Peluang Budidaya Makadamia.Tabloid Kontan.23-29 April 2018.Hal.23

Oleh F. Rahardi, Pengamat Agribisnis

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tahun 2017 Indonesia mengekspor makadamia gelondong dan kupas 260 kilogram senilai US$ 2.578. Dengan Kurs Rp 13.781 per dollar AS, nilainya Rp 35,5 juta atau Rp 136.648 per kilogram.

Tapi pada 2017, Indonesia juga mengimpor makadamia kupas dengan volume 6.862 kilogram senilai US$ 145.100 (sekitar Rp 1,9 miliar) atau per kilogram Rp291.405,29. Harga per kilogram makadamia impor dua kali lipat harga ekspor makadamia kita

Ekspor makadamia Indonesia berasal dari Perkebunan Kopi Kalisat Jampit, PT Perkebunan Nusantara XII di Pegunungan Ijen, Jawa Timur. Perkebunan kopi arabika ini menanam makadamia sebagai peneduh jalan, dan sudah memproduksi kacang makadamia sejak dekade 1980. Pohon induk makadamia di kalisat Jampit ditanam pada decade 1920 saat pembukaan kebum pada jaman Belanda. Selain di kalisat Jampit, pohon induk makadamia juga ada di Kebun Raya Cibodas, Blai Penelitian Tanaman Sayuran (Balitsa), dan Kebun Percobaan Manoko (Lembang), di Jawa Barat.

Meskipun masih sangat kecul, ekspor makadamia Indonesia itu menandakan adanya peluang membudidayakan komoditas ini.

Australia merupakan pengahasil macadamia terbesar di dunia. Maklum komoditasa ini memang asli Australia. Macadamia baru diketemukan (diketahui) dunia Barat tahun 1828. Ahli botani Inggris, Allan Cunningham, yang datang ke Australia untuk eksplorasi tumbuhan, menemukan jenis nut baru ini. Tapi Australia cuek. Yang menangkap peluang budidaya macadamia justru Hawaii dan Afrika Selatan. Baru belakangan Australia menyadari kesalahan itu, dan membudayakan secara besar – besaran.

Makadamia (genus macadamia), merupakan tumbuhan family Proteaceae, terdiri dari lima spesies: macadamia francii, macadamia integrifolia, macadamia neurophylla, macadamia ternifolia, dan Macadamia tetraphylla.  Yang dibudidayakan sebagai penghasil kacang macadamia, spesies macadamia tetraphylla.  Spesies inilah yang juga Diintroduksi Pemerinta Belanda ke Indonesia.

Sebagai tumbuhan subtropics, macadamia hanya tumbuh baik di dataran tinggi Indonesia. Dataran tinggi Ijen, Cibodas, dan Lembang merupakan kawasan dataran tinggi, dengan elevasi lebih dari 1000 meter diatas permukaan laut (dpl). Dari hasil pengamatan di tiga lokasi penanaman, macadamia yang tumbuh di dataran tinggi Ijen paling produktif denga kualitas buah paling baik. Ini disebabkan karena makin ke timur, posisi di Pulau Jawa juga mekin ke selatan sehingga makin menjauhi katulistiwa, yang berarti akan semakin kering.

Dugaan saya, Kawasan dataran tinggi NTT paling potensial untuk mengembangkan macadamia. Sebab tingkat kekeringan kawasan NTT pasti lebih tinggi dibanding Pulau Jawa. Ruteng, Bahawa, ende, Muemere, Timor Tengah Selatan (TTS), dan pegunungan di Sumba paling berpeluang untuk membudidayakan macadamia.

Waktu Ben Boi menjadi gubernur NTT, TTS pernah mengembangkan buah – buahan subtrops, termasuk apel. Hasilnya cukup baik. Tapi waktu itu terkendala pemasaran. Macadamia pun akan berhasil cukup baik dikembangkan di TTS dan kawasan pegugnungan lain di NTT. Di kawasan kering ini, macadamia agak toleran dengan factor ketinggian, hingga cukup baik dibudidayakan pada elevasi 800 – 900 meter dpl.

Saat dibangun tahun 1992, Taman Buah Mekarsari mencoba menanam macadamia dan kesek (persimmon). Aneh juga, dua jenis tanaman pegunungan ini bisa berbuah pada elevasi 100 meter dpl. Makadamianya berukuran normal, tapi dalam satu pohon hanya terdapat kurang dari lima butir buah, persimon berbuah cukup banyak, tapi buahnya kecil. Fenomena macadamia dan persimon di Mekarsari ini, memberi inpirasi bahwa dua komoditas ini berpeluang dikembangkan di dataran menengah (400 – 800 meter dpl), dikawasan kering terutama di NTT. Jika di dataran rendah basah mau berbuah, di dataran menegah kering hasilnya pasti lebih baik.

Kesan keliru

Belakangan ini benih makadamia ditawarkan secara daring. Beberapa memberi kesan benih yang mereka jual berasal dari Australia. Mereka mengklaim, benih yang mereka pasarkan merupakan benih okulasi (sambung mata tempal), yang bisa berbuah pada umur lebih pendek. Informasi dari para penjual itu ada yang menyesatkan. Misal, disebutkan makadamia cocok dibudidayakan di dataran rendah sampai menengah. Padahal, makadamia hanya bisa beroprasi baik di dataran tinggi,, elevasi di atas 1000 meter dpl, di kawasan kering. Sampai kini belum ada perkebunan makadamia skala komersial di dataran menengah, apalagi di dataran rendah. Makadamia Kalisat Jampit, juga hanya brupa tanaman peneduh di perkebunan kopi.

Dalam situs penjual benih itu juga disebutkan macadamia Bondowoso. Perkebunan kopi arabika kalisat Jampit yang membudidayakan macadamia, memang terletak di Kabupaten Bondowoso. Namun sebutan macadamia Bondowoso, mengesankan macadamia berasal dari kota Bondowoso yang elevasinya 258 metr dpl. Padahal lokasi penanaman macadamia Kalisat Jampit di Pegunagan Ijen, Berelevasi di atas 1000 metr dpl. Informasi ini akan menjebak konsumen, bahwa macadamia bisa dibudidayakan di dataran menengah – rendah.

Sumber benih makadania yang mereka tawarkan juga tak pernah disebutkan dengan jelas. Agar tak mendapat benih dan informasi keliru, calon pekebun sebaiknya menghubungi Perkebunan Kalisat Jampit, PT perkebunan Nusantar, di Kabupaten Bondowoso atau Kebun Percobaan Manoko, Lembang, Jawa Barat.

Meski baru diketemukan tahun 1828, macadamia bisa cepat merebut hati onsumen kacang – kacangan (nuts) yang sudah lebih dahulu dibudidayakan. Antara lain almond, mete, chestnut, hazelnut, pistachio, dan walnut.

Di Perkebunan Kalisat Jampit, macadamia sudah diproduksi menjadi jajanan dan dipasarkan sebagai oleh – oleh khas pegunungan Ijen dengan merek Rolas. Rolas berarti 12. Ini nomor PT Perkebunan Nusantara yang membawahi Perkebunan Kalisat Jampit. Jika Anda ingin membudidayakan macadamia, berkunjunlah ke Perkebunan Kalisat Jampit. Sekalian mencicipi kopi arabika Ijen, dan menonton api biru di Kawah Ijen.

 

Sumber: Tabloid-kontan.23-29.April.2018.hal.23

Mengelola Keuangan Zaman Now.Bisnis Indonesia Weekend.15 April 2018.Hal.10

“Keuangan terorganisasi akan menghasilkan keputusan yang lebih baik, komunikasi yang lebih baik, dan hasil yang lebih baik untuk perusahaan pemula dan usaha kecil.” – Tom Mcifle (Founder & CEO Top Coach Indonesia)

Lebih besar pasak daripada tiang. Peribahasa yang pas untuk menggambarkan suatu kondisi di mana pengeluaran lebih besar ketimbang pemasukan. Hasil riset yang dikeluarkan oleh Kadence Internasional pada 2015 menyatakan bahwa sebesar 28% orang Indonesia memiliki kebiasaan gaya hidup konsumtif yang tidak sehay alias pengeluaran mereka lebih besar daripada pemasukan.

Yang menarik adalah ada fakta yang menyedihkan bahwa lebih dari 90% pemilik bisnis kecil tidak memiliki keuangan yang akurat, dapat diandalkan, dan mutakhir. Dahulu ada banyak alasan untuk ini: mengatur keuangan memakan waktu, rumit, dan mahal.

Pemilik usaha kecil dan pengusaha hanya dihadapkan pada dua pilihan, yakni menyewa seorang akuntan atau mengabaikan sisi keuangan bisnis Anda sampai benar-benar diperlukan. Untungnya, hal ini tidak perlu lagi terjadi.

Empat tip sederhana ini dapat membantu pengusaha mengatur dan mengelola bisnis mereka dengan lebih efektif daripada sebelumnya.

Pertama, punya tujuan akhir yang jelas.

Setiap pengusaha ingin memaksimalkan nilai. Sebaliknya, definisi nilai bisa berbeda dari orang ke orang, karena sering justru bukan nilai finansial dari bisnis yang benar-benar diperhatikan oleh pengusaha. Padahal, ini adalah puncak dari segala sesuatu yang terjadi dalam bisnis: di mana telah terjadi di masa lalu, di mana dia berdiri hari ni, dan kemana tujuannya pada masa depan. Mengawasi gambaran besar bisnis Anda dapat membantu Anda tetap termotivasi dan terlibat dalam mengelola keuangan Anda.

Kedua, manfaatkan teknologi.

Saat ini, bisnis memiliki lebih dari dua pilihan, alih-alih menjadi membosankan dengan perangkat lunak akuntan atau tugas berat. Ada sejumlah opsi “jalur ketiga” yang mengandalkan teknologi yang mudah digunakan. Kita bisa menyederhanakan keseluruhan proses dengan menghubungkan langsung ke rekening bank dan kartu kredit, memberikan wawasan real time dalam bisnis keuangan, seperti arus kas dan valuasi.

Ketiga, mencatat pengeluaran dan pemasukan mingguan.

Terlalu banyak pemilik usaha kecil yang memikirkan keuangan mereka hanya jika sudah waktunya membayar pajak. Masalahnya adalah bahwa keputusan penting terjadi secara organik, tidak hanya di sekitar musim pajak. Salah satu solusinya adalah menyisihkan waktu setiap minggu untuk meninjau keuangan Anda. Tidak masalah jika Anda hanya memeriksa situasi arus kas Anda saat ini atau meninjau kinerja Anda. Yang penting adalah Anda membuat bagian pengelolaan keuangan rutin Anda. Meskipun pada awalnya mungkin terasa membosankan tetapi nantinya terbayar dalam jangka panjang.

Keempat, gunakan kerangka FOGS saat mengevaluasi keputusan.

FOGS merupakan singkatan dari finance (keuangan), operations (tindakan), goals (tujuan), dan strategy (strategi). Saat mengambil keputusan, pikirkan dampak finansial, bagaimana hal itu akan memengaruhi tindakan Anda, apakah itu memengaruhi tujuan Anda, dan sesuaikanlah dengan strategi Anda. Kerangka kerja ini merupakan inti dari setiap bisnis yang sukses, entah mereka mengetahuinya atau tidak.

Meskipun keuangan dan akuntansi membosankan, pengusaha saat ini harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mengorganisasi data mereka sehingga mereka dapat memusatkan waktu untuk menggunakan informasi tersebut dalam bisnis. Keuangan terorganisasi akan menghasilkan keputusan yang lebih baik, komunikasi yang lebih baik, dan hasil yang lebih baik untuk perusahaan pemula dan usaha kecil.

Ada yang bilang mencari sumber pemasukan tambahan susah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan mengimbangi pengeluaran. Ada yang terjebak utang tidak berkesudahan. Ada yang tak bisa menahan godaan keinginga, hingga yang paling parah adalah agar bisa disebut kekinian dan terlihat keren di mata orang lain!

Nah, ada cara mudah berhemat. Cara sederhananya adalah mengubah kebiasaan lama dalam membelanjakan uang. Misalnya, Anda suka makan di warung/kafe atau restoran. Maka Anda bisa ubah kebiasaan tersebut dengan makan di rumah. Biasa ngopi di luar diganti dengan membuat kopi sendiri di rumah. Lebih baik mengelola keuangan kekinian daripada bangkrut karena ingin terlihat kekinian.

 

 

Sumber: Bisnis Indonesia Weekend. 15 April 2018.Hal.10

Kostum Karakter Pembawa Rezeki.Kontan.26 Maret 2018.Hal.1727042018

Kehadiran kostum superhero atau karakter lain di sebuah acara tengah menjadi tren. Kondisi ini membuat pebisnis di bidang kostum superhero bermunculan. Ada yang khusus menggarap kostum superhero, hingga animasi Jepang hingga yang lain.

Baelakangan ini mulai banyak pesta yang menggunakan kostum dengan berbagai tema. Sebut saja yang lagi tren saat ini adalah memakai karakter kartun dan superhero. Dan tak hanya pesta untuk anak-anak yang menggunakan kostum karakter tersebut. Kalangan remaja hingga orang dewasa pun, kini juga makin banyak menggunakan kostum karakter untuk pesta atau acara tertentu lainnya.

Banyaknya permintaan kostum karakter untuk pesta ini tentu membuka peluang yang lebar bagi bisnis pembuatan kostum karakter tersebut.

Phrinshella Vhyta, pendiri House of Constume (HOC) asal Jakarta menilai industri di salah bidang industri kreatif ini masih memiliki potensi yang bagus. Ini terbukti dari terus bertambahnya para pemain di bidang ini.

Kondisi ini mebuktikan bila makin banyak kebutuhan masyarakat yang membutuhkan jasa pembuat kostum untuk berbagai acara tertentu. “Karena kini semakin banyak kebutuhan akan kostum”, ungkapnya kepada KONTAN (24/3).

Tak pelak, situasi ini menimbulkan persaingan bisnis yang ketat. Namun Vhyta tidak patah arang. Untuk bisa memenangkan persaingan bisnis, tentu dibutuhkan kreativitas untuk bisa membuat kostum yang sesuai kebutuhan dengan baik.

HOC sendiri memproduksi beragam kostum. Mulai dari tokoh kartun, tokoh karakter, badut, maskot perusahaan, hingga seragam untuk event organizer (EO).

Selain membuat dengan desain sendiri dan mengikuti tren yang sedang up to date, Vhyta lebih sering membuat sesuai dengan permintaan dari para konsumen.

Untuk membuat sebuah kostum tentu harus ada keahlian khusus. Lantaran menurutnya, ilmu membuat kostus segaris lurus dengan fashion designer atau yang lebih akrab disebut costume designer.

Nah, nilai lebih dari perancang kostum adalah popularitas kostum tidak mudah pudar. Sejatinya, banyak pihak yang membutuhkan kostum seperti adanya event, wedding organizer (WO), EO, acara ulang tahun, keperluan fotografi, hingga maskot perusahaan.

Nah, kostum tersebut isa bertahan karena adanya kebutuhan. Untuk menyelesaikan satu pesanan, biasanya ada dua sampai lima orang yang mengerjakannya tergantung tingkat kesulitannya.

Adapun bisnis kostum ini adalah dari sewa kostum yang bersangkutan. HOC sendiri membanderol aneka karakter film buatannya dengan tarif mulai Rp. 150.000 per set untuk biaya sewa harian. Dalam sehari, ia menyebut setidaknya lebih dari 50 kostum bisa keluar tersewa oleh para pelanggan.

Kebanyakan para pelamggan menyewa kostum itu untuk acara kantor, gathering, ulang tahun, acara sekolah, sampai lomba kostum. Pesanan datang tak hanya dari pihak perusahaan dan sekolah, HOC juga sering mendapat pesanan dari jajaran artis tanah air. Sebut saja Nia Ramadhani, Jessica Iskandar, dan Ayu Ting Ting kerap menggunakan kostum dari House of Costume.

Lantaran sudah punya nama, Vytha mengungkapkan, dirinya tak lagi pusingmemikirkan strategi pemasaran. Kini, hasil karya HOC dapat ditemui di Grand Indonesia, Senayan City, Gandaria City, Mal Alam Sutera, dan Pakuwon Surabaya. Selain itu, dia juga sudah memiliki tiga pabrik yang ada di Jakarta Pusat, Bogor dan Bekasi. “Karena bisnis ini sudah lama, awalnya dari mulut ke mulut saat ini melalui sosial media, online, offline, dan bermitra di pusat perbelanjaan”, terang Vytha yang membesut bisnis pembuatan kostum karakter sejak 2008 lalu kepada KONTAN.

Pemain lain, Ars Ramdha Imanda Indra Yahya, produsen kostum superherodan animasi Jepang (anime) asal Malang, Jawa Timur, juga sependapat dengan Vytha. Ia menilai potensi sektor bisnis ini masih bakal menjanjikan hingga beberapa tahun kedepan.

Berbeda dengan Vytha, yang solo karier, pria yang akrab disapa Ars ini mengawali usaha pembuatan kostum karakter bersama dua rekannya dari awal sekedar hobi. Kini, sayap bisnisnya kian berkembang.

Workshop miliknya yang berada di Janti, Malang, Jawa Timur, kian dipenuhi permintaan pelanggan. Kostum yang dibuat pun beragam mulai dari tokoh pahlawan Hollywood sampai karakter gim online.

Tidak hanya melayani permintaan pelanggan dalam negeri, kostum karakter buatan Ars juga sampai merambah pasar luar negeri seperti Amerika, Eropa, Malaysia, Australia, Singapura dan negara lainnya. Pengerjaan kostum superhero dan anime yang tidak mudah dan banyak detail, membuat harga jual kostum dibanderol cukup mahal. Yakni mulai Rp. 3 juta sampai dengan Rp. 30 juta per kostum.

Ia akui kalau pembuatan kostum karakter cukup ini cukup sulit dan memakan waktu. Berbeda dengan produksi aksesoris kostum, seperti helm pada salah satu karakter “Proses pembuatannya cukup rumit, jadi sebulan hanya ada sekitar tujuh set kostum yang bisa saya buat,” katanya kepada KONTAN, Sabtu (24/3).

Meski begitu, ia mengklaim bila aneka kostum karakter superhero dan animasi Jepang tersebut dibuat secara manual. Setelah jadi, ia memanfaatkan teknologi digital untuk mempromosikan hasil produksinya. Yakni lewat Youtube, Facebook, dan Instagram. Tujuannya agar jangkauan konsumen semakin luas.

Geliat bisnis kostum karakter yang makin menjanjikan juga diakui oleh Ranan Dwigusnanto Boer, pemilik Rafa Kostum asal Bintaro, Tangerang Selatan, Banten. Berawal dari hobi membuat sendiri kostum cosplay. Ia mendirikan Rafa Kostum sejak tahun lalu.

Awal usaha, ia menjahit sendiri kostum cosplay tersebut. Namun setelah melihat ada peluang bisnis, tercetus ide mebuat kostum itu. “Akhirnya saya kepikiran, kenapa tidak membuka sewa kostum sekalian,” tandasnya.

Setelah jadi membuat sejumlah kostum cosplay, ia mulai berbisnis kostum. Ia membanderol tarif sewa kostum besutannya antara Rp. 200.00 sampai Rp. 500.000 per set.

Meski baru setahun menggeluti bisnis persewaan kostum karakter, Ranan mengatakan jika pelanggannya tak hanya datang dari Tangerang, Jakarta, dan sekitarnya. Tapi juga sudah merambah hingga Banjarmasin, Lampung, Surabaya dan Medan. Kebanyakan pelanggannya berasal dari perusahaan. Dan biasanya digunakan untuk acara kantor.

Ranan kebetulan spesialis memproduksi kostum karakter superhero. Khususnya memproduksi kostum tersebut untuk orang dewasa. Maklum, target pasar yang ia bidik memang untuk kalangan perusahaan. Meski begitu, ia juga kerap membuat kostum anak-anak dengan desain yang lebih sederhana.

Nah, ia menyebut dua karakter superhero, yakni Iron man dan Wonder Woman menjadi karakter favorit para pelanggan. Kedua kostum tersebut paling sering disewa sampai Ranan harus menambah stok agar tidak ada pelanggan yang kehabisan. Dalam sebulan ada puluhan kostum dari Rafa Kostum bisa keluar untuk disewakan.

Sebagai langkah ekspansi, pada tahun ini juga, Ranan berencana untuk memproduksi kostum dan menjualnya. Ia ingin bekerjasama dengan EO untuk pengadaan kostum karakter ini. “Saya mencoba untuk beberapa tokoh superhero terlebih dahulu,” katanya.

Bila terealisasi, ia akan membanderol kostum pahlawan tersebut di kisaran Rp. 4 juta Rp 6 juta untuk ukuran dewasa. Sedangkan bagi ukuran anak-anak ia banderol sekitar Rp. 1.5 juta per satu set. Siap-siap menjadi superhero.

 

Harus Telaten dan Sabar Membuat Kostum

Membuat kostum dengan berbagai karakter kartun maupun superhero memang tidak mudah. Butuh Ketelatenan serta kesabaran setiap kalimembuat kostum tersebut.

Ars Ramdha Imanda Indra Yahya, produsen kostum superhero dan anime asal Malang, Jawa Timur bilang nilai lebih dari kostum karakter terletak pada detail jahitan yang menjadi kesempurnaan produk tersebut. Tak heran jika harga sewa maupun harga jual di banderol cukup tinggi.

Untuk mencapai kesempurnaan dalam detail kostum, Ars harus benar-benar selektif dalam memilih bahan dasar pembuatan kostum. Bahkan ada beberapa bahan yang harus ia dapatkan dari luar negeri. “Masalahnya tidak semua bahan lokal memiliki kualitas yang bagus. Untuk pemilihan bahan dan pasokannya, saya dibantu oleh tiga orang karyawan,” katanya ke KONTAN.

Meski sudah hampir 10 tahunmenggeluti bisnis tersebut, kendala yang kerap ia temui dalam bisnis ini tak lain dari kerumitan pola kostum tersebut. Lantaran ada beberapa karakter kartun maupun superhero yang polanya sangat rumit,  sehingga ia dituntut untuk menggunakan daya imajinasi.

Terutama untuk kostum karakter yang baru muncul dan langsung tren. “Saya bisa menghabiskan waktu seharian hanya utnuk mengamati detail kostum yang diminta,” tambahnya.

Selain itu, bapak satu anak ini selalu memberikan info perkembangan produksi kostum secara berkala kepada pelanggannya. Hal ini dilakukan agar tidak ada lagi revisi atau perombakan desain saat kostum sudah selesai 100%. Karena, jika ada kesalahan saat kostum sudah jadi sepenuhnya tidak mungkin hanya merombak bagian tertentu, tapi harus membuatnya dari awal lagi. “Fasilitas ini yang menjadi keunggulan untuk menghadapi persaingan,” tandasnya.

Jika Ars menjaga kualitas dan komunikasi dengan pelanggan, Prinshella Vytha, Founder House of Costume (HOC) asal Jakarta rela memberi fasilitas lain, yakni menerima pesanan dadakan. Pesana dadakan tersebut bisa diselesaikan dalam satu hari pengerjaan. Tentu akan ada harga yang berbeda untuk fasilitas satu ini.

Tak hanya bisa menerima pesanan dadakan, Vytha juga terus berkreasi dalam meningkatkan kualitas dari pembuatan kostum tersebut. Sebab ia akui bila semakin kesini, desain dan tampilan kostum yang diminta para pelanggan semakin rumit. “Maka kreativitas dan imajinasi terus kami tingkatkan,” tukasnya.

Ia memandang penting persoalan kreativitas dan imajinasi tersebut. Sebab, hambatan terbesar menggeluti bisnis ini adalah dari sisi sumber daya manusia. Terutama saat Lebaran yang minim sumber daya manusia. Maka, ia terus melatih para pekerja menjadi ahli pembuat kostum karakter.

 

 

Sumber: Kontan.26 Maret 2018.Hal.17