Noer, The Modern Eco Village House_ Bring The Nature Inside. Rumahku. No.129. 2017 Hal.42. Majesty Emanuella Otniel_Mahasiswa Semester 4 INA

Proyek ini berupaya membawa peran aktif arsitektur yang simultan dengan pengkondisian interior sebagai media komunikasi manusia dan alamnya. Melihat dan bersimpati terhadap keadaan hunian kini, bagaikan pemisah antara ruang luar dan ruang dalam. Tidak ada lagi komunikasi penghuni dan alam pada kehidupan sehari – hari.

Noer, atau cahaya dalam bahasa Sansekerta adalah sebutan untuk hunian ini, mencerminkan keberadaan hunian iniyang diciptakan dengan desain pencahayaan alami. Cahaya adalah pencipta kehidupan {Frank Stella). Demikian pula cahaya, utamanya cahaya alami dapat berperan sebagai dalam penciptaan suasana total hingga dekoratif.

lmplementasi gagasan ini adalah dengan melibatkan peran aktif passive design seperti penggunaan jendela temporary yang memungkinkan cahaya bermain peran,angin bersirkulasi di dalam hunian. Bukaan tercipta memungkinkan penghuni untuk merasakan rintik hujan dan angin sepoi – sepoi, pendinginan pasif darikolam ikan yang bersanding dengan rumah induk. Peranan vegetasi mela ui area terbuka hijau baik di dalam (mini garden) maupun di lingkungan hunian menjadi hal yang penting dalam konsep ini. Penggunaan elemen alam juga banyak digunakan baik mulai dari fasad, interior rumah, hingga elemen pelengkap di dalam kavling.Sebuah upaya total, melibatkan ruang luar dalam segala aspek kehidupan penghuni.

Sumber: Rumahku.no.129.2017.hal 42.
Teks: Astrid Kusumowidagdo, Pengajar Interior Architecture Universitas Ciputra

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *