i’Talk (Innovation Talk) about Breast Cancer

 

Bekerja sama dengan Project Partnership Entrepreneurship Mahasiswa semester 1 kelas J Universitas Ciputra serta komunitas non-provit Reach to Recovery Surabaya (RRS) yang telah berperan aktif dalam penyuluhan serta awareness raising kanker payudara serta i’Talk (Innovation Talk) kembali hadir membahas khusus seputar kanker payudara dengan tajuk, “WE GOT AFFECTED, DO YOU?” pada Rabu (10/10) lalu.

Adapun maksud dari tema tersebut adalah: “WE” sebagai para survivor kanker yang telah pulih dan berhasil sembuh, dan “DO YOU” dengan maksud bertanya kepada para perempuan, apakah mereka yakin telah aman dari kanker payudara? Karena satu dari 231 perempuan terkena kanker payudara pada usia lahir hingga 39 tahun dan satu dari 25 perempuan terkena kanker payudara pada usia 40 hingga 59 tahun.

Acara yang dimulai sekitar Pkl 11.00 WIB dan bertempat di Ruang A937, UC Tower ini menunjuk ibu Ika Damayanti (Breast cancer survivor, Praktisi PR, Make Up Artist (MUA)) dan ibu Irmaya Haryuni (Breast cancer survivor, Business woman (owner of @madameschotel)) sebagai narasumber kala itu.

Taukah kalian bahwa bulan Oktober selalu ditandai sebagai Breast Cancer Awareness Month. Kampanye tahunan ini dibuat dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat akan bahayanya kanker payudara, dan pentingnya mengenali gejalanya sedini mungkin

The World Cancer Research Fund International melaporkan bahwa ada lebih dari 6 juta penderita kanker payudara di seluruh dunia termasuk Indonesia. Setidaknya diperkirakan ada 1 diantara 8 wanita yang beresiko terkena kanker payudara.

Dijelaskan dalam diskusi iTalk kali ini tentang pentingnya awareness terhadap bahayanya kanker payudara. Kanker payudara merupakan salah satu penyakit menakutkan bagi kaum wanita. Walaupun kini sudah ada pengobatan terbaik, tetapi perjuangan melawan kanker payudara tidak selalu berhasil. Hal itu karena masih kurangnya atensi dari kaum wanita dalam memahami kanker payudara guna menghindarkan diri dari serangan kanker payudara serta cara melakukan deteksi sejak dini (Setiati, 2009).

Di Indonesia, kanker payudara merupakan kanker kedua paling banyak diderita kaum wanita setelah kanker mulut/leher rahim. Kanker payudara umumnya menyerang wanita yang telah berumur lebih dari 40 tahun. Namun demikian, wanita muda pun bisa terserang kanker ini (Mardiana, 2009).

Kanker payudara sendiri merupakan kanker nomor 1 setelah kanker cervix (kanker cervix sudah ada vaksinnya) dan bisa menyebar pada laki-laki dan perempuan. Kanker payudara tidak terjadi hanya karena menggunakan bra yang ada kawat dan tidak ada makanan yang bisa menyebabkan atau menghilangkan kanker. Kanker payudara  terjadi dari sel yang normal menjadi tumor jinak stetalah itu menjadi tumor ganas. Belum ada cara yang pasti untuk menemukan adanya kanker payudara pada wanita. Ada faktor yang pasti yang bisa menyebabkan kanker payudara terjadi antara lain riwayat keluarga, riwayat penyakit, menstruasi dini, dan menopause lambat. Faktor-faktor pencegahan kanker payudara antara lain menjaga lifestyle (berat badan) dikarenakan kanker payudara lebih suka hal yang menguntungkan pada sel kanker (gula), lalu pada saat menginjak menopause harus diberikan terapi hormon (akan tetapi terapi tersebut bisa memicu sel kanker), menyusui harus dilakukan selama 1 tahun, mengkonsumsi banyak sayur, buah, biji-bijian pada usia dini agar sel kanker tidak tumbuh, olahraga yang teratur, dan hindari alkohol.

Untuk menemukan gejala awal kanker payudara dapat di deteksi sendiri oleh kaum wanita, jadi tidak perlu seorang ahli untuk menemukan awal kanker payudara. Secara rutin wanita dapat melakukan metode SADARI (perikSA payuDAra sendiRI) dengan cara memijat dan meraba seputar payudaranya untuk mengetahui ada atau tidaknya benjolan disekitar payudara.

Selain teknik tersebut bisa melakukan cara antara lain, menghadap ke kaca, angkat kedua tangan ke atas, apakah payudara kiri dan kanan simetris, kulit pada daerah punting menyerupai kulit jeruk atau tidak, punting susu masuk ke dalam atau tidak, dan apakah payudara mengeluarkan cairan bening yang aneh atau tidak.

Ibu Irmaya Haryuni menuturkan, pada umur 27 tahun telah divonis tumor ganas 6 bulan sebelum pernikahannya. Akhirnya dioperasi, tidak boleh punya anak selama 5 tahun. Dia menjalani kemo terapi sebanyak 6x dan radiasi 30x selama 1 tahun. Dikarenakan hal tersebut, Ibu Irma langsung dikeluarkan dari pekerjaannya. Namun setelah itu, dia mencoba melamar di perusahaan asal Prancis, ditolak lagi hanya karena jatuh di tes kesehatan. Setelah dari kejadian tersebut, dia mencoba merintis usaha sendiri dan bisnis tersebut sukses sampai sekarang.

Resonance band (UKM Band) bertugas menjadi band pembuka dan penutup acara dengan Awdella (finalis Rising Star RCTI 2017) sebagai vokalis mengiringi jalannya acara yang berakhir sekitar Pkl. 13.00 WIB ini.

Untuk foto-foto yang lain silahkan klik disini.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *