki kecenderungan sensasion-seeking behavior yang tinggi adalah orang-orang yang mempersepsikan bahwa kemampuan mengemudinya di atas rata-rata. Mereka juga cenderung untuk memandang remeh setiap risiko sebagai hal kecil yang dapat ia atasi selama berkendara.

Profil risiko yang berbeda ini membuat perilaku berkendaranya berbeda dengan kebanyakan pengendara lainnya di jalan raya. Tidak jarang kecelakaan terjadi karena ulang para pengendara di semacam itu.

 

Refleksi mudik

Eksplanasi di atas sebenarnya memberikan setidaknya dua perefleksi penting sebagai persiapan melakukan mudik di Hari Raya Idul Fitri nanti.

Pertama, mewaspadai perilaku abai kita maupun pengendara lainnya. Pengecekan kondisi kendaraaan merupakan bentuk persiapan awal yang baik untuk memastikan kendaraan telah aman. Persiapan kendaraan ini juga menunjukan bukti bahwa kita tersadar penuh dengan risiko kecelakaan yang isebabkan karena faktor mesin.

Kita perlu juga mewaspadai cara kita berkendara, termasuk cara kita mengambil haluan, kebiasaan-kebiasaan dalam mendahului pengendara lain, maupun kemampuan dalam berkomunikasi memberikan tanda kepada pengendara lain.

Hal ini menunjukan mempuan meta-kogra kita dalam berkendara di jalan raya yang berisi interaksi antar pengendara. Perpektif berkendara yang memandang semua pengendara lain sebagai pengguna (user) akan meminimalisir perilaku egosentris di jalan raya yang bermuara pada menurunnya tingkat kecelakaan.

Kedua, pentingnya menekankan tiga E sebagai tiga elemen penting dalam meningkatkan keselamatan berkendara selama periode menjelang mulainya hari raya. Yakni education yakni memberikan edukasi keselamatan berkendara, mulai dari level wacana seperti kampanya berkendara aan, hingga level konk seperti pelatihan berkendara aman.

Semudian enforcement, yakni menginstruksikan banyak petugas terkait seperti kepolisian untuk memastikan pengendara mematuhi rambu dan ketentuan berlalu lintas; dan engineering, yakni mendorong pihak terkait untuk melakukan inspeksi desain control perawatan jalan.

Sumber : Kontan.24-Mei-201.Hal.23

Sentuhan Candi pada Desain Kolam. Jawa Pos.13 Juni 2018.Hal.19

SURABAYA – Situs bersejarah Trowulan, Mojokerto, memberi inspirasi mahasiswa Jurusan Interior Architecture Universitas Ciputra (UC) dalam mendesain plunge pool. Dalam pembuatan maket, mereka harus melakukan riset langsung ke lokasi situs tersebut.

Meskipun modern, maket plunge pool tetap mengusung unsur dan bentuk bangunan candi. Salah satu yang menarik adalah desain plunge pool yang dinamai Satunggal. Maket tersebut dibuat dengan konsep yang memadukan alam pegunungan seperti pemandian pada dayang pada zaman dulu.

Jeremy Linanndi, anggota tim pembuat maket tersebut, menuturkan, master place maket itu adalah Candi Bajangratu. Adapun untuk kolamnya, Jeremy dan empat temannya terinspirasi Candi Tikus.

Menurut dia, dua candi itu sangat menarik jika dipadukan menjadi satu karya bangunan. Terlebih, ide bangunan Candi Bajangratu yang diterapkan menjadi pintu menuju kolam. “Bangunan itu seperti ada nilai magisnya,” ucapnya.

Dosen Jurusan Interior Architecture Universitas Ciputra Maureen Nuradhi menuturkan, pembuatan maket itu adalah tugas akhir mata kuliah history and theory of interior architecture Indonesia. (omy/c11/jan)

Sumber : Jawa-Pos.13-Juni-2018.Hal.19

HTINA 2 FINAL PROJECT EXHIBITION

Bekerja sama dengan Ibu Maureen Nuradhi, S.T., M.M. (pengampu mata kuliah HTINA 2 INA Universitas Ciputra), saat ini di UC Library lounge diadakan pameran yang merupakan display dari karya-karya mahasiswa terpilih dari tugas mata kuliah ‘History and Theory of Interior Architecture’ yang mana bertujuan untuk menumbuhkan kepekaan dan rasa cinta tanah air terhadap peninggalan arsitektur tradisional Indonesia melalui wujud ‘plunge pool’.

Seluruh proyek hasil karya kali in dilator belakangi dari study trip yang telah dilakukan oleh seluruh mahasiswa INA angkatan 2017 ke situs peninggalan kerajaan Majapahit, yakni Trowulan, Mojokerto. Disana, para mahasiswa tidak hanya mengobservasi, namun juga belajar serta menganalisis nilai-nilai apa saja yang dapat mereka terapkan dalam desain ‘plunge pool’ mereka.

Pameran ini bisa dinikmati di UC Library Lounge hingga 13 Agustus 2018.

 

Baju Muslimah untuk Tugas Akhir. Jawa Pos 10 Juni 2018.Hal.23

SURABAYA – Berawal dari kesusahan mencari baju muslimah yang cocok buat anak muda, dua mahasiswa Jurusan Fashion Design dan Bisnis Universitas Ciputra merancang dua baju Lebaran yan gkhusus untuk anak muda.

Berlabel Preteen Hijabwear dan Evening Wear, dua koleksi itu dirancang Inezia Amanda dan Dania Muchtar. Mereka mengatakan sengaja membuat baju Lebaran karena ingin memberikan referensi bisana muslim kepada para remaja. Khususnya bagi remaja yang ingin tetap fashionable saat hari raya.

Dania Muchtar menuturkan, baju yang dibuatnya itu khusus digunakan untuk malam. Bertema floral, Dania memanfaatkan kulit sintetis dengan menggunakan teknik dekoratif sebagai bahan utama. “ Itu gambaran keindahan abadi versi saya,” ucapnya.

Dania menjelaskan, dalam pembuatan baju tersebut, dirinya sedikit mengalami hambatan saat proses pemasangan bunga. Dia harus menyusun satu per satu bunga, kemudian dijahitkan di baju yang sudah dirancangnya itu.

Sementara itu, Inezia Amanda menuturkan, baju yang dirancangnya bertema Preteen Hijabwear. Fokusnya, anak muda yang suka tampil sporty, tapi tetap Islami.

Dia menambahkan, baju rancangannya sangat simpel dan mudah digunakan. “Sengaja saya pilih bahan yang nyaman dipakai,” tuturnya mengenai baju yang dibikin selama dua pekan itu.

Dosen jurusan Fashion Design dan Bisnis Universitas Ciputra Olivia Gondo Putranto menuturkan bahwa dua mahasiswa tersebut mebuat baju dalam rangka penyelesaian tugas akhir skripsi. “Dalam penyusunan tugaskan akhir, setiap mahasiswa harus bisa menyelesaikan sebuah tema yan gdiwujudkan dalam bentuk rancangan dan baju siap pakai,” katanya. (omy/c10/tia)

Sumber : Jawa-Pos.10-Juni-2018.Hal.23

Shienny Megawati Sutanto; Dosen, Komikus, dan Penulis_Melambung karena Cerita Vrey si Pencopet Jalanan. Jawa Pos.2 Mei 2018.Hal.23

SHIENNY, sapaannya, memiliki hobi menggambarkan sejak SD. Lembaran kosong di buku pelajaran menjadi ruang terbaik untuk menuangkan isi pikirannya. Shienny menggambar secara otodidak. Semakin bertumbuh, dia kian serius mendalami hobinya. Dia rajin mengirim karyanya ke penerbit-penerbit.

Usaha itu membuahkan hasil. Salah satu penerbit bersedia menerbitkan komiknya. Sebagai mahasiswa semester awal, saat itu royalti yang didapatkan Shienny bisa diakatan lumayan. “Ada lah, bisa beli jajan sendiri,” katanya.

Dia sudah berkiprah dengan meluncurkan beberapa judul komik saat masih kuliah. Diantaranya, Past Promise, White Castle, Love Flies, Love Junction, dan Fake Angel. Kemudian, pada 2007, Shienny mengawali pembuatan tetralogi Ther Melian. Tetralogi itu dibuat selama tiga tahun dan rilis pada 2010.

Ther Melian ini mendapat atensi yang luar biasa dari masyarakat. Kemudian, saya membuat Ther Merlian Academy versi komik Webtoon di Line pada 2015,” lenjutnya saat ditemui setelah mengisi acara di Ciputra World.

Kisah sukses Ther Melian (TM) Academy dibuktikan dengan 4 juta pembaca. Di Webtoon, TM Academy sudah lebih dari 100 episode. Hal itu kemudian membuat bungsu empat saudara tersebut tertarik untuk membuat Ther Melian versi novel. “Ini (Webtoon, Red) sih masiih berlanjut. Tapi saya sepertinya masih sibuk,” lanjut dosen desain komunikasi visual di Universitas Ciputra itu.

TM Academy merupakan skolah elite untuk murid-murid terpilih. Didalamnya dikisahkan kehidupan seorang gadis bernama Vrey. Vrey merupakan pencopet jalanan yang bis abersekolah di sana. Dia juga mendapatkan beasiswa penuh dari kepala sekolah. Tak ada penjelasan mengapa Vrey bisa bersekolah di sana. Clue-Clue yang terus diburu Vrey menjadi keseruan di setiap episodenya.

“Ada permintaan untuk membuat versi novelnya. Tapi, saya tidak mau sama. Oleh karena itu, saya ubah cerita dan penohannya,” katanya. Novel TM Academy edisi pertama terbit pada 2010. Isi satu novel setara dengan 20 episode di Webtoon. Novel bergenre fantasi-romance tersebut laris manis di pasaran. Novel pertama telah dicetak ulang tiga kali. Pada setiap kali cetak, ada 5.000 buku.

Novel TM Academy ke-2 diterbitkan oleh Elex Media Komputindo setahun kemudian. Buku ketiga diterbitkan pertengahan April kemarin. “Saya membuat novelnya sih santai. Selain juga membuat ilustrasinya,” tambah perempuan kelahitan 1981 tersebut. (*/c6/jan)

Sumber : Jawa-Pos.2-Mei-2018.Hal.23

 

Tukangku dan Tukangmu, Dua Situs online Tukang Karya Mahasiswa. Jawa Pos.8 Juni 2018.Hal.21,31

 

Memanfaatkan kemajuan teknologi informasi dan media sosial, para mahasiswa ini membuat usaha yang belum banyak digarap. Yaitu penyedia jasa tukang.

Mencari tukang yang berkualitas dan berkompeten dibidangnya memang menjadi tantangan bagi mereka yang sedang membutuhkan jasa tukang. Tak hanya itu, permasalahan terkait tukang yang kabur meninggalkan pekerjaan yang belum selesai juga menjadi trauma bagi masyarakat.

Dengan memanfaatkan kemajuan teknologi digital, mahasiswa-mahsiswa Universitas Ciputra dan Universitas Negeri Surabaya menyediakan jasa tukang yang bisa dipesan via online. Jasanya mulai pekerjaan kasar sampai perencanaan dan penghitungan bangunan.

Berlabel TUKANGKU.com karya mahasiswa Ciputra dan TUKANGMU.com kayra mahasiswa Universitas Negeri Surabaya, dua situs tersebut bermuara pada kebutuhan akan jasa tukang yang susah-susah gampang dicari.

Digawangi oleh Listyawan Fanny Muhammad, Mohammad Alfa Edison, Yoel Andro Sismano, Kevin Adhiya Kurniawandi, dan Rani Puspita Setiawan, TUKANGKU.com digagaskan masalah pribadi.

Listyawan Fanny Muhammad menuturkan, dirinya pernah mengalami hal yang kurang menyenangkan saat menggunakan jasa tukang. “Diminta tolong mengerjakan plafon yang rusak. Baru separo jalan, eh ditinggal pergi,” katanya.

Bagitu pula pengalaman Yoel Andri Sismano. Yoel, panggilan akrabnya, sudah membayar sejumlah uang muka untuk membangun rumahnya kepada tukang. ”Setalah bayar DP, tahu-tahu kabur tukangnya,” kenang Yoel.

Kelimanya kemudian membuat TUKANGKU.com pada 23 agustus 2017. Memang tak mudah mengawali bisnis di budang penyedia jasa tukang. Mereka harus bisa menyaring tukang yang benar-benar mempunyai kualitas yang baik. Untuk mencari yang sesuai klasifikasi, mereka mengandalkan informasi dari mulut ke mulut. “Kami juga turun ke berbagai CV dan proyek untuk mencari tukang,” ucap Listyawan.

Meski belum genap satu tahun, TUKANGKU.com sudah bisa dikatakan berkembang. Saat ini 50 proyek berhasil dikerjakan. Ada enam 6 yang masing-masing terdiri atas tiga orang. Selain gaji, para tukang itu memperoleh asuransi.

Sementara itu, TUKANGMU.com digagas tiga mahasiswa Universitas Negeri Surabaya. Yaitu, Dedi Irwansyah, Bahrul Amiq, dan Iwan Noerianto. Mereka mendirikan bisnis tersebut pada 22 Febuari 2017.

Agak berbeda dengan TUKANGKU.com, ketiganya membuat bisnis itu karena kerap dimintai job oleh tukang yang sebelumnya bekerja di proyek pembangunan bersama mereka.

“Awalnya risi dimintai pekerjaan terus. Tapi, setelah berdiskusi, kami memutuskan untuk membuat tukang online buat mereka,” kata Bahrul. Saat ini TUKANGMU.com memiliki 50 tukang yang siap bertugas. Terkait kenyamanan pengguna jasa, mereka memiliki SOP dalam bekerja. Di antaranya, tidak diizinkan merokok dan menggunakan bahasa kasar saat bekerja.

Jasa yang ditawarkan dua situs online tukang itu beragam. Mulai perbaikan atap. Arsitektir, batu keramik, cat, furnitur interior, kebersihan rumah, kebun, las, ledeng, sampai urusan kelistrikan. (*/c6/tia)

Sumber : Jawa-Pos.8-Juni-2018.hal.21,31