i’Talk (Innovation Talk): Politik & Nasionalisme dalam Olahraga

 

Bertemakan “Politik dan Nasionalisme dalam Olahraga”, UC Library kembali melaksanakan iTalk (Innovation Talk) pada Selasa (9/10) yang kali ini kembali bekerja sama dengan Bpk. Akhmad Ryan Pratama (pengampu mata kuliah ISBD-Universitas Ciputra) serta komunitas Timur Lawu  dan bertempat di Student Lounge UC Tower, lantai 1.

iTalk kali ini berusaha untuk menarasikan bagaimana politik dan nasionalisme dapat dikontestasikan dalam sebuah permainan yang seharusnya merupakan sarana mencari kesenangan. Namun, kesenangan permainan tersebut berubah menjadi kontestasi representasi nasionalisme, atau representasi bentuk pemujaan terhadap identitas yang berlebihan. Diskusi ini ingin menyoroti, bahwa olahraga tidak sekedar permainan, tapi juga disisipi kepentingan-kepentingan lainnya.

Acara yang dimulai sekitar pkl 09.30 wib ini, mengajak Rojil Nugroho Bayu Aji [Sejarawan UNESA, menggeluti kajian sejarah olahraga terutama sepak bola] sebagai pembicara dan dijelaskan bahwa tak dapat dipungkiri lagi bahwa olahraga adalah bagian dari kehidupan berbangsa dan bernegara. Pada masa orde baru, WNI keturunan dibatasi kiprahnya di ruang publik seperti di kantor-kantor pemerintah dan universitas. Namun hal tersebut tidak berlaku di dunia olahraga. Dunia olahraga tidak mengenal dikriminasi. Sebagai contoh atlet bulutangkis Indonesia yang berhasil mengharumkan nama bangsa di dunia internasional adalah keturunan Tionghoa.

Sebut saja Susi Susanti, Alan Budikusuma, Chandra Wijaya, Christian Hadinata, Ivana Lie, Hariyanto Arbi, Hendrawan, dan lain-lain. Meskipun mereka adalah keturunan Tionghoa, namun mereka tetap bersemangat mengharumkan bangsa Indonesia. Contoh lain adalah saat tim nasional sepakbola Indonesia berlaga di kancah internasional. Semua suporter dari berbagai daerah bersatu untuk mendukung timnas. Mereka tak lagi mementingkan kepentingan kelompoknya. Yang ada hanyalah bersama memberikan semangat kepada tim kebanggaannya tanpa memperdulikan dari mana suporter lain berasal. Semua bercampur baur menjadi satu.

Olahraga bukanlah sekedar aktivitas belaka. Namun juga turut menyumbangkan terbentuknya budaya masyarakat. Sepakbola atau juga bulutangkis merupakan olahraga populer yang mampu menyedot perhatian massa dan dapat menghadirkan suguhan permainan yang tidak hanya bernilai olahraga.

Mengapa sepakbola, yang pertama: Dimainkan di lapangan yang luas dan memiliki tribun massif. Kedua: Seremoni pemutaran audio dan menyanyikan lagu kebangsaan. Ketiga: Ekspresi supporter bermacam (alat musik, kembang api, atribut, dan bendera, dll). Keempat: Aksi-aksi tidak terduga kerap muncul di lapangan, dan yang terakhir banyak kejuaraan sepakbola bergengsi level internasional dan tiap negara mengembangkan sepakbola.

Sepakbola yang didanai negara memiliki misi diplomatik untuk mengharumkan nama bangsa dan negara di pertandingan internasional, peran sepakbola sebagai salah satu bentuk eksistensi bangsa merupakan wujud artikulasi nasionalisme dengan torehan prestasi.

 

Untuk foto-foto yang lain silahkan klik di sini.

 

 

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *