Anom Trio Setiawan_Perajin Wayang Karakter dari Mika

Gara – gara Harga Kulit Sapi dan Kerbau yang Mahal

Selain dibuat dari kulit, wayang bisa dibkin dari mika dan memiliki bentuk karakter manusia atau tokoh kartun. Itulah yang disadari Anom Trio Setiawan yang menekuni kerajinan wayang karakter dari mika sejak sepuluh tahun terakhir.

 

Bentuk bangunan yang kecil dan sederhana tampak ketika Jawa Pos Radar Trenggalek berkunjung ke salah satu rumah yang masuk wilayah Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, kemarin (14/3). Namun, pemandangan tampak berbeda ketika masuk ke ruang tamu rumah itu.

Di dinding ruag tamu terlihat beberapa hiasan kerajinan berbagai bentuk wayang. Mulai tokoh punakawan hingga raksasa. Namun, dari berbagai hiasan wayang tersebut, yang berbeda adalah wayang dengan wajah mirip manusia dan tokoh film kartun. Bersamaan dengan itu, terlihat seorang pria sedang duduk di sebuah meja di sudut ruangan tersebut. Seperti menggambar.

Ya, dialah perjanin wayang itu, Anom Trio Setiawan, 24, yang tengah mengerjakan pesanan seseorang. “Ini ada pesanan wayang karakter Presiden Joko Widodo dari seorang dosen salah satu perguruan tinggi di Solo dan sedang saya kerjakan,” ungkap Anom.

Ternyata, kerajanin tersebut sudah dipelajari Anom sejak duduk di kelas V SD. Saat itu dia mulai bantu – bantu sang ayah menyelesaikan pesanan wayang kulit. Dari situlah Anom terus belajar cara membuat wayang yang baik. Namun, pikirannya berubah sekitar 2008.

Harus mirip : Anom membuat pola wayang karakter pesanan pelanggannya.

Saat itu Anome berpikir bagaimana cara membuat kerajinan wayang agar disukai masyarakat luas hingga ada ide untuk membuat wayang karakter. “Saat itu saya berdiskusi dengan ayah mengenai pembuatan wayang itu. Setelah menyatukan ide, ternyata disetujui,” katanya.

Semenjak saat itulah Anom terus membuat wayang karakter tersebut. Namun, masalah lain timbul, yaitu bahan baku kulit sapi maupun kerbau yang mahal. Karena itulah, dia mencari alternati bahan baku lain. Akhirnya terpikirlah menggunakan plastik mika sebagai bahan baku alternatif. Setelah itu Anom mencari bahan baku untuk memulai pembuatan.

Langkah awal yang diambil ialah membuat pola di kertas gambar. Pola diambil dari oto yang dikirimkan pemesan wayang karakter. Itu meliputi foto dirinya sendiri, tokoh karakter kartun, hingga tokoh tersohor seperti presiden, bupati, dan ratis. Sedangkan untuk awal pembuatan, Anom membuat wayang karakter dirinya sendiri.

Nanti pola tersebut digambar lagi pada mika. Selanjutnya diteruskan dengan pemotongan. Setelah pemotongan bahan baku, barulah bahan baku yang setengah jadi itu diberi warna dasar putih dengan cat tembok sebelum proses pewarnaan untuk menentukan jenis karakter.

Barulah wayang karakter yang telah selesai diunggah ke media sosial pribadi. Tak ayal, sejak saat itu banyak masyarakat umum yang tertarik akan kerajinannya hingga memesan. Itu dibuktikan denga rata – rata dalam tiap bulan dia bersama ayahnya, Poniran, menyelesaikan sekitar 20 wayang karakter. Untuk harga, khusus wayang dengan bahan baku plastik mika sekitar Rp.150 ribu. Bergantung besar atau kecilnya wayang serta tingkat kerumitan pembuatan.

Harga tersebut bisa bertambah jika pelanggan memesan wayang dari bahan baku lain seperti karet talang air atau kulit hewan.

Sumber : Jawa-Pos.15-Maret-2018