Ingin Anak Sukses, Jangan Ambil Alih Peran Mereka. Jawa Pos 24 Juli 2018. Hal.23

 

Surabaya – Jika biasanya orientasi kampus hanya melibatkan mahasiswa, kemarin (23/7) Universitas Ciputra juga memberikan pengenalan kehidupan sebagai mahasiswa kepada orang tua. Sebab, kesuksesan seorang anak tidak bisa dilepaskan dari peran orang tua.

Rektor Universitas Ciputra Yohannes Somawiharja menyatakan, dalam kegiatan bertajuk Parents Gathering itu, pihaknya memaparkan mengenai sistem pendidikan di kampus Ciputra. Selain itu, tentunya para orang tua tidak perlu khawatir tentang apa yang dilakukan anaknya saat di kampus.

Menurut dia, kampus Ciputra yang berorientasi pada entrepreneurship terkadang membuat mahasiswa pulang larut karena aktivitas pembelajaran dan praktik kewirausahaan. “Kalah sudah dipaparkan di awal gini, kan orang bisa tau,” ucapnya.

Wakil Rektor Bidang Akademik Universitas Ciputra Jenny Lukito Setiawan menuturkan, support orang tua dan lingkungan anak, baik teman maupun dosen saat di kampus, sangat berperan bagi anak untuk meraih kesuksesan. “Support orang tua penting. Mereka harus bisa menghargai karya anaknya, apa pun hasilnya,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan orang uta untuk tidak mengambil alih peran anaknya saat menjadi mahasiswa. Misalnya, jika anak mengalami kesulitan saat mengerjakan tugas kampus, orang tua tidak diperbolehkan mengambil alih peran menyelesaikan tugas itu.

Hal tersebut dilakukan agar anak memiliki mental yang tangguh hingga bisa survive saat menghadapi masalah. Selain itu, dia berpesan bahwa dukungan untuk sang anak tidak hanya diwujudkan dalam materi. Motivasi dan dukungan juga tak kalah penting bagi perkembangan anak.

Semua wali murid sangat antusias mendengarkan apa yang dipaparkan dalam kegiatan kemarin. Bahkan, banyak orang tua yang rela datang dari luar pulau demi bisa mengikuti kegiatan itu. Salah satu orang tua yang rela datang dari Pulau Bali adalah Tatiek Inten Andayani. Dia mengaku acara Parents Gathering itu membuat dirinya lebih paham tentang apa saja kegiatan yang akan dilakukan anaknya di kampus.

Meskipun berada di Bali, Tatiek tidak khawatir dengan anaknya. Sebab, dia juga bisa mengontrol secara online apa saja yang dilakukan anaknya. “nanti bisa dilihat kok kalau misal dia bolos,” tuturnya. (omy/c19/any)

Sumber : Jawa-Pos.24-Juli-2018.Hal.23

Waspadai Rejeksi Ginjal Setelah Transplantasi.Kompas.26 Maret 2018.Hal.13

JAKARTA, KOMPAS- Transplantasi ginjal mampu meningkatkan harapan hidup dan kualitas hidup penderita kerusakan ginjal yang mengalami kegagalan fungsi organ. Namun, pasien tetap harus waspada karena risiko mengalami rejeksi atau penolakan organ cukup tinggi. Pencegahan dan deteksi dini menjadi kunci meminimalkan dampak terjadinya rejeksi.

Jumlah penderita penyakit ginjal kronik di Indonesia hampir 100.000 orang, 25.000 orang diantaranya mengikuri program dialisis atau cuci darah. Namun, yang tertangani dialisis hanya 10.000-an dan melakukan transplantasi ginjal, 70 persen berisiko mengalami rejeksi. Dari 70 persen ini, 40 persennya biasanya mengalami rejeksi akut (mendadak dan cepat memburuk) serta 30 persennya mengalami rejeksi kronik (menahun).

“Rejeksi bisa terjadi beberapa saat setelah transplantasi, bisa juga setahun sesudahnya bahkan tujuh tahun. Pasien transplantasi ginjal bisa dikatakan aman dari risiko rejeksi jika sudah berhasil hidup dengan ginjal barunya lebih dari 10 tahun.” Kata dokter spesialis penyakit dalam RS Cipto Mangunkusumo (RSCM) Mahurum Bonar Marbun dalam seminar bertajuk Kenali Ciri- ciri Gejala Rejeksi Ginjal pada Pasien Transplantasi yang diselenggarakan Yayasan Komunitas Cangkok Ginjal Indonesia, di Jakarta, Sabtu (24/3).

 

Kenali perubahan

Menurut Bonar, rejeksi terjadi karena sistem imun tubuh pasien akan mengenali ginjal yang ditransplantasikan sebagai benda asing sehingga memicu reaksi penolakan. Gejala rejeksi antara lain merasa tidak nyaman, demam, nyeri pada ginjal transplantasi, atau produksi urine berkurang. Gejala lain, tekanan darah tidak terkontrol. Akan tetapi, banyak kasus rejeksi tidak menunjukkan gejala klinis dan hanya terdeteksi melalui pemeriksaan laboratorium secara rutin.

Oleh karena itulah pasien harus waspada, mengenali perubahan yang terjadi, dan rajin kontrol. Hal itu merupakan upaya deteksi dini rejeksi. Untuk mencegah rejeksi, lanjut Bonar, orang dengan transplantasi ginjal diwajibkan minum obat imunosupresan. Kepatuhan minum obat sesuai dosis penting karena sangat menentukan keberhasilan pengobatan. Pasien dilarang mengubah dosis atau jenis obat karena bisa berakibat fatal.

“ Hal lain yang harus dilakukan adalah menjalankan pola hidup sehat melalui konsumsi makanan bergizi seimbang, minum air putih sesuai anjuran, dan berolahraga karena dapat mengontrol berat badan serta mengurangi tekanan pikiran,” ucap Bonar.

Presiden Yayasan Komunitas Cangkok Ginjal Indonesia Supriyanto mengatakan, transplantasi memungkinkan pasien memulihkan kembali kehidupannya, termasuk aktivitas ekonomi. Meski berisiko terjadi rejeksi, pasien transplantasi ginjal tidak boleh patah semangat. Banyak pasien yang berhasil melalui masa- masa rawan sehingga bisa hidup dengan transplantasi ginjal hingga bertahun- tahun, bahkan puluhan tahun. (NIK)

 

Sumber: Kompas.26-Maret-2018.Hal_.13

Ubah Sedikit agar Rasa Lebih Lembut.Jawa Pos.26 Maret 2018.Hal.927042018

KULINER tradisional Tiongkok makin jarang ditemui. Tiga siswa Tristar Culinary Institute mencoba menghidupkan menu khas dengan berinovasi. Yonathan Wellyanto, Abigail Gabriella dan Leonardo Aldy Mahat menambahkan interpretasi mereka terhadap menu-menu lama Chinede food.

Salah satunya, kreasi Yonathan, 20, berupa tim ikan kerapu masak arak dengan lemon dan puding vla. Ikan memang punya tempat khusus bagi peranakan Tionghoan di Indonesia. Selain menandakan kelancaran rezeki, ikan menjadi sajian khas masyarakat pesisir. Meski begitu, saat ini mulai jarang ada ikan yang dimasak secara tim dengan arak.

Ada alasan atas keengganan mengonsumsinya. Aroma kuat bawang putih tidak terlalu disukai. Belum lagi kehadiran arak yang membuatnya sedikit pahit. Agar bisa dikonsumsi secara halal, arak bisa diganti kecap asin dan perasan jeruk limau, “Selain itu, saya kasih lemon agar rasanya lebih lembut. Lalu, didampingi dengan puding vla supaya masakan panas bertemu pencuci mulut yang dingin,” ungkapnya.

Berbeda dengan yang dilakukan Gaby, sapaan Abigail. Dara yang merantau dari Jakarta sejak dua tahun lalu itu justru menggabungkan dua menu wajib Tionghoa di Indonesia. Jeruk dan lapis legit. Dia menjelaskan bahwa jeruk mempunyai arti sebagai pembawa rezeki karena pengucapannya sama dengan aksara Mandarin untuk emas.

Digabung dengan kue yang memuat doa agar rezeki bisa berlapis, Gaby berharap efek yang ditimbulkan berkali-kali lipat. “Rasa manis lapis legit dicampur dengan asamnya jeruk cocok banget untuk anak muda. Jadi, enggak terlalu enek,” tuturnya.

Hidangan yang dibuat Leonardo justru yang paling tradisional. Telur teh, menurut dia, merupakan warisan yang makin jarang dijumpai, tetapi cocok dengan anak muda. “Saya rasa ,emu yamg satu ini perlu dicoba generasi milenial. Memang pembuatannya agak rumit, tapi rasa akhirnya sangat khas,” katanya.

Leo menambahkan, masyarakat kian memilih yang serba instan. Kebanyakan membeli makanan ketimbang memasak sendiri. “Padahal, masakan seperti bihun atau misoa juga punya daya tarik sendiri. Makanya, kami mencoba kreasikan agar cocok dengan zaman sekarang,” ujarnya. (bit/c14/nda)

 

Telur Teh

Bahan:

  • Telur                                      5 butir
  • Teh celup                            1 bungkus
  • Bintang adas manis         3 butir
  • Kecap Jamur                      5 sendok makan
  • Kayu manis                         secukupnya

 

Cara membuat:

  • Rebus telur sampai matang.
  • Ketuk-ketuk kulit telur sampai retak.
  • Rebus air, tambahkan teh, kayu manis, bintang adas manis, kecap jamur.
  • Setelah mendidih, masukan telur dan rebus dua jam.
  • Biarkan semalaman untuk menghasilkan telur yang kenyal.

 

Tim Kerapu Masak Arak

Bahan:

  • Kerapu batik                                      1 ekor
  • Bawang pre                                        2 buah
  • Wortel                                                  1 buah
  • Bawang putih                                    5 siung
  • Minyak wijen                                     2 sendok makan
  • Saus jamur                                          1 sendok makan
  • Kecap ikan                                          1  sendok makan
  • Arak China*                                        3 sendok makan
  • Kecap asin                                           1 sendok makan
  • Lemon                                                  1 buah
  • Air                                                          150 ml

 

Cara membuat:

  • Bersihkan ikan dan rendam dalam air perasan lemon, diamkan 20 menit.
  • Geprek bawang putih dan iris bawang pre, sebar di dalam dan di sekitar ikan.
  • Taburkan merica dan garam.
  • Didihkan kukusan dan masukan piring ikan ke dalam kukusan selama 30 menit.
  • Buat kuah dengan bawang putih.
  • Bawang putih diiris tipis, lalu ditumis.
  • Setelah harum, masukkan saus tiram, kecap ikan, kecap asin, dan lemon.
  • Tambahkan 150 ml air, aduk rata. Masukan ikan ke dalam tumisan dan goreng sebentar.

*: agar bisa dikonsumsi secara halal, arak bisa diganti dengan kecap asin dan perasan jeruk limau.

Puding Vla

Bahan:

  • Susu cair                                              800 ml
  • Pasta vanila                                        31/4 sendok teh
  • Agar-agar bubuk                              1 bungkus
  • Gula pasir                                            125 gram
  • Garam                                                  11/4sendok teh
  • Kuning telur                                       2 butir

 

Cara membuat:

  • Campurkan susu, bubuk agar-agar, dan gula pasir ke dalam panci.
  • Masak bahan puding sambil diaduk-aduk sampai mendidih.
  • Tuangkan sedikit bahan ke wadah berisi kuning telur, aduk.
  • Tuangkan kuning telur ke panci.
  • Masukan pasta vanila, lalu aduk lagi sampai merata.
  • Masukkan bahan ke cetakan atau gelas.
  • Biarkan adonan tersebut sampai beku.

 

Lapis Legit Orange

Bahan:

  • Gula bubuk                                         150 gram
  • Mentega                                             150 gram
  • Mentega asin                                    50 gram
  • Susu kental manis                            1/4  kaleng
  • Telur                                                      5 butir
  • Tepung protein rendah                                 110 gram
  • Vanila pasta                                        2 sendok teh
  • Bubuk spekulas                                                Secukupnya
  • Essence jeruk                                     Secukupnya

 

Cara membuat:

  • Kocok gula bubuk, mentega, dan mentega asin hingga lembut.
  • Masukkan susu kental manis, kocok lagi.
  • Masukkan telur bergantian dengan tepung sedikit demi sedikit.
  • Tambahkan bubuk spekulas dan pasta vanila, aduk rata.
  • Siapkan loyang, alasi dengan kertas roti dan olesi mentega.
  • Panaskan loyang.
  • Tuangkan satu adonan, panaskan dengan api atas sampai kecokelatan.
  • Ulangi sampai adonan hampir penuh.
  • Oven dengan suhu 180 derajat Celsius selama 15 menit.

 

 

 

Sumber: JawaPos.26 Maret 2018.Hal.9

They are Deciding My Future.Jawa Pos Metropolis.25 Maret 2018.Hal.3027042018

Pernah ngerasa bimbang dan terjebak dalam dua pilihan? Mungkin itulah cognitive dissonance atau yang akrab disebut labil di kalangan remaja. Apalagi, kita kan masih mencari jati diri. Tentu factor lingkungan kerap, mempengaruhi pilihan kita. Hmmm, gimana ya cara menyikapinya? (may/nen/c14/fhr)

Oleh Danang Setyo Budi Baskoro MPsi, direktur Brilian Psikologi

 

TRIVIA

KAMU termasuk orang suka bingung nentuin pilihan? Well, santai aja. Kamu ukan satu-satunya orang yang ngerasain fenomena cognitive dissonance. Hamper semua remaja yang menjalani proses pendewasaan mengalaminya. Mau tahu fakta-faktanya? (may/c14/fhr)

8 diantara 10 Zetizen menyatakan sering labil.

Menurut 84 persen, Zetizen dampak kelabilan merekaa adalah menyesal sama keputusan sendiri.

Usia 15-17 tahun adalah saat-saat remaja paling rentan mengalami cognitive dissonance.

Masa Coba-coba 12-14 tahun

Fluktuasi hormonal dari masa pubertas kerap memengaruhi kestablian emosi remaja. Hasil penelitian Reed Larson dan Claudia Lapnman-Petraitis menyebutkan bahwa remja 12-14 tahun cenderung kurrnag bahagia. Singkatnya, suasana hati dan emosi remaja usia SMP lebih negative dan temperamental.

Dampaknya, anak usia ini bereksperimen dengan hal-hal baru. Karena sikap keinginantahuan yng tinggi, pemahaman teori yang masih sedikit dan emosi yang belum stabil, kadang “coba-coa” itu kemudian mengarah ke kenakalan remaja.

Misalnya, GF, salah seorang  siswa SMP negeri di Surabay Utara. Sering melihat tetangganya merokok bikin GF penasaran. Dia lantas diam-daim membeli rokok. “Awalnya, aku merokok di kamar karena takut ketahuan. Tapi, waktu itu kakakku masuk ke kamar karena takut ketahuan. Tapi, waktu itu kakakku mmasuk ke kamar dan marah-marah. Tapi untungnya nggak diaporkan ke mama papa. Dia malah nunjukin foto-foto orang kena kanker gara-gara rokok”, ujar GF. Thanks to his brother. GF pun sekarang mulai menjauhi rokok.

Periode Transisi 15-17 tahun

Menurut psikolog pendidikan John W Santrock, perkembangan pada usia 15-17  tahun merupakan titik yang mengarah pada proses mencapai kedewasaan sehingga mereka nggak lagi coba-coba. Emosi remaja lebih mudah dikendalikan. Mereka bisa membedakan mana yang baik dan buruk walau belum dapat menerapkan seluruhnya.

Namun pada usia ini berkembang juga sikap conformity. Yaitu, kecendurangan untuk menyerah atau mengikuti opini, nilai, atau kebiasaan orang lain. Kadang mereka melakukan suatu hal yang sebenarnya udah tahu hal itu salah. Tujuannya, bisa diterima dalam pergaulan.

Misalnya, Firmandika  Toyiba asal SMK Penerbangan Angkasa Singosari, Malang. Punya teman-teman yang hobi main game ternyata memengaruhi Firma untuk melakukan hal yang sama. “Setiap hari aku selalu main. Meski tahu besok ulangan atau bahkan ujian, aku terus main games,” jelasnya Firman pun susah buat berhenti karena berhenti main game berarti keluar dari pergaulan ang udah jadi zona nyamannya.

Menuju Dewasa 18-20 tahun

Dalam aturan hokum , usia 18 tahun ke atas udah dikategorikan dewasa. Wayne State University Physiian Group pun biang, pada usia remaja udah bissa menentukan pilihan dan nggak gampang terpengaruh lingkungan. Tapi, nggak jarang dibutuhkan masukan dan saran diri orang-orang terdekat, khususnya keluarga.

Sebab, pendidikan keluarga merupakan pendidikan dasar yang diterima sejak dini. Pendapat  keluarga merupakan pendidikan dasar yang diterima sejak dini. Pendapat atau pilihan orang tua masih cukup berpengaruh dalam pengambilan keputusan. Misalnya, dalam menikah jurusan kuliah. Nggak jarang, kita dengar ada teman yang “dipaksa” masuk jurusan tertentu oleh ortunya, kan?

Itulah yang sempat dialami Reza Ramadhani, mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya. Awlanya, Reza ingin masuk jurusan desain. “Aku pengin kuliah yang ada hubungannya sama passion-ku, tentang kreativitas gitu-gitu. Tapi orang tuaku pengin aku masuk jurusan teknik,”ucapnya. Setelah mengalami koonflik batin, beruntung Reza berhasil menemukan jalan tengah. Dia kini berkuliah di jurusan teknologi multimedia broadcasting.

Jenis Cogniive Dissonance yang Sering Dialami Zetizen (3 tertinggi)

Malas belajar menjelang ujian 40%

Nggak konsisten sama perasaan 17%

Diajak teman melakukan kenakalan remaja 12%

53 persen Zetizen setuju bahwa remaja sering labil karena sedang mencari jati diri.

Periode Preadolescent

Periode prodolescent kita alami pada usia 12-14 tahun. Menurut Psychology Today, pada usia ini remaja memiliki kecenderungan untuk memberontak dan mencoba hal-hal baru. “Remaja pada usia ini perlu belajar untuk berpikir positif dan punya pendirian,” tutur Danang Setyo Budi Baskoro MPsi, direktur Brilian Psikologi.

Yap, nggak jarang remaja paa periode ini mmulai melakukan kenakalan walau sadar sebenarnya salah. Contoh kasusunya, demi dierima dalam suatu pergaulan,seorang remaja harus mencoba melakukan kebiasaan teman-temannya seperti merokok atau berkelahi. “Padahal, memperoleh pengakuan tidak harus dengan memiliki kebiasaan buruk seperti temannya,” tutur Danang.

Periode Middle Adolescent

Mula munculnya tanggung jawab adalah karakter remaja 15-17 tahun. Remaja pada periode middle adolescent bahkan uudah mulai membuat tujuan jangka panjang untuk hidupnya. Namun, nggak jarang ada distraksi yang terjadi dan menghambat langkah. Mislany, ketika hari esok uda ujian, tapi kita tergoda untuk bersenang—senang lebih dulu. Padahal,kita sadar bahwa hal itu justru akan berpotensi membuat niali jelek.

Danang menyarankan untuk intropeksi diri jika hal tersebut terjai. “Lihatlah pada beberapa tahun mendatang akan ke manakah saya? Perlu ada cita-cita agar ada kejelasan tujuan hidup,”ujarnya. Jadi, usahakan untuk mengendalikan diri dan mendahulukan tanggung jawab ya!

Periode Late Adolescent

Remaja tahun 18-20 tahun berada di titik late Adolescent. Pada tahp ini, remaja cenderung mencari pilihan hidupnya. Dalam mengambil keptusan pun, dia akan lebih logisdan rasional. Tapi, nggak jarang orang tua masih ikut menentukan pilihan hidup si anak.

Jika itu terjadi,Danang menyarankan agar mencoba dulu pilihan yang ditentukan orang tua. Sebab, ada kemungkinan perubahan minta ketika kita telah menjalani pilihan itu. “Namun, jika perlu adaa komunikasi dengan orang tua,” tegasnya. Sebab, masih ada kesempatan untuk mengubahnya sebelum terlambat.

Profil Responden

Usia:

12-15 tahun 26%

16-18 tahun 67%

19-20 tahun 7%

Pendidikan SMP 10% SMA 67% Kuliah 7%

Jenis Kelamin Cewek 86% Cowok 14%

 

Sumber: Jawa-Pos-Metropolis.25-Maret-2018.Hal_.30

Suwanto_Tumpuan Para Pemilik Gong.Kompas.24 Maret 2018.Hal.16

Sejak muda, Suwanto (61) terbiasa mambantu ayahnya, almarhum Munaji (94). Menempa lempengan besi menjadi perangkat gamelan dan alat pertanian. Bary empat tahun terakhir Suwanto benar – benar fokus menekuni profesi yang diwariskan orangtuanya itu.

 

Suwanto harus menjaga keberlagsungan pandai besi satu – satunya dan tertua di Batu, Jawa Timur, agar tetap bertahan di tengah gempuran produk asing dan surutnya seni tradisional.

Di bengkel kerja semi – terbuka miliknya yang berukuran 8 meter x 12 meter di Dusun Junwatu, Desa dan Kecamatan Junrejo, Batu, Jawa Timur, Senin (19/3), Suwanto menerima sejumlah klien atau konsumennya yang datang silih berganti.

Mereka bukan saja orang desa, melainkan juga pelaku seni. Ada klien yang minta bantuan agar Suwanto memotong drum bekas minyak guna diakai sebagai yangki premium eceran, memperbaiki cangkul dan pisau butut; hingga merehabiltasi beberapa bonang (perangkat gamelan).

Bunyi martil yang diayunkan oleh Suwanto saat menempa pelat besi memecah kesunyian desa. Suaranya menadi seperti harmoni, berpadu dengan desing gerinda yang dioperasikan oleh menantunya, Budi Ismanto (40). Hari itu hanya mereka berdua yang bekerja. Dua orang karyawannya izin libur lantaran keluarganya meninggal.

“Ini pesanan grup jaran kepamg (kuda lumping) asal Nantang, Kabupaten Malang,”ujar Suwanto sambil menunjuk sebuah gong yang hampir selesai dibuat. Gong berdiameter 90 sentimeter yag disandarkan pada dinding itu sudah hampir selesai dan tinggal memerlukan sentuhan akhir (finishing) sebelum diambil oleh pemesannya.

Selain gong di bagian dinding yang lain juga tergantung tiga gong berukuran kecil dan dua kenong. Perangkat gamelan itu milik sebuah sekolah menengah di Kota Malang yang sengaja dibawa ke tempat Suwanto untuk diperbaiki. Meski terbuat dari pelat besi, alat musik pukul itu bisa aus atau penyok akibat pemakaian.

Pria perawakan tegap itu mengaku, sejak fokus di pandai besi, empat tahun lalu, sudah ada 50-an gong yang ia buat dan puluhan lain direparasi. Harga satu gong baru berukuran besar dibanderol Rp 2,5 juta. Adapun harga untuk satu set gamelan lengkap berkisar Rp 90 juta-Rp 100 juta. Selain dari besi, Suwanto juga mampu membuat gamelan dari bahan kuningan dan perunggu.

“Kemarin, satu gong baru saja diambil oleh pemesan dari sekitar Bromo (di Probolinggo) dan satu lagi dari Songgokerto (Batu),” katanya.

Tidak alergi teknologi

Di bawah bendera Aneka Ragam, klien Suwanto tidak hanya beraal dari sekitar Malang dan Jawa Timur. Sejak Munaji masih ada hingga saat ini, produk mereka telah dikirim ke beberapa daerah di luar Jawa, seperti Aceh, Kalimantan Timur, dan Papua. Bahkan, pada 2006-2007, Munaji pernah mendapat pesanan gong berdiameter 2,2 meter dari Jerman sebanyak 12 buah. Konon, di sana, benda tersebut dipakai pemesannya sebagai media pengobatan alternatif.

Meski menggeluti peralatan tradisional. Suwanto tidak alergi terhadap teknologi. Untuk mempermudah kerja, dirinya membuat mesin tempa setinggi sekitar 2 meter yang digerakkan oleh dinamo listrik. Alat itu dibuat sekitar empat bulan lalu. Desainnya atas inisiatif Suwanto setelah melihat di kanal Youtube. Pengerjaannya dilakukan oleh bengkel mesin bubut yang ia kenal.

Sayangnya, hasil kerja alat tersebut masih belum sempurna. Suwanto harus menyelesaikan dengan tangan. “Ada rasa berbeda saat membuat produk dengan tangan yang tidak dimiliki mesin. Khususnya tentang penentuan nada gong yang menapai laras pelog 5 untuk ukuran diameter 90 dan pelog 5 untuk ukuran diameter yang lebih besar, itu hanya bisa dilakukan dengan perasaan,” katanya.

Untuk alat lain, seperti blower (mesin peniup), sudah ada sejak lama. Sejak listrik pertama masuk tahun 1979, pada tahun 1981-1982 Suwanto menggunakan blower untuk menggantikan alat tiup tradisonal. Begitu pula gerinda untuk memotong dan menghaluskan produk sudah ada lebih dulu ketimbang mesin tempa.

Teknologi juga membantunya dalam pemasaran. Tahun 2000, misalnya, ayahnya pernah menerima pesanan pembuatan suvenir berupa gng keil dari Belanda dan Australia. Pesanan itu datang melalui internet. “Konsumen saa yang baru umumnya tahu keberadaan kami juga dari internet,” kata ayah tiga anak ini.

Meski pesanan alat musim tradisoonal tidak sebanya dua-tiga dasawarsa lalu, Suwanto mengaku bersyukur masih sering menerima pesanan. Pesanan paling banyak terjadi pada masa Orde Baru saat itu pemerintah kerap memesan perangkat gamelan guna dibawa ke daerah tujuan transmigrasi. Sementara saat ini pihaknya lebih banyak melayani perseorangan dan kelompok kesenian tradisional yang masih bertahan.

“Hanya pemerintah daerah sini yang tidak pernah memesan gamelan ke saya. Mereka pesannya keluar daerah. Entah apa alasannya,” ucap lelaki yang pernah menjabat sebagai perangat desa selama 18 tahun itu.

Usaha pandai besi Aneka Ragam didirikan oleh Munaji pada 1945. Nama Aneka Ragam disematkan pada tahun 1980-an saat munul kabar akan ada bantuan modal dan peralatan oleh pemerintah kabupaten. Namun, hingga empunya meninggal, bantuan yang dinantikan tidak kunjung tiba.

Awalnya, bukan Suwanto yang menjadi penerus orangtuanya, melainkan sang kakak, Suwanto (60). Namun, sang kakak meninggal mendadak akibat gagal jantung pada 2015. Melihat usaha yang sudah ada sejak lama tak ada yang mengendalikan. Suwanto, yang menjalani purnatugas seusaii bekerja di Sekretariat DPRD Kota Batu, turun tangan untuk menjadi tulang punggung.

Di tangan Suwanto inilah keberlanjutan usaha yang telah berlangsung 70 tahun ini dipertaruhkan. Dari tiga anaknya, dua perempuan dan satu lelaki, sepertinya belum ada yang berminat menggeluti usaha tersebut. Hanya adik dan menantunya yang terkadang membantu. “Kemungkinan nanti menantu saya yang meneruskan. Anak saya yang laki – laki sebentar lagi wisuda. Sepertinya memilih proesi lain,” katanya.

Selain regenerasi, Suwanto juga menghadapi masalah lain berupa persaingan dengan produsen lain. Apalagi, sejak beberapa tahun terakhir, marak alat pertanian produksi China beredar di Indonesia seperti cangkul. Sedkit banyak barang impor ini akan berpengaruh meski jika dicermati produk buatan China kurang enak jika dipakai untuk bercocok tanam. Bentuk fisiknya kurang cocok dengan postur petani Indonesia.

Suwanto

Lahir : Malang 21 November 1956

Istri : Masamah (59, almarhum)

Anak :

  • Eva Widianti
  • Dwi Nastiti Lestari
  • Mahardika Adi Triputra

Sumber: Kompas.24 Maret 2018. Hal. 16

Strok & Penanganan yang Tepat.Bisnis Indonesia Weekend.22 April 2018.Hal.11

Strok adalah manifestasi klinik atau bentuk gejala penyakit yang terlihat, yang timbulnya cepat, baik melibatkan organ otak, organ retina mata, ataupun organ sumsum tulang belakang.

Strok berlangsung lebih dari 24 jam dan dapat menimbulkan kematian dengan faktor penyebab gangguan pembuluh darah.

“Yang tadinya bisa jalan, tiba-tiba enggak bisa jalan. Yang tadinya bisa ngomong, tiba-tibanggak bisa ngomong. Kenali strok itu dengan lihat wajahnya, miring sebelah atau tidak. Lihat tangannya lemas nggak. Lihat bicaranya cadel nggak,” kata Salim Haris, Ketua Kelompok Studi Perhimpunan Dokter Spesialis Saraf Indonesia (Perdossi).

Masyarakat perlu mengetahui bahwa yang bermanifestasi kronis pada penyakit strok itu adalah gejala atau sisanya. Strok adalah penyakit hyper-akut sehingga semakin cepat dibawa ke rumah sakit, semakin baik pula hasil penanganannya. Salim menjelaskan, strok bisa melibatkan ganguan pembuluh darah arteri dan bisa juga melibatkan pembuluh darah vena. Namun pada umumnya kasus strok di Indonesia terjadi akibat gangguan pembuluh darah arteri.

Strok akibat pembuluh darah arteri pun terbagi dua, yakni strok sumbatan dan strok berdarah. Strok berdarah terdiri dari dua jenis, yaitu strok berdarah di dalam rongga sub-aranoid dan di dalam otak, tetapi di dalam kepala, rongga antara selaput otak dengan otak.

Menghadapi kondisi ini, dokter akan mengambil tindakan membuat stabilisasi perdarahan agar berhenti. Bila terjadi komplikasi akut berupa perdarahan berulang, maka dokter akan mengatasinya dengan cara menurunkan tensi darah.

Apabila saat kondisi itu terjadi penderita langsung dibawa ke rumah sakit, maka dilakukan CT-angio untuk melihat ada tidaknya kondisi aneurisma.

Pecahnya aneurisma harus disumbat, ditutup, dan dalam fase aku sebelum hari keempat, dilakukan DSA. Lubang dari kantung aneurisma ditutup dengan koil (DSA coiling). Setelah disumbat, pasien akan lebih aman karena tekanan darah bisa diturunkan lebih rendah lagi.

Komplikasi kedua yaitu pembekaan otak yang biasa terjadi dalam 24 jam, yaitu penderita strok tiba-tiba mengalami penurunan kesadaran. Kondisi ini perlu dilakukan foto ualng CT-scan karena ada kemungkina terdi juka komplikasi ketiga, yaitu penyumbatan aliran cairan otak.

“kalau memang terjadi juga penyumbatan maka dilakukan operasi pemasangan santing yang menghubungkan antara bagian kantung di otak ke perut atau keluar untuk sementara, yang selajutnya dimasukan ke perut,” kata Salim.

Tindakan ini, menurut Salim, dilakukan untuk memberikan aliran, agar jangan sampai ada penumbatan yang dapat membuat otak tertekan. Bila pendarahan ini menimbulkan bengkak otak, maka diberikan obat bengkak dan jika tidak berhasil, maka dilakukan operasi kraniektomi dekompresi. Caranya, tulang kepala dibuka, diangkat dan bagian otak hanya tertutup dengan kulit.

Pada hari keempat sampai ke-10 resiko yang bisa terjadi adalah penyempitan pembuluh darah sehingga timbul kerusakan otak yang disebut dengan delayed selebral ischemic (DSI).

Sementara itu, strok sumbatan yakni terjadinya penyumbatan aliran darah pada pembuluh darah besar, pembuh darah sedang, atau pembuluh darah halus.

Penyebabnya bisa berupa bekuan darah yang ada di dinding (trombus). Begitu juga bekuan daerah yang ada di dinding ataupun di jantung yang terlepas dan menymbat pembuluh darah yang ukurannya lebih kecil dari bekuan tersebut (emboli).

“Tiba-tiba pasien mengeluh sakit kepala, kemudian timbul gejala kelumpuhan, begitu difoto CT-scan, ada perdarahan otak. Dalam kondisi ini tidak boleh obat pengencer darah tetapi untuk menahantekan darah.”

Dalam kondisi tersebut, menurutnya pasien harus diobservasi terus-menerus dan apabila perdarahan membesar maka dilakukan kraniektomi dekompresi sampai dengan darah sudah terserap oleh tubuh.

ALIRAN DARAH

Selain itu, dapat terjadi juga kondisi strok akibat adanuya gangguan aliran darah ke otak. Untuk diketahui, kata Salim Haris, otak membutuhkan aliran darah 50 cc – 60 cc per 100 gram berat otak per menit. Bila otak memiliki berat 1.200 gram berarti membutuhkan sekitar 600 cc – 720 cc.

Jika ada orang mengalami penurunan denyut nadi, yang normalnya 70 kali, tiba-tiba turun menjadi 40 kali, aliran darah ke otak juga akan menurun sehingga tidak membawa darah dengan jumlah normal.

“ini adalah gangguan aliran darah perkusi. Atau tiba-tiba orang tersebut tekana darahnya turun, dari 120 tiba-tiba turun menjadi 60. Ini juga mengganggu aliran sehingga timbu daerah otak yang mengalami gangguan aliran, baik itu bersifat setempat maupun secara menyeluruh.”

Pasien harus datang ke dokter strok yang mempunyai CT-brain. Pasien strok hanya bisa diobati oleh rumah sakit yang mempunyai CT-scan karena perdarahan kecil sama gejalanya dengan strok sumbatan, sedangakn pengobatannya berbeda.

Apabila setelah dilakukan tindakan tersebut di atas keberhasilannya belum maksima, maka pasien didorong ke kamar dan dilakukan tindakan Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk trombektomi.

DSA dilakukan untuk mengambil bekuan darah yang ada agar pasien dapat terlepas dari kondisi sumbatan trombus maupun emboli, tetapi tindakan ini bukan untuk gangguan perkusi.

Penanganan gangguan perkusi karena denyut menurun dilakukan dengan pemasangan pacemaker. “Kalau tensinya menurun, dinaikan. Itu pengobatan strok.”

Namun, bagaimanapun bentuk penanganannya, bagi Salim Haris, hal yang terpenting dari ancaman strok adalah pencegahan. Dia memastikan bahwa strok adalah penyakit yang bisa dicegah.

Salah satunya dengan mengobati faktor resiko strok, yaiyu penyakit kronik, misalnya hipertensi, kencing manis dan kebiasaan kronik seperti merokok. Jangan lupa olahraga.

“Berolahraga tidak bisa tidak. Obat yang paling manjur mengobati seluruh penyakit cmna satu, olahraga. Olahraga yang mempunyai kesinambungan, misalnya treatmil, jalan kaki 40 menit,” jelasnya

Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.22-April-2018.Hal.11

 

Pewarnaan yang Tepat untuk Kesehatan Rambut.Kompas.19 Maret 2018.Hal.21

Rambut adalah “aset” penting untuk menunjang penampilan seseorang. Oleh sebab itulah bagian tubuh ini acap disebut mahkota yang perlu diperhatikan keindahan dan kesehatannya.

 

Secara garis besar, rambur terdiri atas hair shaft (batang rambut), arrector pili muscle (otot arektor pili), sebaceous gland (kelenjar minyak), hair follicle (folikel rambut), hair bulb (bulbus rambut), dan hair papilla (papilla rambut).

Setiap helai rambut sendiri memiliki tiga lapisan, yaitu medulla dan merupakan bagian utama rambut, serta kutikula (bagian luar yang keras dan melindungi batang rambut).

Sementara itu, warna rambut atau pigmentasi di tentukan oleh dua jenis melanin, yakni eumelanin dan pheomelanin. Tingkat eumelanin memberi warna cokelat pada rambut atau hitam gelap, sementara pheomelanin memberikan warna kuning, merah, cokelat pada rambut.

Tingkat pigmen melanin yang dapat berubah- ubah juga dapat mengubah warna rambut. Sering kali orang Asia mengalami rambut beruban pada akhir usia 30-an, sementara orang kulit putih mengalami rambut beruban pada pertengahan usia 30-an. Di sisi lain, orang Afrika mungkin tidak mengalami rambut beruban hingga usia pertengahan 40-an.

Cat rambut

Uban atau rambut putih merupakan sesuatu yang wajar. Salah satu penyebab uban atau rambut putih muncul adalah efek penuaan. Ini terjadi karena seiring bertambahnya usia, produksi melanin di akar rambut berkurang da sejumlah ebsar rambut dapat tumbuh tanpa pigmen.

Melanin diproduksi oleh sel induk yang disebut melanosit dan terletak di dasar folikel rambut. Produksi melanin menjadi terganggu ketika sel mulai mati saat penuaan. Akan tetapi, usia ketika seseorang mengalami rambut beruban tergantung pada genetika atau keturunan, seperti diwariskan orang tua mereka.

Selain efek penuaan dan genetika, uban dapat muncul secara prematur atau dini karena kekurangan vitamin tertentu seperti vitamin B12, gangguan hotmon tiroid seperti hipotiroidisme atau hipertiriodisme yang mengakibatkan rambut menjadi sangat kering dan rapuh. Vitiligo, stres, dan kecemasan serta anemia pernisiosa juga menyebabkan uban muncul lebih dini.

Penyebab rambut memutih lebih awal juga dapat dikaitkan dengan berbagai kondisi lain, seperti penggunaan bahan kimia pada rambut yang berlebih, polusi, dan merokok.

Mengembalikan rambut kembali menjadi hitam dengan menggunakan pewarna rambut merupakan hal yang lumrah dan biasa dilakukan/ Merekan yang berjiwa muda, baik perempuan maupun laki-laki, mewarnai rambut dianggap sebagai ekspreimen untuk tampil tetap muda, modis, dan fashionable.

Amankah kalau cat rambut begitu sering mampir ke kepala kita? Riset tentang kaitan cat rambut dan kanker telah dilakukan sejak 1970-an dan merupakan bahan kosmetik yang paling banyak diteliti sehingga kita tidak perlu takut atau khawatir untuk mewarnai rambut.

Kita bisa tetap bisa tampil muda, modis, dan fashionable dengan warna rambut yang kita inginkan. Hal tersebut karena produk pewarna rambut saat ini telah melalui berbagai riset yang hasilnya merupakan solusi dari pewarnaan rambut konvensional.

Meskipun demikian, masih ada beberapa hal lain yang perlu di pertimbangkan. Bermacam-macam reaksi bisa terjadi pada kulit sensitif. Ada berbagai macam metode mengecat rambut. Praktik yang umum sekaran ini, rambut di-bleaching terlebih dahulu sebelum di cat. Dalam proses bleaching, rambut dikerok dan ditipiskan agar zat berwarna mudah masuk ke dalam rambut.

Bleaching secaraotomatis menggunakan bahan amonica kjarena berfungsi untuk penetrasi cat ke dalam rambut. Sayangnya, bahan kimiawi aktif ini dapat mengakibatkan kerontokan dan kebotakan. Belum lagi rasa perih yang ditimbulkan.

 

Hal terpenting dalam mewarnai rambut yang aman adalah bagaimana metode kita melakukannya dan semuanya itu berpulang pada pengaplikasian pewarna rambut yang baik dan benar. Sepanjang prosedur ini dijalankan, resiko yang tidak diinginkan dapat diminimalkan, terlebih saat ini teknologi sudah sangat maju dan sangat memperhatikan kesehatan.

Sebelum mewarnai rambut, sebaiknya anda melakukan tes alergi dengan meletakkan zat pewarna rambut di bagian tangan atau dibagian leher belakan telinga. Jika dalam tes alergi tersebut ternyata timbul rasa gatal, lebih baik kita tidak melakukan pewarnaan. Selanjutnya periode pewarnaan rambut sebaiknya dilakukan minimal empat bulan untuk menghindari rambut mejadi kusam dan kering. [AYA]’

 

Sumber: Kompas.19-Maret-2018.Hal_.21

Persiapkan Kehamilan.Kompas.26 Maret 2018.Hal.13

Pasangan suami-istri prlu merencanakan kehamilan agar janin sehat.

Selain pola hidup sehat, perlu deteksi dini gangguan kesuburan.

 

JAKARTA, KOMPAS- Pasangan suami-istri perlu merencanakan kehamilan agar bayi tumbuh sehat. Selain menerapkan pola hidup sehat, suami-istri juga perlu menjalani pemeriksaan guna mendeteksi adanya gangguan kesuburan.

Untuk mengatasi gangguan kesuburan ada sejumlah metode, termasuk metode bayi tabung, Pesan itu disampaikan para pembicara pada Forum diskusi Kesehatan kerja sama harian Kompas dan Rumah Sakit Siloam bertema “ Merencanakan Kehamilan Agar Janin Tumbuh Sehat”, Sabtu (24/3), di Jakarta.

Menurut anggota staf departemen Obsteri dan Ginekologi Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia- Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Andon Hestiantoro, beberapa hal perlu diperhatikan seseorang jika ingin hamil. Selain organ kandungan sehat, termasuk siklus menstruasi teratur, berat badan sebaiknya juga tidak terlalu kurus atau gemuk.

Siklus menstruasi normal 21-35 hari penting bagi mereka yang ingin hamil. Jika siklus haid tidak teratur, dicari penyebabnya dan diatasi. “Jadi, perlu pemeriksaan,” ujarnya. Andon menjelaskan, perempuan disarankan hamil sebelum usia 35 tahun karena jumlah dan mutu sel telurnya masih bagus. Sementara pria memproduksi sperma sampai lanjut usia, tapi mutunya belum tentu bagus jika pola hidupnya tak sehat.

Menurut ahli andrologi dan seksologi Rumah Sakit Siloam TB Simatupang. Mira Krishtania, pasangan ingin punya anak harus menjalani pemeriksaan. Mutu sperma mempengaruhi kemampuan membuahi sel telur. Itu mencakup jumlah, bentuk, dan gerakan sperma. “Sperma bisa sejak awal diperiksa,” ujarnya.

Pada pria, gangguan kemampuan membuahi sel telur bisa berupa varises di testis atau varikokel, benturan di testis, gangguan seksual dan kelainan bentuk penis.

ASUPAN GIZI

Menurut Ketua Progra Studi Magister Ilmu Gizi FKUI Inge Permadi, pola makan kunci merencanakan kehamilan. Terlalu kurus atau gemuk berdampak pada kehamilan. Seseorang yang ingin hamil perlu menjaga berat badannya idea, indeks massa tubuh (IMT) 18,5-22,9 IMT kurang dari 18,5 terlalu kurus dan diatas 22,9 terlalu gemuk.

“Kalau mau berat badan normal, pola makan diatur agar jumlah jenis, dan jadwalnya bagus. Asupan makanan harus sesuai kebutuhan agar kelebihan makanan disimpan sebagai lemak. Sel lemak bertumpuk bisa mengganggu kehamilan,” katanya

Kecukupan vitamin D penting dalam merencanakan kehamilan. Menurut Inge, untuk mendapatkan vitamin D, kulit harus terpapar langsung sinar matahari beberapa menit sampai kulit kemerahan. Andon menambahkan, kekurangan vitamin D memicu menstruasi tidak teratur. (ADH)

 

Sumber: Kompas.26-Maret-2018.Hal_.13

Peluang Budidaya Makadamia.Tabloid Kontan.23-29 April 2018.Hal.23

Oleh F. Rahardi, Pengamat Agribisnis

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tahun 2017 Indonesia mengekspor makadamia gelondong dan kupas 260 kilogram senilai US$ 2.578. Dengan Kurs Rp 13.781 per dollar AS, nilainya Rp 35,5 juta atau Rp 136.648 per kilogram.

Tapi pada 2017, Indonesia juga mengimpor makadamia kupas dengan volume 6.862 kilogram senilai US$ 145.100 (sekitar Rp 1,9 miliar) atau per kilogram Rp291.405,29. Harga per kilogram makadamia impor dua kali lipat harga ekspor makadamia kita

Ekspor makadamia Indonesia berasal dari Perkebunan Kopi Kalisat Jampit, PT Perkebunan Nusantara XII di Pegunungan Ijen, Jawa Timur. Perkebunan kopi arabika ini menanam makadamia sebagai peneduh jalan, dan sudah memproduksi kacang makadamia sejak dekade 1980. Pohon induk makadamia di kalisat Jampit ditanam pada decade 1920 saat pembukaan kebum pada jaman Belanda. Selain di kalisat Jampit, pohon induk makadamia juga ada di Kebun Raya Cibodas, Blai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), dan Kebun Percobaan Manoko (Lembang), di Jawa Barat.

Meskipun masih sangat kecul, ekspor makadamia Indonesia itu menandakan adanya peluang membudidayakan komoditas ini.

Australia merupakan pengahasil macadamia terbesar di dunia. Maklum komoditasa ini memang asli Australia. Macadamia baru diketemukan (diketahui) dunia Barat tahun 1828. Ahli botani Inggris, Allan Cunningham, yang datang ke Australia untuk eksplorasi tumbuhan, menemukan jenis nut baru ini. Tapi Australia cuek. Yang menangkap peluang budidaya macadamia justru Hawaii dan Afrika Selatan. Baru belakangan Australia menyadari kesalahan itu, dan membudayakan secara besar – besaran.

Makadamia (genus macadamia), merupakan tumbuhan family Proteaceae, terdiri dari lima spesies: macadamia francii, macadamia integrifolia, macadamia neurophylla, macadamia ternifolia, dan Macadamia tetraphylla.  Yang dibudidayakan sebagai penghasil kacang macadamia, spesies macadamia tetraphylla.  Spesies inilah yang juga Diintroduksi Pemerinta Belanda ke Indonesia.

Sebagai tumbuhan subtropics, macadamia hanya tumbuh baik di dataran tinggi Indonesia. Dataran tinggi Ijen, Cibodas, dan Lembang merupakan kawasan dataran tinggi, dengan elevasi lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut (dpl). Dari hasil pengamatan di tiga lokasi penanaman, macadamia yang tumbuh di dataran tinggi Ijen paling produktif denga kualitas buah paling baik. Ini disebabkan karena makin ke timur, posisi di Pulau Jawa juga mekin ke selatan sehingga makin menjauhi katulistiwa, yang berarti akan semakin kering.

Dugaan saya, Kawasan dataran tinggi NTT paling potensial untuk mengembangkan macadamia. Sebab tingkat kekeringan kawasan NTT pasti lebih tinggi dibanding Pulau Jawa. Ruteng, Bahawa, ende, Muemere, Timor Tengah Selatan (TTS), dan pegunungan di Sumba paling berpeluang untuk membudidayakan macadamia.

Waktu Ben Boi menjadi gubernur NTT, TTS pernah mengembangkan buah – buahan subtrops, termasuk apel. Hasilnya cukup baik. Tapi waktu itu terkendala pemasaran. Macadamia pun akan berhasil cukup baik dikembangkan di TTS dan kawasan pegugnungan lain di NTT. Di kawasan kering ini, macadamia agak toleran dengan factor ketinggian, hingga cukup baik dibudidayakan pada elevasi 800 – 900 meter dpl.

Saat dibangun tahun 1992, Taman Buah Mekarsari mencoba menanam macadamia dan kesek (persimmon). Aneh juga, dua jenis tanaman pegunungan ini bisa berbuah pada elevasi 100 meter dpl. Makadamianya berukuran normal, tapi dalam satu pohon hanya terdapat kurang dari lima butir buah, persimon berbuah cukup banyak, tapi buahnya kecil. Fenomena macadamia dan persimon di Mekarsari ini, memberi inpirasi bahwa dua komoditas ini berpeluang dikembangkan di dataran menengah (400 – 800 meter dpl), dikawasan kering terutama di NTT. Jika di dataran rendah basah mau berbuah, di dataran menegah kering hasilnya pasti lebih baik.

Kesan keliru

Belakangan ini benih makadamia ditawarkan secara daring. Beberapa memberi kesan benih yang mereka jual berasal dari Australia. Mereka mengklaim, benih yang mereka pasarkan merupakan benih okulasi (sambung mata tempal), yang bisa berbuah pada umur lebih pendek. Informasi dari para penjual itu ada yang menyesatkan. Misal, disebutkan makadamia cocok dibudidayakan di dataran rendah sampai menengah. Padahal, makadamia hanya bisa beroprasi baik di dataran tinggi,, elevasi di atas 1000 meter dpl, di kawasan kering. Sampai kini belum ada perkebunan makadamia skala komersial di dataran menengah, apalagi di dataran rendah. Makadamia Kalisat Jampit, juga hanya brupa tanaman peneduh di perkebunan kopi.

Dalam situs penjual benih itu juga disebutkan macadamia Bondowoso. Perkebunan kopi arabika kalisat Jampit yang membudidayakan macadamia, memang terletak di Kabupaten Bondowoso. Namun sebutan macadamia Bondowoso, mengesankan macadamia berasal dari kota Bondowoso yang elevasinya 258 metr dpl. Padahal lokasi penanaman macadamia Kalisat Jampit di Pegunagan Ijen, Berelevasi di atas 1000 metr dpl. Informasi ini akan menjebak konsumen, bahwa macadamia bisa dibudidayakan di dataran menengah – rendah.

Sumber benih makadania yang mereka tawarkan juga tak pernah disebutkan dengan jelas. Agar tak mendapat benih dan informasi keliru, calon pekebun sebaiknya menghubungi Perkebunan Kalisat Jampit, PT perkebunan Nusantar, di Kabupaten Bondowoso atau Kebun Percobaan Manoko, Lembang, Jawa Barat.

Meski baru diketemukan tahun 1828, macadamia bisa cepat merebut hati onsumen kacang – kacangan (nuts) yang sudah lebih dahulu dibudidayakan. Antara lain almond, mete, chestnut, hazelnut, pistachio, dan walnut.

Di Perkebunan Kalisat Jampit, macadamia sudah diproduksi menjadi jajanan dan dipasarkan sebagai oleh – oleh khas pegunungan Ijen dengan merek Rolas. Rolas berarti 12. Ini nomor PT Perkebunan Nusantara yang membawahi Perkebunan Kalisat Jampit. Jika Anda ingin membudidayakan macadamia, berkunjunlah ke Perkebunan Kalisat Jampit. Sekalian mencicipi kopi arabika Ijen, dan menonton api biru di Kawah Ijen.

 

Sumber: Tabloid-kontan.23-29.April.2018.hal.23