Movie Time @ UC Library: Hotel Rwanda

 

Movie Time @ UC Library kembali hadir dan kali ini akan menayangkan film mengenai perang saudara antar suku di Rwanda, Afrika Tengah, berjudul “Hotel Rwanda”.

Film yang membawa sang pemeran utama, Don Cheadle mendapat nominasi Oscar sebagai pemain pria terbaik 2005 ini bercerita tentang seorang tokoh yang bernama Paul Rusesabagina (Don Cheadle) selama peristiwa pembantaian etnis di Rwanda sekitar tahun 1994. Dimana lebih dari 800.000 orang, kebanyakan suku Tutsi, dibunuh oleh milisi ekstrimis suku Hutu, dan ketegangan antara suku Hutu dan Tutsi berujung kepada perang sipil dimana suku Tutsi dibantai karena status tinggi mereka yang berawal dari kesetiaan pada kolonial bangsa Eropa.

Movie Time kala itu diadakan pada Selasa, 2 Oktober 2018 di Library Lounge, UC 3, Lantai 2 dan dimulai sekitar Pkl. 08.30 – 10.30 wib. Bekerja sama dengan Fakultas Ilmu Komunikasi, sekitar 30 mahasiswa menonton film yang disutradari oleh Terry George ini. Perseteruan antara suku Hutu dan suku Tutsi bisa dibilang sudah lama bahkan mendarah daging sehingga seakan hanya tinggal menunggu waktu saja sebelum perang saudara pecah di Rwanda. Konflik perseteruan tersebut juga berimbas kepada Paul Rusabegina (Don Cheadle), seorang manajer dan pemilik Hôtel des Mille Collines, dan istrinya Tatiana (Sophie Okonedo). Hal tersebut tidak lepas karena mereka berdua memiliki latar belakang suku yang berbeda sekaligus tengah bertentangan, Paul dari suku Hutu dan Tatiana suku Tutsi.

Hingga kemudian perang saudara yang selama ini ditakutkan akhirnya benar-benar terjadi. Suasana di tempat tersebut menjadi kacau balau. Apalagi ketika Paul melihat tetangganya, satu demi satu mulai dibunuh secara keji oleh para ekstrimis antara kedua belah pihak tersebut.

Agar dirinya dan juga keluarganya tidak menjadi korban berikutnya, Paul kemudian berinisiatif untuk menyuap para kelompok ekstrimis tersebut untuk membiarkan ia dan keluarganya tinggal aman di hotel miliknya. Kemudian paul bukan hanya membawa keluarganya saja untuk tinggal disana namun juga beberapa orang yang pantas untuk ditolong, walau berbeda suku dengan dirinya. Untuk bisa melakukan hal tersebut maka paul harus menambah uang suap.

Ternyata kemudian hotel tersebut terkenal sebagai tempat perlindungan sementara bagi para warga yang tengah terjebak di konflik perang saudara tersebut, namun Paul juga menyadari bahwa hotelnya tidak bisa selamanya menjadi tempat perlindungan bagi mereka semua.

Film ini mmebrikan pelajaran bahwa pertikaian karena kekuasaan hanya akan menimbulkan kesengsaraan kepada rakyat. Sangat mengerikan membayangkannya jika terjadi di bumi Indonesia yang memiliki beragam suku di dalamnya. Sosok Paul juga memberikan inspirasi tersendiri bagaimana kita seharusnya hidup berdampingan ditengah keberagaman suku dan golongan. Tidak mementingkan keselamatan sendiri, namun kepentingan dan keselamatan orang lain menjadi prioritasnya.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *