Fashion Terinspirasi Madura

Karya Mahasiswa Aplikasikan Teknik Pewarnaan Unik

 

SURABAYA – Alam Madura tertuang dalam balutan desain busana para mahasiswa program fashion design Universitas Ciputra. Kemarin (2/2) lima mahasiswa terpilih untuk mempresentasikan rancangan mereka. Rancangan tersebut akan dikolaborasikan dengan karya mahasiswa lain dari program pendidikan interior arsitektur dan visual komunikasi desain di Pakuwon Mall malam ini.

Untuk menggali ide, para mahasiswa mengikuti studi wisata ke Madura pertengahan September lalu. Berbagai tempak ikonik disana menjadi inspirasi para desainer muda tersebut. Misalnya, rancangan mahasiswa semester 4 Alma Utami. Busana berjudul Rustic Geometrik dibuat dengan menggunakan teknik unik. Yakni, mewarnai kain putih dengan menggunakan besi berkarat.

Alma menciptakan motif garis dari rongsokan besi seperti paku dan kawat. Besi yang sudah berkarat digulung menggunakan kain linen, lalu direndam. Motif garis-garis kekuningan menghiasi terusan oversize.

Karya lain yang tidak kalah adalah milik Irene Paulia Lay. Dia menamai desainnya Raw and Rustic. “Saya terinspirasi dari tali Jembatan Suramadu. Kemudian, saya aplikasikan di bagian kerah coat,” katanya.

Irene merancang tiga busana yang terdiri atas atasan, coat, dan celana. Karyanya menghadirkan nuansa baru dari pembuatan kain eco printing. Perempuan 20 tahun itu menggunakan teh sebagai pewarna kain alami. Kain katun direndam dengan endapan teh kental untuk menghasilkan warna krem. Pewarnaan dilangsungkan dalam kurun waktu seminggu. “Kalau mau agak gelap, bisa dicampur kopi,” ungkapnya.

Irene memadukan teknik eco printing dengan kain satin untuk coat. Motif dibuat dari beberapa helai daun segar yang dipukul-pukul di atas kain. Zat hijau alami daun membentuk stempel. “Sesuai dengan konsep coat bermotif daun saya padukan dengan celana highway berwarna merah bata,” lanjutnya.

Selain Irene dan Alma, mahasiswi lain yang turut unjuk gigi adalah Tabita Citra, Regina Martha, dan Jessica Silviana Prayugo. Para model yang akan mengenakan rancangan mereka dirias mahasiswa yang lebih dulu mengawali bisnis tata rias. Mereka adalah Vavalencya dan Elizabeth Michelle.

Dari kolaborasi berbagai program di fakultas industri kreatif, mahasiswa diharapkan mendapat gambaran mengenai situasi dunia kerja. “Berbagai aspek dijamah, mulai menjadi seorang desainer, model, hingga ilm foto, melalui workshop dari Moire Photography hari ini jam 8 malam,” kata dosen Janet Theowarang. (esa/c15/jan)

 

Sumber: Jawa Pos. 3 Februari 2018

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *